HIZBUT TAHRIR DARI MEREKA DAN UNTUK MEREKA - 6
Para pembaca budiman, sesungguhnya bukan hanya masalah jenggot saja yang dicampakkan oleh HT, namun mereka juga mencampakkan sunnahsunnah nabi yang lainnya yang jumlahnya sangat banyak, yang akan saya sebutkan beberapa diantaranya. Maka oleh karena itu wahai Mudzabdzab, seharusnya jika kau akan meludah, lihatlah tempat dulu, jangan meludah sembarangan apalagi meludah ke atas, karena yang akan terkena ludahmu adalah wajahmu sendiri

Perhatikanlah petikan berikut ini

Hizbut Tahrir memperbolehkan memandang gambar wanita bukan mahram, walaupun dengan syahwat sebagaimana dalam nusyrah (selebaran resmi Hizbut Tahrir) no 16/Syawwal/1388H atau 4/1/1969M. yang berisi. Memikirkan dengan syahwat, berkhayal dengan syahwat ataupun memandangi foto wanita dengan syahwat tidak haram, demikian pula pergi menonton bioskop adalah tidak haram, dikarenakan yang ditonton hanyalah gambar (benda mati) yang bergerak.. Demikian pula dalam nusyrah no 21/Jumadil awwal/1390 atau 24/7/1970M, dikatakan, Sesungguhnya memandang gambar wanita baik dari cermin, di kartu, di surat kabar ataupun yang semisalnya tidaklah haram.

Lantas kau campakkan kemana wahai Mudzabdzab, firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang artinya :

Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk (al-Israa : 32)

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman supaya mereka menundukkan pandangannya dan supaya mereka memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. (an-Nuur : 30)

Kamu campakkan ke mana wahai Hizbut Tahrir, sabda Nabi yang mulia yang artinya :

Sudah ditetapkan bagi anak cucu Adam bagian zina yang pasti akan menimpanya.

Kedua mata, zinanya dengan memandang, zina kedua telinga ialah mendengar, zina lisan ialah mengucap, zina tangan ialah memegang, zina kaki ialah melangkah dan zina hati ialah menghendaki sesuatu atau berkhayal, sedangkan yang membenarkan adalah kemaluannya. (Shahih, diriwayatkan Muslim dari Abi Huroiroh)

Waliyadzu billah!!!

Hizbut Tahrir berpendapat bahwa mencium wanita ajnabiyah (bukan mahram) adalah mubah tidak haram, sebagaimana dalam nusyrah jawab wa sual no 24/Rabiul Awwal/1390 atau 29/5/1970M.

Astagfirullahal Adhim Wahai Mudzabdzab, kau campakkan kemana nilainilai akhlak islami dan iffah bagi seorang wanita!! Kau campakkan kemana ayat-ayat al-Qur'an dan sunnah-sunnah nabi yang mulia yang mengharamkan persentuhan dengan ajnabiyah, namun anda dan kelompok anda memperbolehkan ciuman dengan ajnabiyah (walaupun tanpa syahwat). Apakah anda akan mungkir, dengan menyatakan bahwa HT tidak berpendapat demikian, ini adalah fitnah maka saya jawab, berarti anda berdusta atau menyembunyikan kebenaran. Karena Umar Bakri Muhammad(14) sendiri menyatakan bahwa fatwa di atas adalah memang

14 Umar Bakri Muhammad adalah mantan pembesar HT kelahiran Libanon Siria, yang akhirnya keluar dari HT dan berubah menjadi takfiri khoriji yang gemar melemparkan takfir secara serampangan dan sporadis. Pada hari Rabu malam (2005) saya mendengar kajian di Paltalk di room liva salafee duroos mulai dari jam 12.00-01.30 malam. Pada sekitar jam 2 malam, saya melihat ada sebuah room yang bernama al-Ghurobaa Live Lecture Ahl Sunnati wal Jamaati with sheikh Omar Bakri Muhammad from UK, Luton. Saya penasaran, karena setahu saya bahwa Umar Bakri inilah yang diambil ucapannya oleh Lazuardi al-Hizbi namun uniknya di roomnya dia mengklaim sebagai ahlus sunnah dan ghuroba.

