MELANKOLIA BISU - 71
Dia menulis pantas, dia menulis rapat, dia menulis erat,

dia duduk di situ bersama bekas-bekas yang membekas di dada, dia menulis pantas,

dia terus menulis,

dia menonton, dia bersama baru. Baru menonton,

terlalu asyik, dia suka, dia ketawa, dia menangis, heronya cinta, dia mengulang, seminggu lagi, di kotak TV, dia menanti,

untuk menangis lagi, dan ketawa bersama hero sambil ditemani baru, akhir ceritanya, dia menonton lagi, dia menembus dada, dia terkejut,

dia menonton dan menonton dengan teliti, rupanya,

drama TV itu tulisan si penulis tadi, penulis yang menulis pantas, yang menulis rapat, yang menulis erat, yang duduk di satu sudut bersama bekas-bekas yang membekas di dada.

Dia adalah penulis, penulis dengan bekas, dialah penulis, menulis dengan tangis, untuk cinta dan titis, yang takkan terluah.