YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 63
Tulisan ini saya buat di Kompleks Pesantren Putri Darul Quran Cikarang Bekasi. Ya, hari ini saya mendampingi Wening, anak pertama saya, yang sedang tes untuk menjadi santriwati di pesantren pimpinan Ustad Yusuf Mansur tersebut.

Karena tes dimulai pukul 08.00 pagi, pada Sabtu siang saya sudah berangkat dari Solo. Saya menginap semalam di rumah Mas Dodong, sahabat saya di bilangan Tebet Jakarta Barat. Subhanallah, saya diterima dengan hangat oleh Mas Dodong dan keluarganya. Tidak hanya itu saja, dia men-support full selama tes sampai selesai.

Pukul 07.00 saya sudah sampai di lokasi Pesantren Darul Quran, sejam lebih awal dari jadwal tes. Sebagai rangkaian ikhtiar, saya ajak Wening untuk Sholat Dhuha dan berdoa agar diberi yang terbaik atas tes hari ini.

Saya beri pemahaman bahwa tugasnya adalah berusaha semaksimal mungkin. Urusan hasil, biarlah Allah yang menentukan. Jadi nantinya,

190

diterima atau tidak, itulah yang terbaik. Terbaik dari Allah sudah pasti yang terbaik bagi hambanya. Jadi, kalau diterima itu karena anugerahnya, jika tidak diterima pun tidak akan kecewa. Masih ada jalan dan tempat lain yang bisa dicoba.

Hari ini adalah tes hari kedua, khusus calon santriwati dari luar Jabodetabek. Untuk calon santriwati yang berasal dari Jabodetabek, sudah dilakukan kemarin. Tesnya sendiri terdiri dari tes kesehatan, wawancara, dan membaca Al-Quran.

Saya lihat banyak juga peserta tes hari ini. Asalnya pun dari berbagai daerah di Indonesia. Sempat saya berkenalan dengan beberapa, di antaranya datang dari Purwokerto, Pemalang, Lombok, dan Ambon. Semua antusias untuk memasukkan anaknya, belajar Al-Quran di Darul Quran.

Di saat Wening sedang menjalani tes, saya banyak berzikir dan berdoa yang terbaik untuknya. Mudah-mudahan apa yang menjadi cita-citanya menjadi hafizah tercapai di Darul Quran.

Dia punya cita-cita jauh ke depan. Dia ingin melanjutkan kuliah ke Madinah Saudi Arabia. Sebuah cita-cita yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Cita-cita yang membanggakan kami sekeluarga. Cita-cita yang sampai sekarang gampang sekali membuat saya menangis setiap saat.

Ya Allah, inikah jawaban atas doa-doa yang kami panjatkan di setiap sepertiga malam-Mu

Wening ingin banyak belajar Islam di kota Rasulullah tersebut. Dia sudah mencari banyak informasi dari internet soal kuliah dan bekerja di sana. Dia ingin suatu hari nanti bisa membantu dan membimbing jamaah haji atau umroh dari Indonesia.

Ya Allah Yang Maha Berkehendak, mudahkanlah anakku untuk mewujudkan cita-cita mulianya itu. Suatu hari nanti di Padang Mahsyar dia ingin memberikan mahkota terbaik untuk kedua orangtuanya. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu-lah kami mohon pertolongan. La haula wala quwwata illa billah. Amin ya Robbal alamin.

26 Januari 2014