Akhirnya saya putuskan saja masuk ke Kajian live dari room (paltalk) ini yang menampilkan rojul yang bernama Omar Bakri Mohammed. Akhirnya saya putuskan untuk mendengarkan kajian yang berlangsung saat itu. Subhanallah, saya terperangah ketika mendengar kajiannya. Dia mengaku di dalam kajiannya sebagai Ahlus Sunnah dan Salafiyun. Dia membantah beberapa ahlul bidah di dalam muhadhorohnya. Kemudian saya putuskan untuk bertanya kepada ikhwan yang menjadi moderator (@dmin) di room tersebut yang bernama Abu Luqman, dan diskusi inipun berlangsung :

Abu Salma : Assalamualaykum

Abu Luqman : WAALIKUM SELAM WW

Abu Salma : Min fadhlikum ya akhee, uriidu an as`alakum (Permisi, saya ingin tanya pada antum)

Abu Luqman : yes

Abu Salma : Man yatakallamu alaan (Siapa yang berbicara sekarang)

Abu Luqman : Sheikh Omar Bakri Mohammed as-Salifee

Abu Salma : as-Salafee Hal huwa salafee Adhunnuhu huwa min Hizbit Tahrir (Salafi Apakah dia salafi Aku kira dia dari HT)

Abu Salma : anii al-Muhajiroun (maksud saya dia dari Muhajirun [kelompok sempalan HT])

Abu Luqman : Laa, huwa laysa min Hizbit Tahreer walaa Muhajiroun. He was. but he left his last stance. HT is from the mutazilite (Tidak, dia bukan dari HT. Dia dulu memang. Tapi dia meninggalkan pendapat pertamanya ini. HT termasuk mutazilah)

Abu Luqman : rasionalist

Abu Salma : Subhanallah, since when ya akhee (Subhanallah, semenjak kapan akhi)

Abu Luqman : Since a few years ago I think in 1996 (Semenjak beberapa tahun lalu.. aku rasa sejak 1996)

Abu Salma : Because some shabab HT in my country take his sayings that reject khobar ahad in aquidah case (karena beberapa syabab HT di negaraku mengambil ucapannya yang menolak khobar ahad dalam masalah akidah)

Abu Luqman : and then Allah guide him to be a salifee (Kemudian Allah menunjukinya sehingga menjadi salafi)

Abu Luqman : What country (negara apa)

Abu Luqman : No!!! thats not true it was his last stance. And anyone who takes his last stance then hes wrong!!! Sheikh doesnt deny khobar ahad in aquidah.. HT does, and this is why sheikh called them as mutazilite. (Tidak itu tidak benar ini adalah pendapatnya yang dulu! Syekh tidak menolak khobar ahad di dalam perkara akidah, tapi HT yang menolaknya. Oleh sebab itulah syekh menyebut mereka sebagai Mutazilah)

Abu Salma : Indonesia

Abu Luqman : Masha Allah. How bout Daawah there (Masya Allah, bagaimana dakwah di sana)

Abu Salma : Alhamdulillah, not as much as HT (Alhamdulillah tidak sebanyak HT)

Abu Luqman : Hm HT are many there Then this is terrible. (HT banyak di sana, jadi ini adalah suatu musibah)

Abu Luqman : U can read bout HT in http://htexposed.com/ (Kamu dapat baca tentang HT di htexposed)

Abu Salma : Yes, Ive read it. Do u know Abuzzubair (ya, aku sudah membacanya. Kamu kenal Abu Zubair)

Abu Luqman : Abuzzubair. U mean Abuzzubair the contributor of htexposed (Abu Zubair Maksudmu Abu zubair kontributor htexposed) Abu Salma : yes

Abu Luqman : I dont actually know him. But hes from islamic awakening (Aku tidak begitu mengetahuinya, tapi yang kuketahui dia dari Islamic Awakening) Abu Salma : Naam, Islamic Awakening.

Abu Luqman : Islamic Awakening is murjee (Islamic Awakening itu Murjiah)

Abu Salma :

Abu Luqman : They are murjee.

