MEMORIA - 65
Kuucapkan selamat pagi padamu

Karena matamu yang menyimpan matahari

Bersinar perlahan mencairkan hatiku.

Kuucapkan selamat pagi padamu

Karena matahari yang menyimpan matamu

Hidup abadi dalam setiap sembahyangku.

Kuucapkan selamat pagi padamu

Karena semalam aku melihat matamu

Memimpikan pelabuhan abadiku dibangun.

Kuucapkan selamat pagi padamu

Karena ciuman mataharimu yang mendayu lembut

Mengekalkan gelora lautan dalam dadaku.

Kuucapkan selamat pagi padamu

Karena pagimu adalah ketabahan salib

Memaafkan luka dalam setiap perjalanan hidup.

Kuucapkan selamat pagi padamu

Karena pagi ini aku menginginkan sebuah pagimu

Menjadi matahari bagi pagi-pagi panjangku.

Kuucapkan selamat pagi padamu

Karena perjalanan kembara setiap hidupku

Meniupkan doa bagi cahaya ajaib matamu.

Kuucapkan selamat pagi padamu

Karena sungguh aku pengagum keajaiban

Mengapakah waktu-waktumu selalu pagi

(Naimata, Oktober 2011)