Adalah kembali belajar menulis
Rima dan bait yang harmonis,
Impian puisi dalam lelap kata,
Alfabet sepasang kaki kanak-kanakmu yang liat.
Rinai hujan perlahan gugur di awal Maret
Yang menempias di pelataran masa kecilmu
Semoga kelak kaupakai membangunkanku dari
Tidur panjang, mapan mimpi, dan lelah jiwaku.
Aku mencintaimu, Sayang. Aku mencintaimu!
(Naimata, Oktober 2011)