Abu Salma : How come (Koq bisa)

Abu Luqman : Yes, becoz they take the sayings of murjee of this era, like Safar Hiwali. (Ya karena mereka mengambil ucapan murjiah zaman ini, seperti Safar Hawali)

Abu Salma : Safar Hiwali is a Murjee isnt he the writer of Dhohirotul Irja (Safar Hawali murjiah Dia kan menulis Zhohirotul Irja)

Abu Luqman : Yes, becoz he didnt make takfeer to his mamlakah (Ya karena dia tidak mengkafirkan kerajaannya)

Abu Salma : Mamlakah Suudiyah (Kerajaan Saudi)

Abu Luqman : Yes. Beladu Thoghut. (Ya negeri thoghut)

Abu Salma : Whats the stance of Sheikh Omar Bakri to Saudi Scholars like Ibn Baz (Apakah pendapat syaikh Umar Bakri terhadap ulama saudi seperti Ibnu Bazz) Abu Luqman : Ibn Bazz is kaafir murtad!!!

Abu Salma : Subhanallahu. Kaafir Murtad

Abu Luqman : yes, becoz he defends Fahd the thoghut. He become muftee for thoghut. (Ya, karena dia membela Fahd sang Thoghut, dan dia mau jadi mufti untuk thogut)

Abu Salma : (penasaran) are Ibn Uthaimen and Albanee is also kaafir (Apakah Ibnu Utsaimin dan Albani juga kafir)

Abu Luqman : No, they are murjee (tidak namun mereka murjiah)

Abu Salma : So who the scholars beside Omar Bakri (lalu sapa ulama selain Umar Bakri)

Abu Luqman : Many akhee Alee Hudair, Naser Fahd, Neser Ulwaan, Imam Usamah, Aiman Zawaher, Abu Muhamad Maqdese

Abu Salma : Hm I think they dont make takfeer to Ibni Bazz (Kupikir mereka tidak mengkafirkan Ibnu Bazz)

Abu Luqman : Yes, takfeer is ijtihaad (ya takfir itu ijtihad)

Abu Luqman : that may differ from one to another (Yang dapat berbeda antara satu dengan lainnya)

Abu Salma : Hm how do u suppose if al-Maqdese yukaffir Omar Bakri (bagaimana menurutmu kalo seandainya al-Maqdisy mengkafirkan Umar Bakri)

Abu Luqman : then this is ijtihaad (ya ini adalah ijtihad)

Abu Salma : How about Muhammad ibn Abdul Wahab, is he salafee (Bagaimana dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, apakah dia salafi)

Abu Luqman : Hes imaam ahl sunnati. Yes hes pure salifee. (Dia adalah imam Ahlus Sunnah. Ya ia adalah Salafi murni)

Abu Salma : How about his grandsons, like Abdul Azeez Al Sheikh (Bagaimana dengan anak-anak cucunya, seperti Abdul Aziz Alu Syaikh)

Abu Luqman : Hes the defender of thoghut. Hypocrit. Zindiq (Dia adalah pembela thoghut, munafik, zindik)

Abu Salma : (terperangah) Subhanallah how about sholih Fauzan al-Fauzan, Shalih Al Shaikh

(Subhanallah, bagaimana dengan Sholih Fauzan dan Sholih Alu Syaikh) Abu Luqman : They all the defender of thoghut. (Mereka semua pembela thogut)

Abu Salma : Kaafir

Abu Luqman : No. the kaafir one is Ibn Baz and Qordowi (Yang kafir itu Ibnu Baz dan Qordhowi)

Abu Salma : DR. Yusuf Qordhowi Why

Abu Luqman : hes kaafir.

Abu Salma : why

Abu Luqman : Are u ikhwanee (Apakah kamu ini ikhwani)

Abu Salma : No, Im salafees.

