MEMORIA - 72
Sepasang anak kecil berlari telanjang menerjang tubuh

hujan. Tangan hujan yang lembut mengusap kepala

mereka.

Kak, kakiku sakit. Terlalu banyak kerikil yang tumbuh di

sini.

Aku juga, Dik. Tapi teruslah berlari.

Dengan segala belas kasih, hujan pun meminjamkan

sepatunya, jubahnya, sayapnya, juga senyum dan

kegembiraannya pada sepasang anak kecil itu.

(Naimata, 30 Desember 2011)