ISTIQAMAH DI JALAN ALLAH - 6
Juga berusaha menjauhi perbuatan maksiat atau hal yang tidak bermanfaat, Allah Azza wa Jalla berfirman, Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah - Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui. (QS. 3:135). Yang dimaksud dengan al-ishrar (meneruskan perbuatan kejinya) dalam ayat diatas adalah Seorang mengerjakan dosa kemudian menyepelekannya. (Syabul iman Imam Al Baihaqi no 7154). Dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda Termasuk kebaikan islam seseorang ,meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya [HR- At-Tirmidziy-hasan].

Untuk menjaga keistiqamahan Syaikh Abu Mushab dalam kitabnya al- Ilmam fi Asbaab Dho fi al-Iltizam menyebutkan beberapa perbuatan yang bisa melemahkan keistiqamahan diantaranya lemahnya keikhlasan, kurangnya ilmu syari dan jauhnya dari ahli agama, futur, lemahnya muhasabah, sibuk dengan keluarga, al-Faudhawiyah (kesemrawutan), sibuk dengan aib orang lain, tidak menghargai waktu, bergaul dengan orang yang tidak baik, dan tidak mempunyai semangat dan harapan.

Akhirnya marilah senantiasa kita berdoa kepada Allah Dia memberikan kita keistiqamahan hati di dalam agama-Nya sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah seperti yang diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi beliau berdoa:

ketika ditanya oleh Ummu Salamah kenapa begitu sering mengucapkan doa tersebut, Beliau menjawab; Wahai Ummu Salamah ! sesungguhnya tidak ada satupun anak Adam kecuali hatinya berada diantara jari-jari Allah . Kalau Dia Berkehendak untuk menjadikannya istiqamah ia jadikan, dan barangsiapa yang dikehendaki untuk menyeleweng Diapun berkuasa. Kemudian Rasulullah membaca ayat:

Artinya, Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)" (QS. 3:8).