Abu Luqman : Ok

Abu Luqman : he says music is halaal (dia mengatakan kalau musik itu halal)

Abu Salma : (kaget)

Abu Luqman : he says that moslems are not differ with jews and christian (dia mengatakan kalo muslim tidak beda dengan yahudi dan kristen)

Abu Salma : Hm how about al-Banna

Abu Luqman : Hes shufite mubtadee (dia sufi ahlul bidah)

Abu Salma : an-Nabhani

Abu Luqman : Hes asharite mutazilite rasionalist (dia asyari mutazilah rasionalis)

Abu Salma : This lecture is live (Kajian in langsung)

Abu Luqman : Yes, from Luton

Abu Salma : Luton. Do u know the Masjid Ghurobaa (Apakah kamu tahu masjid Ghuroba)

Abu Luqman : Yes, they are murjee (Ya mereka adalah murjiah)

Abu Luqman : They prohibit sheikh to pray there (mereka melarang syaikh sholat di sana)

Abu Luqman : O akhee, its QA session now. Maybe you want to ask to sheikh. I will take ur question to him. (Akhi, sekarang sesi tanya jawab. Mungkin kamu mau tanya kepada syaikh. Aku akan memberikan pertanyaanmu kepada syaikh)

Terus, ana kembali ke main room, dan saya bertanya kepada Umar Bakri :

dear Omar Bakri, some shabaab Hizbit Tahreer in my country (Indonesia) take ur sayings and articles from Clara OBM rejecting khobar ahad in aquidah. What do you say about this Secondly, is it true that you make justification that Shaikh Ibnu Bazz rahimahullahu is kaafir Shukron (kepada Umar Bakri, beberapa syabab HT di negaraku Indoensia membawakan pendapat dan artikelmu yang menolak khobar ahad di dalam perkara aqidah, bagaiamana tanggapanmu Kedua, apakah benar anda mengkafirkan Ibnu Bazz

Kemudian, setelah pertanyaan saya disodorkan, dia menjawab yang kurang lebih poin-poinnya sebagai berikut

(tanda dalam kurung adalah komentar saya) :

1. Menolak hadits ahad dalam masalah akidah adalah pendapat saya terdahulu, kemudian Allah memberi petunjuk kepada saya. (Sayangnya dirimu jatuh dari lubang kesesatan masuk ke lubang kesesatan yang lebih membinasakan)

2.

3. Barangsiapa menolak khobar ahad dalam masalah ahkam dan akidah maka ia telah kafir. (Umar Bakri mengkafirkan mutazilah, euy)

4.

5. Barangsiapa menolak khobar ahad dalam masalah akidah saja maka ia sesat pengikut ahlu bidah

6.

(dan dirimu lebih sesat kebidahannya wahai Umar Bakri)

7. HT adalah mutazilah. (Dan dirimu adalah takfiri khowarij)

8.

9. Sebagian orang di dalam HT adalah kafir, karena menghalalkan musik, maksiat, dan berkasih sayang dengan syiah rofidhoh. (Dirimu adalah khowarij tukang pengkafir yang gegabah dan bodoh.)

10.

11. Saya meninggalkan HT semenjak 9 tahun yang lalu. (Namun dirimu masuk ke khowarij yang lebih sesat)

12.

13. Saya sekarang adalah ahlu sunnah, pengikut dakwah Ibnu Taimiyah dan Ibnu Abdul Wahhab. (Ini adalah klaim dusta semata. Karena Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Imam Muhammad bin Abdul Wahhab berlepas diri dari dakwahmu)

14.

15. Barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang kafir, maka dia kafir. (kaidah yang difahami secara gegabah dan serampangan)

16.

17. Ibnu Baz adalah kafir karena beliau berwala dengan Fahd sang thoghut. Saya sudah beratus-ratus kali ditanya hal ini (semoga Allah melindungi Imam Ibnu Bazz dari jeleknya lisan Umar Bakri ini, semoga tuduhannya kembali kepada dirinya. Celaka engkau wahai Umar Bakri!!!)

18.

pendapat HT, kemudian Umar Bakri menolaknya dan membantahnya, bahkan ia keluar dari HT dan membentuk sempalannya yang bernama alMuhajirun. Berhijrah dari negeri kaum muslimin ke negeri kaafir. Namun anehnya, sebagian anggota hizb lainnya masih berpegang dengannya sebagaimana mereka berpegang terhadap pendapat Abdurrohman alBaghdadi yang dikeluarkan secara resmi dari HT.

