MEMORIA - 66
/1/

Ayah pulang, Kakak. Ayah pulang!

Dibawakannya sebingkis kenangan,

Seteguk harapan dan hati tualang.

Kau tersenyum padaku. Di pergelangan

Tanganmu ada amanat yang dititipkan

Ibu bagi hari-hari tuanya kelak.

Salib yang dulu direkatkan ayah dan ibu

Di dahimu sebelum kau memulai tualangmu

Memainkan lelayang ingatan di bawah

Langit cerah, kini berkilau laksana

Kunang-kunang yang beterbangan

Dalam setiap bisik doa ayah dan ibu.

/2/

Bantu aku menghitung bilangan ini,

Kakak. Ibu guru telah memintaku

Melipatgandakan senyum dan kebaikan

Dari hasil penjumlahan kunang-kunang

Dalam setiap bisik doa ayah dan ibu.

Kuambilkan kau jaring paling rapat.

Kuberikan kau malam paling pekat.

Adakah cahaya kunang-kunang terlihat

Tiadakah kepak mungil mereka mendekat

(Naimata, Oktober 2011)