benda-benda langit tergelincir dari jalannya
dan waktu terperangkap
dalam jeda yang menekan, batas yang lembab
di antara kesedihan bumi
dan gegas tugasnya yang abadi.
tapi jika aku tak mengenangmu
daun-daun tiba-tiba menua dan gugur
seperti pada hari kematian seorang kaisar
lalu segalanya tenggelam
dalam warna kulit seorang mur.
maka kucoba untuk mengenangmu
sekaligus tidak mengenangmu
dan kulihat kau di jalan-jalan, di kamar-kamar tidur,
di atas menara-menara gereja,
serta di mana saja kapal-kapal berlabuh;
dalam sosok seorang keling yang berkabung
atau burung-burung pajangan dari kayu
yang merasa asing pada udara;
kulihat kau menunggu
dan tidak menunggu,
memburu sesuatu yang tak lagi ada.
/2012