Jika anda mengatakan, o itu adalah qoul qodim HT, qoul jadid HT menyatakan bahwa fatwa di atas mansukh, maka saya katakan : Berikan bayan dan bukti tentang dimansukh-kannya fatwa HT di atas.

Jika anda mengatakan, ini bukan pendapat resmi HT, tiap syabab memiliki pendapat yang berbeda-beda, maka saya katakan : Jamaah macam apa kalian ini!! Membiarkan saudara kalian yang lainnya berada di dalam kebatilan!!! Diamnya anda dengan tidak mengoreksi pemahaman ini adalah ridhonya anda dengan pendapat ini!!!

Berikutnya :

Hizbut Tahrir memperbolehkan berjabat tangan lelaki dan perempuan yang bukan mahram. Taqiyuddin berkata dalam

Nizhomul Ijtimaiy fil islam (Sistem pergaulan dalam Islam, Pustaka Thoriqul Izzah, hal. 67), Seorang pria pada dasarnya boleh menjabat tangan seorang wanita, demikian pula sebaliknya, seorang wanita boleh menjabat tangan seorang pria tanpa ada penghalang di antara keduanya. Hal ini juga diperkuat dengan nusyrah sual jawab mereka no 24/Rabiul Awwal/1390 atau 29/5/1970, no 8/Muharam/1390 atau 16/3/1970 dan nusyroh al-ajwibah wal as^ilah tanggal 26/4/1970.

Wal Iyyadzu billah!!! Kau campakkan kemana hadits Aisyah yang menyatakan bahwa Rasululah tak pernah sekalipun menyentuh wanita selain isteri-isterinya Hadits Umaimah yang hadir di baiat dan menyatakan ketiadaan jabat tangan oleh Rasulullah!! Hadits yang menyatakan tentang lebih baik ditusuk jarum besi daripada menyentuh wanita!! Lihatlah bantahan saya terhadap syubuhat yang dikeluarkan oleh TKAHI dan Syamsudin Ramadhan di dalam artikel saya yang berjudul : Jabat Tangan dengan Ajanbiyah Haram Wahai Hizbut Tahrir (Dapat didownload di Markaz Download Abu Salma) Selanjutnya :

10. Ulama saudi sekarang adalah ulama thoghut (Semoga para ulama saudi yang berpegang dengan aqidah dan manhaj yang benar diselamatkan oleh Allah dari fitnah manusia sesat ini. Umar Bakri ini lebih sesat dari HT sekarang)

Demikianlah secara tidak sengaja saya mengikuti muhadhoroh (lecture) dari si Dajjal khowarij ini, si Dzul Khuwaisiroh al-Birithoni (dulunya tinggal di Damaskus sekarang hijrah ke negeri kafir, merasa aman tinggal di negeri kafir dan mengkafirkan secara sporadis negeri kaum muslimin). Ini menunjukkan bagaimana gegabahnya Lazuardi al-Jawi dan mudzabdzab di dalam menukil.

Hizbut Tahrir memperbolehkan memandang wajah wanita, karena menurut mereka wajah tidak termasuk aurot. Taqiyuddin berkata dalam Sistem pergaulan dalam Islam hal 61, Allah Taala berfirman : Katakanlah kepada mukmin laki-laki hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka. (an-Nur (24) : 30), maksudnya tentu adalah menundukkan pandangan terhadap wanita pada selain wajah dan kedua telapak tangan, sebab memandang wajah dan telapak tangan adalah mubah.

Astagfirullahal Adhim wahai HT, darimana lagi anda mendatangkan pemahaman ini!! Dan dimanakah kalian campakkan ayat-ayat dan tafsir para mufassirin yang menjelaskan keharaman memandang wajah ajnabiyah!! Kau campakkan ke mana pula hadits-hadits nabi yang mengharamkan memandang wajah ajnabiyah!!

Berikutnya :

Hizbut Tahrir menghalalkan musik dan nyanyian (walau diiringi alat musik) sebagaimana dalam Nusyrah jawab wa sual no 9

(20/Safar/1390 atau 26/4/1970), Suara wanita tidak termasuk aurot dan nyanyian mubah hukumnya serta mendengarkannya mubah. Adapun hadits-hadits yang warid mengenai larangan musik adalah tidak shohih haditsnya. Yang benar adalah musik tidak haram dan hadits-hadits yang memperbolehkan musik adalah shohih.

