Namun, tidak semua iri itu buruk. Tergantung pada apa yang diirikan dan sikap selanjutnya. Contohnya, iri akan kehebatan akhlak seseorang lantas mendorong kita untuk bisa meniru atau mengikuti jejaknya, tentu amatlah mulia.
Setidaknya, kita perlu iri kepada dua orang ini. Pada zaman sekarang, keduanya makin sedikit jumlahnya. Sejujurnya, kehadiran keduanya sangat dinanti di tengah-tengah masyarakat.
Pertama, orang kaya yang dermawan. Kaya bisa bermakna nikmat sekaligus ujian. Banyak orang yang sebelumnya pas-pasan secara ekonomi lantas diuji dengan keberlimpahan harta, dia tidak lulus.
Biasanya, dia amat rajin dalam ibadah lantas berubah jadi pemalas. Alasannya sedang sibuk dan berbagai macam alasan lain. Sikapnya yang semula rendah hati berubah menjadi tinggi hati.
Hal ini telah disinggung Nabi Muhammad SAW 1500 tahun lalu bahwa beliau tidak khawatir kalau umatnya diuji dengan kekurangan. Justru beliau khawatir jika umatnya diuji dengan keberlimpahan.
Orang yang kaya dan menggunakan kekayaannya untuk berbagi kepada yang lain amatlah mulia. Dia menyadari apa yang dia punya semata-mata titipan dari Allah untuk disalurkan kepada yang lebih membutuhkan. Dia bersyukur telah dipilih Allah untuk menjadi keran bagi yang lain.
Orang kaya seperti inilah yang kaya sesungguhnya.
Kedua, orang yang berilmu dan mau mengajarkannya kepada yang lain. Orang yang mau menuntut ilmu termasuk orang yang baik. Orang yang berkenan memberi fasilitas serta sarana dan prasarana untuk proses belajar dan mengajar juga baik. Namun di atas mereka, tingkatan yang lebih baik adalah orang yang mempunyai ilmu dan mau membagikannya kepada orang lain.
Orang seperti ini pintar bukan untuk dirinya sendiri. Dia pintar namun mau membuat pintar yang lainnya. Bukan sebaliknya, malah menggunakan kepintarannya untuk kepentingan sendiri yang tidak baik. Hal seperti ini banyak terjadi sekarang.
Setiap orang mempunyai peluang yang sama untuk menjadi dua orang mulia yang saya sebutkan di atas. Semua bergantung pada niat dan kesungguhan kita. Banyaklah berdoa dan berusaha untuk menuju ke sana.
Setuju
08 Juni 2014