MEMORIA - 64
Adalah buku-buku yang tercecer

Di atas kasur, bertemankan kehilangan

Dan alfabet yang tak lengkap.

Adalah jawaban tugas-tugas adik

Yang perlahan dirunut kakek kembali

Dengan mulut renta dan mata tuanya.

Adalah sirih-pinang nenek

Ditawarkannya lembut pada tetamu

Dengan senyum dan keriput cantiknya.

Adalah mata mungil rumah yang berkaca

Menahan beratnya beban perpisahan

Bertualang di bawah terik matahari.

Adalah omelan khas ibu

Senantiasa kami rindukan

Ketika jarak memisahkan rumah.

Adalah tawa renyah ayah

Menyembunyikan punggung penuh luka

Melingkari meja makan malam ini.

(Naimata, Oktober 2011)