KEPULANGAN KELIMA - 7
biar kulepaskan kau bayi mungil lucuku

bayiku gemuk berkulit gelap bermata

sayu dan berbibir agak tebal beri

kesempatan aku untuk melupakanmu

biar kutitipkan kau pada semesta

sebab merawatmu,

sama saja menyaksikan kematianmu pelan-pelan rambut

keriting hitam di kepalamu belum mengerti mahalnya susu

dan makananmu di negeri ini harganya telah membuat

ayahmu mati kemarin pagi dikeroyok manusia satu terminal

di tanah yang katanya surga tropis ini serigala dan

setan bersindikat menjadi raja rimba ini persoalan

tak sederhana, nak mata sayumu terlampau bening

untuk paham segala jadi, biarkan kutitipkan kau pada

alam raya tidur yang nyenyak di keranjang ini,

menangislah esok di dingin pagi semoga seorang

bingung berkenan menjemputmu kelak jangan percaya

pada siapa pun jangan pernah cari aku,

ibumu apalagi ayahmu

: ia telah mati kemarin pagi dibacok orang satu

terminal lantaran ketahuan menyobek tas

seorang penumpang

jangan pernah cari aku

aku akan mulai berdandan dan bersahabat dengan malam

menjual daging berlendir sambil menertawakan nasib

yang makin muram ijazah tamat SMP-ku, sudah lama aku

lupakan

telah lama hilang bersama banjir dan hujan di rumah bocor kita tidurlah

dan esok pagi menangislah

aku, ibu kandung yang secara halal dan sah menikah dengan ayahmu

akan pergi mengganti semua identitas kau bukan anak haram,

hanya saja kau lahir pada keluarga yang salah

kami manusia miskin yang tak mau berbagi kemiskinan denganmu

sayang