bayiku gemuk berkulit gelap bermata
sayu dan berbibir agak tebal beri
kesempatan aku untuk melupakanmu
biar kutitipkan kau pada semesta
sebab merawatmu,
sama saja menyaksikan kematianmu pelan-pelan rambut
keriting hitam di kepalamu belum mengerti mahalnya susu
dan makananmu di negeri ini harganya telah membuat
ayahmu mati kemarin pagi dikeroyok manusia satu terminal
di tanah yang katanya surga tropis ini serigala dan
setan bersindikat menjadi raja rimba ini persoalan
tak sederhana, nak mata sayumu terlampau bening
untuk paham segala jadi, biarkan kutitipkan kau pada
alam raya tidur yang nyenyak di keranjang ini,
menangislah esok di dingin pagi semoga seorang
bingung berkenan menjemputmu kelak jangan percaya
pada siapa pun jangan pernah cari aku,
ibumu apalagi ayahmu
: ia telah mati kemarin pagi dibacok orang satu
terminal lantaran ketahuan menyobek tas
seorang penumpang
jangan pernah cari aku
aku akan mulai berdandan dan bersahabat dengan malam
menjual daging berlendir sambil menertawakan nasib
yang makin muram ijazah tamat SMP-ku, sudah lama aku
lupakan
telah lama hilang bersama banjir dan hujan di rumah bocor kita tidurlah
dan esok pagi menangislah
aku, ibu kandung yang secara halal dan sah menikah dengan ayahmu
akan pergi mengganti semua identitas kau bukan anak haram,
hanya saja kau lahir pada keluarga yang salah
kami manusia miskin yang tak mau berbagi kemiskinan denganmu
sayang