matahari dalam dada
malam turun seperti tujuan bagi tidur
dan kematian. memelukku
(api mataku, kobarlah! jangan beri
padam kata-kata karena keasingan
yang kita cintai adalah buku-buku
bagi darah dan kepalan menyusun
tulang-belulangku pada puncak kebangkitan)
lembah-lembah meninggi mencari
langit yang lain tuhan dan
kemabukan engkau yang jelita
dan ketiadaan seperti aku, lahir
dan mati ketersesatan yang
mengikatkutukan kita ada
Yogyakarta, 2012