Berbicara tentang Wahsyi, banyak orang yang hanya tahu dan mengingat dia sebagai orang yang sangat brutal ketika Perang Uhud. Setelah berhasil membunuh Hamzah, dia mengeluarkan jantung Hamzah yang sudah tewas. Tidak sampai di situ, dia juga memotong dua daun telinga, hidung, bibir, dan mencukil kedua matanya lantas diserahkan kepada majikannya sebagai bukti bahwa dia sudah berhasil membunuh Hamzah.
Hal ini dilakukan lantaran Wahsyi dijanjikan oleh majikannya bahwa dia akan dimerdekakan jika berhasil membunuh Hamzah. Iming-iming itulah yang mendorong dia maju ke medan laga walaupun sebenarnya dia bukan jago perang.
Namun, Wahsyi mempunyai keahlian yang tidak dimiliki oleh orang lain, yakni ahli melempar tombak atau lembing. Hampir-hampir dia tidak pernah meleset ketika melakukan itu. Dengan cara melempar tombaklah Wahsyi berhasil membunuh Hamzah.
Jika saya berhenti mengisahkan Wahsyi sampai di sini maka Wahsyi adalah seorang pribadi yang buruk. Dia adalah musuh umat Islam.
Namun, coba kita simak perjalanan kisahnya setelah itu.
Setelah Kota Makkah berhasil dikuasai kembali oleh pasukan Muslimin, Wahsyi melarikan diri dan menepi ke arah pantai. Kala itu, istrinya menemui Nabi Muhammad SAW dan bertanya, Wahai Rasulullah, suamiku adalah orang yang berbuat banyak dosa. Apabila dia bertobat, apakah dia akan diampuni
Rasulullah menjawab, Tentu saja. Allah akan mengampuni suamimu apabila dia benar-benar bertobat.
Akhirnya Wahsyi benar-benar menemui Rasulullah dan mengampuninya. Namun, ketika Rasulullah melihat Wahsyi, dia merasa sedih dan selalu teringat wajah pamannya yang telah dirusak oleh Wahsyi. Atas kesepakatan keduanya maka Wahsyi menjauh dari Rasulullah sampai munculnya Musailamah yang mengaku nabi kala itu.
Untuk menebus dosanya, Wahsyi berjanji untuk menghabisi nabi palsu tersebut. Dan kesampaian. Dia berhasil membunuh sang nabi palsu dengan cara yang sama ketika membunuh Hamzah. Dia juga menggunakan tombak yang dipakai untuk membunuh Hamzah kala Perang Uhud.
Itulah sepenggal kisah Wahsyi. Dia adalah teladan yang bagus. Orang yang mau bertobat dan memperbaiki diri atas kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya. Dialah orang baik. Orang baik bukanlah orang yang tidak pernah berbuat salah. Tidak mungkin orang tidak pernah berbuat salah. Namun, orang baik adalah orang yang pernah berbuat salah, lantas dia mengakui, menyesali, dan memperbaikinya.
14 April 2014