Astagfirullahal Adhim darimanakah kau datangkan faham kalian ini Dari shufi-kah Syiah-kah Ataukah dari kaum ilmaniyyin (sekuler).

Saya katakan, sesungguhnya orang-orang yang mencela ketiga masyaikh Robbani (i.e. Samahatus Syaikh Ibnu Bazz, al-Albany dan Ibnu Utsaimin rahimahumullah-) tidaklah keluar dari 3 jenis manusia :

1. Orang yang Jahil Murokab

2.

3. Ahlul Bidah terutama dari kalangan shufiyun, syiiy dan semacamnya

4.

5. Orang kafir, zindiq dan munafiq.

6.

Padahal mereka semua dikenal baik oleh kawan dan lawan sebagai alim mujtahid jika anda pelajari biografi mereka, bagaimana tokoh-tokoh harokah dan hizbiyah masih menghormati mereka dan menganggap mereka masyaikh dan ulama mujtahid lihatlah Ali Belhaj (pimp. FIS dulu) yang mengemis fatwa kepada Samahatus Syaikh Ibnu Bazz dan Albany sebelum kasus pembantaian di al-Jazair bergolak yang mana Ali Belhaj sendiri yang mencampakkan fatwa para masyaikh tersebut. Lihatlah pula DR. Abdullah Azzam yang datang meminta fatwa kepada Imam Albany dan Ibnu Bazz tentang permasalahan jihad di Afghonistan

Bahkan ketika Imam Ibnu Bazz meninggal, betapa banyak majalah islami dipenuhi oleh artikel-artikel dan khabar yang berisi bela sungkawa sekaligus sebagai pujian terhadap beliau sebagai ulama ummat, lihatlah apa yang ditulis pentolan Ikhwanul Muslimin, DR. Yusuf al-Qordhawi di saat kematian Imam Ibnu Bazz, beliau menulis : Allamatul Jaziirah wa Faqiidul Ummah yang dimuat di Majalah al-Mujtama III/2.1420, dan beratus-ratus lagi masyaikh serta thullabatul ilmi yang turut berduka cita atas wafatnya beliau rahimahullahu

Perhatikan pula bagaimana ummat ketika mendengar wafatnya al-Muhaddits al-Faqih Syaikh Nashiruddin al-Albani rahimahullahu-, yang mana beratusratus ulama dan beribu-ribu thullabatul ilmi bertaziyah dan berbelasungkawa atas wafatnya beliau, perhatikanlah bagaimana penuhnya majalah-majalah serta koran-koran dengan biografi beliau Perhatikan pula Imam Faqihuz Zaman Syaikh Ibnu Utsaimin, yang tidak jauh berbeda dengan keadaan pendahulu beliau Lihatlah pula nukilan-nukilan fatwa mereka di majalahmajalah Ikhwanul Muslimin, majalah Jumiyah Ahlul Hadits India, Majalah Anshorus Sunnah al-Muhammadiyah, dan beribu-ribu majalah islam lainnya makanya ana tidak heran, mengapa anda menukil dari majalah SAHID (Suara Hidayatullah) dimana mereka sendiri memberikan porsi dalam rangka memuji dan menganggap mereka sebagai kibarul ulama, sebagai mujtahid al-Alim, sebagai mufti al-alam.

[Ini adalah teks Al-Mudzabdzab yang saya lemparkan lagi padanya]

