LELAKI-LELAKI MERBAHAYA - 70
Tatkala tetek dengan tetek berlaga... sumbat kering dalam jelaga... nisan lembut tak bertulang menusuk kiri...

menghentam kanan... gunung daik kini bertemu cabang dua... bila henti, kembali sungai mengalir ke tengah... jilatlah piala kemenangan warna pink merah basah itu... di celah-celah kaedah binatang dan rakus tak bertempat... sudah satu dia puaskan, jangan dibilang... kerana dunia belum hilang... kerana masa masih berdetik... dia mundar mandir di jalan itu...

menarik kelambu asap noda seksa pembawa celaka... diam berisi ada serbi bisa sendi... Kau hulur tangan, aku hulur cipap terus diragut kerengkot malang sendu...

dibawa cerap malam di dalam Daihatsu biru dan lagu sedih... ke destinasi yang tak pasti... untuk warkah yang sememangnya sudah basi... sekali lagi, rela kau ditikam... bertubi-tubi dan disiat-siat kontradiksi atas dan bawah... kau mengaung.. antara sakit dan sedap... antara bau dan asap...

antara gelap dan terang... antara ghairah dan durka... engkau mengaku engkau tuhan..

dan engkau terus mati dibawa angin dosa malam... dan hanyut di lembah syurga ciptaanmu... dan lagendamu terus menjadi sebutan para pencari babi-babi gelap...

Hikayat Senandung Puteri Sial....