Seorang presiden akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya. Kelak, dia akan dimintai pertanggungjawaban atas istri dan anaknya.
Seorang pimpinan perusahaan bakal dimintai pertanggungjawaban atas semua staf dan karyawan yang dipimpinnya. Itulah mengapa saya membuat program-program di mana perusahaan lain sangat jarang menjalankan. Saya selalu mengingatkan akan pentingnya sholat, mengaji, dan sedekah. Bahkan tidak hanya mengingatkan, tapi saya selalu berusaha untuk memberi contoh.
Alhamdulillah, sampai sekarang masih berjalan dengan baik untuk sholat dan mengaji tiap pagi di kantor. Saya ingin sebelum bekerja semua ingat Allah yang telah memberi umur, rezeki, dan semua kenikmatan lainnya. Saya berharap, dengan begitu, akan tumbuh kejujuran, amanah, dan tanggung jawab.
Kelak di Akhirat, saya tidak mau diseret oleh malaikat dan dihadapkan pada Allah dengan banyak dakwaan. Saya tidak mau dituntut karena tidak pernah mengingatkan sholat. Saya tidak mau didakwa ada pembiaran anak buah saya tidak bisa membaca Al-Quran. Sungguh sangat berat apabila itu terjadi.
Apakah kalian besok mau bersaksi, kalau saya sudah mengingatkan pentingnya sholat Apakah kalian sudah saya minta mengaji begitu tanya saya kepada mereka.
Semua menjawab, Sudah, Pak.
Merinding rasanya membayangkan dialog ini terjadi di pengadilan Akhirat, kelak.
Sungguh kalian kelak akan menyesal apabila kesempatan yang sudah saya berikan ini tidak kalian gunakan sebaik-baiknya. Apabila kalian rajin, pastilah kalian sendiri yang paling memetik hasilnya, bukan saya, tutup wejangan singkat saya.
Ya Allah, saksikanlah. Hamba sudah berusaha sebaik hamba bisa. Semoga ini akan meringankan beban hamba kelak. Bahkan sebalik nya, semoga ini menjadi ladang kebaikan bagi semuanya. Amin.
13 Mei 2014