Sekarang mari kita bandingkan mereka dengan tokoh Hizbut Tahrir Apakah ada ulama HT yang menulis kitab-kitab syarah hadits, takhrij dan tahqiq Sebagaimana Imam Albany meneliti dan menyusun kitab-kitab fenomenal yang sangat luar biasa besarnya, seperti : Silsilah as-Shahihah, Silsilah adh-Dhaifah, Shahih Abu Dawud dan Dhaifnya, Shahih Ibnu Majah dan Dhaifnya, Shahih Riyadhus Shalihin, Shahih dan Dhaif Adabul Mufrad, Shahih dan Dhaif Jamius Shaghir dan kitab-kitab hadits lainnya belum lagi tahqiq dan takhrij beliau terhadap kitab-kitab fiqh, seperti Tamamul Minnah taliq terhadap Fiqhus Sunnah karya Syaikh Sayid Sabiq rahimahullahu-, Takhrij dan Taliq Kitabus Sunnah, dan lain-lain, ada lagi dalam bidang aqidah seperti Taliq dan Syarh ath-Thawiyah, Kitabul Iman, dll, dalam bidang sirah : Takhrij Fiqhus Sirah, Syamail Muhammadiyah, dan lain-lain Belum lagi Himpunan Fatawa beliau yang sedang naik cetak berjumlah tidak kurang dari 40 Jilid, kemudian kaset-kaset muhadharah beliau yang tidak kurang 7000 judul

Apakah ada pula tokoh HT yang menulis, mensyarh, mentahqiq dan mentaliq kitab-kitab Aqidah dan hadits sebagaimana Imam Ibnu Utsaimin mensyarh Riyadus Shalihin, Arbain Nawawi, Syarh Lumatul Itiqod, Kitabut Tauhid, Syarh Manzhumah al-Baiquniyah, Syarh Aqidah al-Wasithiyah dan masih banyak lagi hampir berjumlah ratusan Belum lagi kitab yang beliau tulis seputar masalah ushul fiqh dan fiqh serta kumpulan fatawanya yang hampir 30 jilid

Adakah pula tokoh HT yang seperti al-Allamah Imam Ibnu Bazz yang bergelut dengan makhthutath semenjak remajanya, mengoreksi Fathul Bari` dan kitab-kitab hadits lainnya, menulis buku-buku Aqidah Salaf dan Fiqh Islami yang mana beliau memiliki Majmu Fatawa wa maqolaat mutanawwiah berjumlah belasan jilid belum lagi kumpulan-kumpulan fatwa lainnya yang hampir berjumlah 20 jilid adakah ulama HT yang demikian

Lantas dengan hak apa anda berani memanggil mereka dan merendahkan mereka sembari menyatakan si Bin Baz dimana posisi anda dibandingkan mereka saya yakin, kedudukan anda dengan kedua mata kaki dari masyaikh mulia ini tak ada apa-apanya sekiranya ditimbang sejuta orang macam anda maka tetap saja anda tak ada apa-apanya dibandingkan mereka inilah bedanya kami dengan anda!!! Jika anda berbicara dengan maksud merendahkan, maka anda gunakan lisan anda yang hina untuk merendahkan masyaikh yang mulia, namun jika kami mengkritik para tokoh hizbiyah dan mubtadiah, maka kami nukil ucapan orang-orang yang sederajat bahkan lebih- dengan mereka, supaya kedhaliman tidaklah menyelimuti diri kami, karena tiap-tiap orang ada kadarnya

Lantas bagaimana bisa anda katakan bahwa hasil pemahaman HT berada di atas nash Al-Quran dan As-Sunnah!! Tahukah anda wahai Mudzabdzab, dari mana para Ulama Salafy ini mengambil pendapat madzhabnya!!! Mereka mengambil pendapatnya dari al-Quran dan as-Sunnah yang shahih, dari Ijma Shahabat, dari aqwalus salaf yang selaras dengan Quran dan Sunnah, dari Imam Asy-Syafii, Abu Hanifah, Malik, Ahmad ibn Hambal dan selainnya yang selaras dengan al-Haq tanpa fanatik terhadap salah seorang dari mereka!!! Yang mana kitab Al-Muwaththo karya Imam Malik (sebagaimana dinyatakan sendiri oleh Imam Malik dalam muqadimah kitabnya) mendapat rekomendasi dari 70 ulama Madinah yang merupakan anak keturunan dan murid sahabat atau tabiin dan tabiut tabiin di Madinah, bahkan Fathur Rabani( )-nya - Imam Ahmad Ibn Hambal yang berisi ribuan hadis nabi SAW bahkan ketika beliau ditanya apakah seorang yg hafal 100 ribu hadis boleh berijtihad sendiri, Imam Ahmad menjawab : Belum boleh. Lalu beliau ditanya lagi : apakah seorang yg hafal 200 ribu hadis boleh berijtihad sendiri , Imam Ahmad menjawab : Belum boleh. Ketika beliau ditanya kembali : apakah seorang yg hafal 400 ribu hadis boleh berijtihad sendiri , lalu Imam Ahmad menjawab : boleh( ). Bahkan Imam Abu Hatim sampai menyatakan bahwa mencintai Imam Ahmad adalah pengikut Sunnah, Abu Hatim berkata : Jika kamu lihat seseorang mencintai Imam Ahmad ketahuilah ia adalah pengikut Sunnah. (As-Siyar Alam An-Nubala 11/198).( )

