Fa's Journal: Super Fabulous Women - 7
Time : Tuesday, 20 August 2013 3:14 PM

From: Kayla

To: Fa

Subject: Ketemuan yuk

Faaaa....

Mau ikutan ke Pulau Seribu, ga

Kebetulan suami sedang tugas di luar kota, dan anak-anak sedang

diminta kakek neneknya buat nginep.

Aku lagi jenuh juga kerja. Kebetulan long weekend, iseng-iseng

ikut paket tur ke Pulau Seribu. Murah Fa, cuma 300 ribu 2 hari

1 malam.

Anak-anak gank kita lainnya juga ikut loh. Kamu juga ikut ya.

Temenin aku. Weekend ini. Pleaseee ....

***Berharap Fa ikut***

Time : Tuesday, 20 august 2013 4:07 PM

From: Fa

To: Kayla

Subject: Re: Ketemuan yuk

This weekend Seriously

Mmmhhh ... let me think Mmmhhh ....

Di agenda Fa, sebetulnya mau spa, hihihi .... Tapi kayaknya

ke Pulau Seribu lebih seru juga ya. Terakhir Fa ke sana waktu zaman SD dulu. Hihihi ... jadul banget.

Well, I am in, deh.

Ketemu di mana

Kirim nomor rekening bank ya biar Fa transfer.

Time : Tuesday, 20 August 2013

4:15 PM

From: Kayla

To: Fa

Subject: Re: Re: Ketemuan yuk

Sippp .... Youre the best. Aku sms ya no. rek-nya.

Detail acara di email terpisah ya Fa.

See you around, Sabtu subuh.

Kerja PNS, Kerja Komitmen dan Dedikasi

Itu awal cerita kenapa Fa nulis tentang PNS.

Kami se-gank cewek-cewek cantik mempunyai agenda jalan-jalan

heboh ke Pulau Seribu. Bisa ketebakkan kalo yang namanya cewek

jalan-jalan, pasti ada sesi bergosip-gosip ria. Tempatnya gak

pandang lokasi, mulai dari pojokan perahu yang super padat yang

membawa kami ke pulau, sudut penginapan, kamar, bahkan saat

bersepeda ria.

Tidak terkecuali Fa. Ada momen capcus bergerombol, ada

juga one on one. Kadang sama Venna, sama Kayla juga, bahkan

tour guidenya juga ikutan curhat tentang bosannya dia dengan

profesinya.

Balik lagi soal PNS, it just happened, Fa sepedaan bonceng Kayla,

memutari Pulau di Sabtu sore.

Kayla pun bercerita betapa stresnya dia dengan pekerjaannya

sebagai PNS yang kerap meninggalkan anaknya yang masih balita

karena harus tugas ke luar kota.

Dengan mata berbinar sayu, Kayla menceritakan tuntutan

pekerjaan yang mengharuskan dirinya bekerja ke luar kota hampir

dua kali seminggu. Itu berarti dia harus meninggalkan anaknya

di rumah lebih dari dua hari. Sementara suaminya yang pegawai

swasta juga sibuk. Untungnya, load kerja suami tidak seberat

Kayla. Masih bisa pulang rutin jam 5 sore.

Kayla, yang umurnya lima tahun di atas Fa, berulang kali

mengurungkan niatnya untuk mempunyai anak lagi. Kondisi ini

juga kerap menjadi pemicu perselisihan dengan suaminya.

Bayangin Fa, aku bahkan gak liat waktu anakku mulai melangkah

untuk pertama kalinya. Di kerjaan juga, aku sering lembur sampai

subuh buat input data-data dari seluruh Indonesia. Pokoknya udah

kayak robot deh Fa.

Kayla juga cerita peer pressure yang luar biasa berat dan tuntutan pekerjaan yang tidak jelas reward-nya. Katanya orang yang bekerja dan tidak bekerja, sama saja honornya. Belum lagi kalau dihitung untuk pengorbanan moral meninggalkan quality time bersama keluarga.

