Menyambangi mataku. Meninggalkan
Jejak-jejak perih. Kenapa tidak ke perutku
Saja Celoteh seekor cicak di dinding.
Mataku mulai mengeluarkan air.
Jangan menangis hanya karena serangga,
Katanya lagi. Nanti air matamu tak
Ada bedanya dengan air mata buaya.
(Naimata, 2011)