Saya tambahkan di sini : Anda wahai Mudzabdzab, anda tanaqudh dengan diri anda sendiri karena anda menukil ucapan orang-orang yang membenci Imam Ahmad bin Hanbal, bahkan anda menukil pendapat-pendapat orangorang yang manhaj dan aqidahnya menyelisihi Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullahu. Anda menukil dan membangun argumentasi anda dari talbis antara al-Haq dan al-Bathil, antara sunnah dan bidah, antara penyeru tauhid dengan penyeru kesesatan dan kesyirikan. Siapakah Hasan Ali as-Saqqof yang anda kemukakan dan anda bangga-banggakan!! Siapa pula Abu Ghuddah, al-Buthi, al-Ghumari bahkan al-Kautsari pembesar mereka!! Kenapa pula anda mencantumkan kitab-kitab sesat dari kaum shufiyun dan syiah di dalam membantah dakwah wahabiyah!! Allahumma, sungguh miskin sekali dirimu wahai Mudzabdzab!!!

Saya lanjutkan kembali dengan menukil perkataan anda dan saya bidikkan kembali ke anda : Lalu apakah tidak boleh seseorang yang mengambil pendapat Imam Malik (yang menjadi pewaris madzhab Sahabat, tabiin, tabiut tabiin); lalu Imam Ahmad (yang hafal 400 ribu hadis), imam syafii yg menulis kitab Al-Umm, Ar-Risalah (yg juga berisi ribuan hadis); dan Imam Abu Hanifah yg menulis kitab Al-Mabsuth( ) dll (yg berisi juga hadits2 dan fatwa as-Salaf ash-Sholih) dan Ulama Mujtahid lainnya.

Lalu adakah salah satu tokoh HT yang punya karya melebihi al-Muwatho Imam Malik, atau yang hafal hadis lebih dari 400 ribu seperti Imam Ahmad, atau kitab fiqhsunnah seperti Al-Umm atau Al-Mabsuth !!! Tidak ada, lalu bagaimana anda dan kelompok anda bisa mengatakan hal seperti itu !!! Sungguh ucapan seperti ini merupakan bentuk kekurangajaran kepada para Ulama Mujtahid yg dilontarkan dari orang jahil yg sama sekali tidak mencapai barang secuil dari ilmu para Imam Mujtahid (yg sering sok tahu dg mengklaim paling berpegang dg ushul fiqh dan manhaj tarjih!!!), dan pada saat bersamaan menuduh para Ulama yang mengambil pendapat dari alQuran, as-Sunnah dan atsar Shahabat sebagai orang yang kurang ajar.

Padahal sebenarnya mereka inilah Syaikh Ibnu Bazz, Ibnu Utsaimin dan alAlbany- yg paling layak disebut sebagai pewaris madzhab Salaf dlm Aqidah dan fiqh karena dekatnya ilmu mereka dg pemahaman Sahabat, tabiin, dan tabiut tabiin dan banyak ahli ilmu!!!

Saya katakan : Jangan lihat kitab Syakhsiyah Al-Islamiyah (nb : karya Syeikh An-Nabhani), Jangan pula Nidhomul Islam ataupun ad-Dusiyah!!! Yang isinya penuh dengan penyimpangan-penyimpangan dan penyelewengan lihatlah al-Quran dan as-Sunnah dan kitab-kitab Aqidah para imam salaf Syarah Ushul Itiqod Ahlus Sunnah, Asy-Syariah, Syarhus Sunnah, Kitabus Sunnah, Ushulus Sunnah, dll