MEMORIA - 60
Waktu-waktu kami yang letih telah

Kaujauhkan dari tanganmu yang putih.

Kami biarkan hablur cinta menjelajah

Mengenang saat kaubiarkan kami tertatih.

Adakah yang lebih karib dari kematian

Ketika bahaya bergembira mengintai

Seperti malam yang penuh pengertian

Membiarkan sulur-sulur gelap menjuntai

Engkau diam. Sedangkan kami terus bersandiwara

Memainkan sebuah skenario agung perjalanan tanpa

Ujung. Di lorong gelap dan buta, tangan-tangan lara

Dan sukacita bergandengan meniscayakan hampa.

Kegelapan yang terjal

Memaksa kami menanjak

Menelusuri lekuk ajal

Dalam malam yang menjejak.

Kepasrahan meminta kami mengalah

Agar dengan lapang kauselesaikan

Permainan skenario agung ziarah

Yang bagi kami telah kauciptakan.

(Naimata, Juni 2011)