DARI LANGIT - 73
KEKEJaMaN DaN KEKEJIaN Stalin telah terkenal di seluruh dunia. Na mun hanya sedikit penulis yang berhasil menuliskan itu semua dalam detail yang kaya dan panoramik. Dr Medvedev jelas merupakan salah satu di antaranya. Ia menulis bukan hanya sebagai seorang sejarawan yang bagus, melainkan juga sebagai seorang penuntut yang jujur dan tajam, yang menangani ka susnya berdasarkan begitu banyak informasi yang berasal dari korbankorban para tiran.

Dalam buku ini dia memperkirakan bahwa sebanyak 20 juta orang mati, dan beberapa juta orang yang lain disiksa dengan keji, di tangan pasukan polisi dan birokrasi Stalin. Dr Medvedev memperlihatkan bagaimana, dalam usahanya untuk menghancurkan sisasisa pasukan lama dari era Lenin dan mem bangun sosialisme dalam satu negara, Stalin mengg u nakan mekanisme teror. Pendeknya, bagi Dr Medvedev, Stalin telah melakukan suatu kejahatan yang sulit dicari padanannya dalam sejarah dunia... tidak ada satu tiran atau despot di masa lalu yang membunuh dan menyiksa begitu banyak warganegaranya sendiri.

Stalinisme merupakan sebuah sistem pemerintahan yang teroristik dan diktatorial, yang terkonsolidasikan melalui kultus

pribadi sang diktator. akar sistem ini, bagi Dr Medvedev, tidak terletak dalam gagasangagasan Marx atau dalam warisan revolusioner Lenin. Stalinisme hanya sebuah penyimpangan: Stalinis me samasekali bukan takterelakkan. Stalin hanyalah seorang devian keji yang merintangi komunisme dalam mem bangun suatu masyarakat yang manusiawi dan sejahtera. Stalin tidak pernah merupakan seorang komunis sejati.

Di sini kita bisa melihat bahwa, dalam usahanya yang jujur dan tajam untuk mencari kebenaran, Dr Medvedev mengulangi apologi terkenal para Leninis yang keras kepala. Bagi mereka, tidak ada satu hal pun yang secara inheren salah dengan Marxisme dan praktikpraktik revolusioner Leninis. Kegilaan dan paranoia Stalinlah yang menciptakan teror yang sis tematis dan kekaisaran kejahatan. Dengan demikian, tugas per tama untuk membangun kembali sistem Soviet adalah mencuci semua lapis noda Stalinis.

Sulit untuk menerima jenis pietisme Leninis ini. Pertamatama, kita tahu bahwa teror, sebagai alat kekuasaan, dibenarkan dan digunakan oleh Lenin. Pada 1901 Lenin berkata, Pada dasarnya kita tidak pernah meninggalkan teror dan tidak bisa meninggalkannya. Dan beberapa bulan sebelum Revolusi Oktober, ia menulis bahwa kaum Bolshevik harus menjalankan kediktatoran;dandefinisinyatentangkediktatoranadalahsebuah kekuasaan yang tidak dibatasi oleh hukum apapun, tidak terikat oleh aturan apapun, dan secara langsung didasarkan pada paksaan. Partai Bolshevik harus menjadi satusatunya pemegang kebenaran.

Bukan hanya dalam katakata dan pemikiran Lenin mempersiapkan lahirnya Stalinisme. Dalam praktik, apa yang ia lakukan ketika ia berkuasa, menurut Brzezinski, adalah kon

DESPOT PALING KEJI 529

frontasi yang hampir sepenuhnya dengan masyarakat. Lenin menciptakan sebuah partai tertinggi yang dilengkapi dengan pasukan polisi rahasia untukdalam ungkapan Brzezinski mendorong bukan meluruhnya negara melainkan masyarakat sebagai sebuah entitas yang otonom.

Lenin, dengan kata lain, mempersiapkan dasar sebuah negara yang sangat terpusat bagi Stalin, yang didasarkan sepenuhnya pada kekuatan paksaan, dan yang di dalamnya tidak ada aktivitas spontan dan otonom yang bisa dijalankan. apa yang dilakukan Stalin adalah memperluas warisan Leninis ini dalam skala yang sangat besar.

Karena itu, kita harus membaca buku Dr Medvedev dari sudut pandang ini: bagaimana seorang murid ekstrem Lenin, yang memiliki kecenderungankecenderungan psikologis seperti haus akan kekuasaan, paranoia, kekejian, dan ambisi yang tidak terbatas, mencoba dengan seluruh kemampuannya (tanpa dibatasi oleh hukum apapun, tanpa terikat oleh aturan apapun) untuk mewujudkan komunisme dalam realitas.

Mengapa Stalin sangat berhasil menjalankan hal ini apakah Rusia merupakan sebuah tanah yang subur bagi semua je nis ti ran apakah Marx benar ketika ia menulis bahwa Setiap orang memiliki aturanaturannya sendiri Dr Medvedev tampak eklektik dalam memecahkan persoalanpersoalan ini. Ia meng utip seorang penulis arab, alKawakibi, yang menyatakan bahwa orangorang awam adalah makanan dan kekuasaan se orang despot; ia berkuasa atas mereka dan dengan bantuan me reka menindas yang lain. Sampai tingkat tertentu ia juga setuju dengan Richard Pipes, yang berkata bahwa Stalinisme meru pa kan kelanjutan dari patrimonialisme Rusia abad ke18 dan 19 dal am bentuk yang lain. Namun Dr Medvedev juga tidak sepe nu hnya menolak argumen Irina Ilovaiskaya bahwa Revolusi Oktober memutus sejarah Rusia ketika ia jelas sedang bergerak ke arah liberalisasi... ke arah keseimbangan dan kestabilan Eropa.

Dari eklektisisme ini tentu saja tidak ada sesuatu yang secara teoretis dapat kita setujui atau tidak setujui. Menyetujui setiap hal berarti tidak menyetujui apapun. Namun mungkin tidak fair untuk meminta Dr Medvedev memecahkan dan menja wab pertanyaanpertanyaan tersebut. Sebagai seorang sejarawanbukan seorang teoretisiia telah melakukan tugasnya de ngan sangat baik: ia mencatat, menggambarkan, dan me nyingkap tindakantindakan seorang despot paling keji yang pernah ada dalam sejarah manusia.

21 Januari 1993