YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 60
Tidak bisa dipungkiri, kehadiran teknologi informasi saat ini amatlah membantu kemudahan bagi penggunanya. Khususnya lagi, handphone yang semakin sulit dipisahkan bagi banyak orang. Tidak hanya di kalangan menengah ke atas saja, menengah ke bawah pun demikian.

Disadari atau tidak, saat ini banyak orang sudah mulai tergantung pada handphone. Lihatlah di mana dan kapan saja orang berada, handphone selalu ada di dekat mereka. Saking sudah merasa begitu pentingnya, terasa ada kehilangan besar jika handphone tidak terbawa. Sepertinya, lebih baik ketinggalan dompet atau barang lain di rumah daripada ketinggalan handphone.

Namun, di balik manfaat yang dihadirkan handphone, banyak juga kerugian yang ditimbulkannya. Saya cermati perilaku penggunanya. Banyak nilai-nilai kebaikan yang luntur karena handphone. Berikut ini catatan kecil saya. Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah dan mampu memperbaikinya.

Pertama, pemborosan. Hal ini terjadi pada mereka yang memfungsikan handphone hanya sebagai alat hiburan atau main-main; tidak untuk hal-hal produktif. Pelajar, remaja, dewasa, bahkan orangtua terjangkit hal ini.

Uang habis untuk membeli pulsa yang hanya digunakan untuk hal-hal mubazir. Aktif di media sosial, SMS-an, dan lainnya. Padahal, secara kemampuan ekonomi, mereka belum mampu dan tidak pas untuk halhal seperti ini. Uang bisa dikelola dengan lebih bijak lagi untuk hal-hal yang lebih penting dan bermanfaat.

Kedua, membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sering kita jumpai di jalan, orang dengan asyik dan seenaknya main handphone ketika sedang mengendarai motor atau mobil. Berapa banyak kecelakaan lalu lintas yang disebabkan karena kebiasaan buruk ini

Mereka tidak pernah berpikir bahwa hal itu sangat membayakan keselamatan dirinya dan orang lain. Sebenarnya, masih ada cara lain yang lebih baik dan bijak jika itu memang benar-benar penting. Bisa menepi sebentar. Setelah selesai menelepon atau SMS-an baru melanjutkan perjalanan. Di beberapa negara maju, bahkan sudah diberlakukan denda yang berat jika diketahui berkendara sambil bermain telepon.

Ketiga, kurang menghargai orang lain. Bagaimana perasaan kita jika orang lain yang sedang kita ajak bicara, pandangan matanya tidak menatap ke kita, tapi malah asyik ke layar handphone

Hal seperti ini juga merambah ruang meeting. Ketika seorang presenter sedang menyampaikan materinya, tidak sedikit pendengar atau peserta meeting lain malah bermain-main dengan handphone. Padahal, orang yang sedang berbicara di depan adalah pimpinan atau atasan kita.

Kejadian serupa banyak terjadi pula ketika sedang makan bersama. Momen makan bersama dengan keluarga atau tamu yang mestinya

Belajar dan Belajar

bisa dimanfaatkan dengan baik untuk komunikasi dan kebersamaan, luntur karena handphone. Bahkan saat ini, lebih penting mengambil gambar makanan yang akan kita santap lantas meng-upload di status kita daripada berdoa sebelum makan.

Keempat, mengganggu kesehatan. Berapa banyak kerugian yang kita derita untuk hal yang satu ini Handphone sebenarnya juga berbahaya bagi kesehatan kita jika digunakan terus-menerus dan dalam jangka waktu lama.

181

Saat ini, mungkin kita belum merasakan, karena memang efeknya baru terasa dalam waktu lama. Apalagi kalau penempatannya sembarangan. Saking tidak bisa jauh-jauh darinya, ketika hendak tidur pun masih bersama handphone. Sampai-sampai ketiduran dengan handphone yang berada di dekat bantal. Tidak sadar bahwa hal ini membahayakan bagi kesehatan, terutama otak kita.

Kelima, mengganggu orang lain. Tidak jarang saya menjumpai, ketika sedang sholat berjamaah di masjid, tiba-tiba ada handphone yang berdering dengan kerasnya. Otomatis kekusyukan orang yang sedang sholat akan terganggu. Hal ini mestinya bisa dicegah dengan kebiasaan mengatur nada panggil kita di posisi silent. Berlaku juga ketika kita memasuki ruang meeting, rumah sakit, dan tempat umum lain.

Keenam, mempermudah maksiat. Efek negatif ini sepertinya yang paling merebak. Berapa kasus perselingkuhan yang berawal dari SMS-an atau BBM-an

Belum lagi pornografi. Dulu, sebelum ada handphone, kalau mau lihat-lihat hal berbau porno, orang harus bersusah-susah dulu. Harus menyewa VCD ke kota, dengan konsekuensi, kehilangan waktu dan tenaga. Sekarang ini sudah tersedia dengan mudahnya di saku celana, tinggal pencet saja. Perlu pemahaman dan pengawasan yang ketat soal ini kepada anak-anak kita.

182

Mungkin, masih banyak lagi efek negatif yang belum saya sebutkan di sini. Setidaknya, cukup sebagai reminder kita semua agar lebih bijak dalam menggunakan handphone. Maksimalkan manfaatnya dan hindari kerugian yang ditimbulkannya.

09 Januari 2014