Kayla dengan nyerocosnya menuturkan kalo di swasta enak Fa, lembur jelas hitungannya. Kerja dihargai. Progress kerja juga terus dimonitor. Belum lagi bonus-bonus reward kerja. Nah di tempatku

Gak pernah jelas aturannya. Bias semua. Bisa dapet tambahan uang kalo kerja ke luar kota. Kalo di ruangan aja, gak ada. Jadinya mau gak mau kita harus ke luar kota. Tuntutan pekerjaan. Apalagi kalo udah rapat koordinasi tingkat nasional. Kalo gak ikut, siapa lagi yang pegang substansi katanya lirih.

Begitulah keluhan Kayla. Dia sendiri bingung mau sampai kapan seperti itu. Obsesi jadi dosen pun belum bisa karena terhambat belum sempat sekolah S2. Kesempatan beasiswa ada tapi waktu yang gak ada.

Gak cuma temen PNS cewek, yang cowok pun merasakan rindu yang amat sangat dengan istri dan anaknya. Kalau sedang tugas ke luar kota, pasti status BBM-nya Papa kangen Adin Miss my family Kapan pulang melihat malaikat kecilku Bunda dan anakku. Ternyata mereka juga punya hati nurani tetapi mungkin lebih bisa menyembunyikan ekspresi mukanya.

Kalo urusan penampilan, jujur, Kayla bukan seperti gambaran PNS kebanyakan yang sepertinya hobi pakai baju-baju longgar beberapa size dan bersepatu seadanya.

Yang Fa salut sama Kayla, urusan work outfit fashion bener-bener jadi perhatian utamanya. Standar profesional muda, light make up, colourful, high heels, dan aksesori sederhana lainnya.

Kereeennn .... gak keliatan PNS-nya.

Kayla bilang memang dia dari awal mau ciptain self image yang baik. Dia gak mau dipandang rendah sebagai PNS. At least, katanya, dia mau orang dapat melihat kecerdasan dan profesional kerjanya dari kesan pertama. Setelah itu dia akan buktikan bahwa dirinya betul-betul profesional.

Tapi ya itulah .... Dilema antara karir dan keluarga. Satu sisi, Kayla gak mau kehilangan momen melihat anaknya berkembang. Di sisi lain, Kayla juga menikmati pekerjaannya (yang memang katanya bikin stress tapi challenging).

Kalo bukan aku dan generasi aku turut kontribusi ke Indonesia yang bekerja di dalam sistem, lalu siapa lagi Fa Kamu mau Kamu di luar sistem. Kamu bekerja yang terbaik untuk diri sendiri, lingkungan, dan yang gaji kamu.

Nah aku Aku kerja untuk Indonesia yang lagi mengalami krisis pencitraan buruk. Korupsi sana sisi. Ketidakpercayaan publik. begitu katanya. Idealis banget.

Dan Fa suka. Suka banget. Fa lihat indikasi banyak juga tementemen seangkatan Fa yang idealis, ganteng-ganteng, cantik-cantik. Mereka PNS. Mereka juga mempunyai idealisme yang sama dengan Kayla. Fa sukaaa banget.

Sebenernya kalo Fa rangkum, satu tujuan mereka, ingin Indonesia yang lebih baik.

Dunia yang Fa pikir sangat sederhana, ternyata kompleks sekali di dalamnya.

Selama ini Fa selalu mempunyai pikiran stereotype kerja PNS yang santai, pulang siang, dan penampilan jadul. Ternyata menjadi berbeda dari sudut pandang Kayla.

Semoga aja ya mereka gak lupa sama idealismenya kalo udah berhasil kelak. Tapi Fa percaya kok, pasti mereka tetep komitmen.

Dan Fa juga akan berjuang untuk Indonesia dengan cara Fa sediri.

Mmhh.... ~~~