Karena matamu yang menyimpan matahari
Bersinar perlahan mencairkan hatiku.
Kuucapkan selamat pagi padamu
Karena matahari yang menyimpan matamu
Hidup abadi dalam setiap sembahyangku.
Kuucapkan selamat pagi padamu
Karena semalam aku melihat matamu
Memimpikan pelabuhan abadiku dibangun.
Kuucapkan selamat pagi padamu
Karena ciuman mataharimu yang mendayu lembut
Mengekalkan gelora lautan dalam dadaku.
Kuucapkan selamat pagi padamu
Karena pagimu adalah ketabahan salib
Memaafkan luka dalam setiap perjalanan hidup.
Kuucapkan selamat pagi padamu
Karena pagi ini aku menginginkan sebuah pagimu
Menjadi matahari bagi pagi-pagi panjangku.
Kuucapkan selamat pagi padamu
Karena perjalanan kembara setiap hidupku
Meniupkan doa bagi cahaya ajaib matamu.
Kuucapkan selamat pagi padamu
Karena sungguh aku pengagum keajaiban
Mengapakah waktu-waktumu selalu pagi
(Naimata, Oktober 2011)