Pikir saya, kalau pencuri masuk ke rumah saya pasti rugi. Apa yang mau diambilnya Kali ini ketika semua terkunci, eh malah ada pencuri yang masuk dengan cara paksa.
Tidak menyangka sama sekali kalau Senin pagi saya akan mengalami hal ini. Seperti biasa, saya bangun pukul 03.30. Sebenarnya, pukul 03.00 saya sudah terbangun tapi masih ogah-ogahan untuk segera bangkit. Masih terasa capek sehabis acara sepedaan di Jogja.
Seperti biasa, begitu bangun tidur, saya langsung mandi. Ketika hendak keluar mengambil handuk, saya dapati pintu di dapur dalam keadaan tidak terkunci. Saya ingat betul malam tadi sudah dikunci istri saya. Saya urungkan keluar untuk membangunkan istri saya terlebih dahulu.
Belajar dan Belajar
Begitu istri ke dapur, dia langsung melihat dua sepeda saya sudah tidak ada. Belum selesai keheranan, istri saya mengajak untuk melihat kondisi kamar saya. Ternyata laptop, dompet, tablet, dan handphone juga raib. Semua dibawa beserta tas. Seperti tidak percaya, tapi kok benar terjadi.
Masih untung Blackberry kesayangan saya tidak diambilnya juga. Kalau diambil pasti saya tidak bisa kerja dan kembali menulis artikel ini. Segera saya telepon kantor Polsek Gatak untuk pengaduan. Tak lama petugas langsung datang untuk memeriksa keadaan. Untuk menyelamatkan rekening bank, segera saya kontak call center untuk pemblokiran rekening. Alhamdulillah, semua masih utuh.
213
Atas kejadian ini, saya instrospeksi. Saya meyakini bahwa setiap kejadian hanya ada tiga kemungkinannya. Apakah itu ujian, teguran, atau paling berat adalah hukuman.
Kalau ini sebagai ujian, sepertinya saya terlalu percaya diri. Berarti saya sudah termasuk baik dan perlu diuji. Sepertinya yang paling pas bagi saya, antara teguran dan hukuman. Untuk itu, lebih baik saya membuat daftar pertanyaan untuk diri sendiri.
Apa ada harta haram yang saya miliki Apa selama ini sedekah saya kurang Apa ibadah saya akhir-akhir ini turun Apa saya kurang bersyukur
Semua saya jawab sendiri dengan kata, sepertinya. Sepertinya tidak ada harta haram yang saya simpan dan makan. Saya termasuk sangat hati-hati untuk hal yang satu ini. Sedekah sepertinya lebih dari cukup. Zakat mal tiap tahun saya keluarkan. Sepertinya tidak ada kekeliruan dalam penghitungannya. Ah, mungkin masih ada lainnya yang Allah tidak berkenan karenanya.
Di luar semua itu, pastilah tetap saja saya yang kurang berhati-hati. Sembrono. Terlalu percaya diri pencuri tidak akan mampir ke rumah saya. Dan akhirnya mampir beneran serta meminjam semua alat kerja saya. Entah kapan akan dikembalikan. Semoga saja dia membaca website saya ini dan tergerak hatinya untuk mengembalikan.
23 April 2014