GARIS PEMISAH ANTARA DAKWAH SALAFIYYAH DAN DAKWAH HIZBIYYAH - 7
Garis pemisah berikutnya yang membedakan antara dakwah salafiyyah dan dakwah hizbiyyah adalah sikap terhadap bid'ah dan ahli bid'ah serta bagaimana sikap yang benar di dalam mu'amalah dengan mereka.

Para ulama Ahli Sunnah telah memaparkan dalam kitab-kitab mereka sikapsikap tehadap bid'ah, mereka bantah para pemilik kebatilan, mereka jelaskan kebid'ahan-kebid' ahan mereka di dalam masalah aqidah, manhaj, ibadah, akhlak, dan mu'amalah. Demikian juga mereka telah menjelaskan sikap-sikap terhadap ahli bid'ah dan mu'amalah dengan mereka.

Tidak pernah muncul suatu bid'ah dalam umat melainkan diingkari oleh salaf dari kalangan sahabat, tabi'in, dan para imam agama ini yang mengikuti mereka dalam kebaikan. Mereka selalu memperingatkan umat dari bid'ahbid'ah ini dan mengingkari ahli bid'ah atas kebid'ahan mereka. Mereka menampakkan sikap berlepas diri dari ahli bid'ah dan menyatakan kebencian dan permusuhan terhadap ahli bid'ah sampai mereka bertaubat.

Dari Ibnu Umar rodhiyallahu anhuma bahwasanya dia berkata kepada seseorang yang menyampaikan berita kepadanya tentang kelompok Qodariyyah: "Jika engkau bertemu mereka beritahukan bahwa Ibnu Umar berlepas diri dari mereka dan mereka berlepas diri dari Ibnu Umar." (Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shohih-nya 1/140)

Dari Abul Jauza' rohimahulloh dia berkata : "Kalau aku bertetangga dengan kera dan babi itu lebih aku sukai daripada bertetangga dengan seorang dari ahli bid'ah." (Dikeluarkan oleh Ibnu Baththoh dalam Ibanah Kubro 2/467 dan Lalika'i dalam Syarh Ushul I'tiqod 1/131)

Bahkan ulama salaf menolak pemberian dan hadiah dari ahli bid'ah lantaran hal itu akan memunculkan kecintaan kepada mereka, karena tabiat manusia adalah suka kepada siapa yang berbuat baik kepadanya. Tidak mungkin seseorang menerima pemberian dan hadiah ahli bid'ah kemudian mengaku membenci mereka, hal ini mustahil secara syar'i dan logika. (Lihat Mauqif Ahlis Sunnah min Ahlil Ahwa' wal Bida' 2/473)

Al-Imam Abdulloh bin Mubarok rohimahulloh berkata : "Aku tidak pernah melihat harta yang lebih binasa daripada harta ahli bid'ah." Dia juga berkata : "Ya Alloh, janganlah Engkau jadikan bagi ahli bid'ah jasa terhadapku sehingga hatiku mencintainya. " (Dikeluarkan oleh Lalika'I dalam Syarh Ushul I'tiqod Alhi Sunnah 2/158)

Jika ada kelompok dakwah yang menyelisihi jalan salaf dalam menyikapi bid'ah dan ahlinya, maka mereka adalah penyebar dakwah bid'ah dan hizbiyyah.