dijaga keberlangsungannya.
Sholat terasa ringan sekali, bisa tepat waktu. Pergi ke masjid terasa bersemangat. Tidak hanya sholat wajib, sholat sunah pun bisa dilaksanakan dengan maksimal. Contohnya, Tarawih yang termasuk salah satu sholat malam. Namun, kini, dengan berkurangnya tem an, tidak ada yang berduyun-duyun lagi. Masihkah kita bersemangat untuk memakmurkan masjid Masihkah kita melakukan sholat malam
Sedekah, tidak hanya kotak masjid yang kita serbu. Ajakan berdonasi untuk Palestina yang nun jauh di sana juga ikut kecipratan kedermawanan musiman kita. Kebutuhan masjid untuk takjil, buka puasa bersama, kita juga ikut ambil bagian. Kita percaya betul kalau Allah akan mengganti semua yang kita keluarkan dengan kelipatan yang jauh lebih besar. Sekarang, masihkah kita ringan tangan untuk bersedekah
Baca Al-Quran, setidaknya sekali kita khatam. Sejumlah 9 lembar untuk tiap juznya secara disiplin bisa kita selesaikan dalam sehari. Ada yang membaca 3 lembar selepas Sholat Subuh, 3 lembar setelah Sholat Magrib, dan 3 lembar lagi setelah Sholat Tarawih. Ada juga yang ngebut, selepas tarawih langsung hajar 1 juz selesai. Padahal, pada hari-hari selain Ramadhan, selembar pun terkadang berat sekali.
Sekarang, saat sudah tidak terdengar lagi suara orang membaca AlQuran di masjid, masihkan kita semangat untuk berdisiplin 1 juz setiap hari Atau sudah kembali pada kebiasaan lama
Mestinya tidak demikian. Sebenarnya, semua kembali pada kedisiplinan kita sendiri untuk terus pada jalur yang benar, seperti Ramadhan kemarin.
Bukankah keberhasilan seseorang di Bulan Ramadhan akan tampak jelas ketika Ramadhan itu telah pergi
Ini tak berbeda dengan saat ibadah haji. Ketika pergi haji, semua sholat 5 waktu bisa dilaksanakan dengan berjamaah di masjid. Padahal, jarak masjid dari penginapan bisa lebih dari 1 kilometer. Saya bilang, itu tidak aneh, karena banyak temannya. Karena, tidak ada kerjaan lain, selain pergi ke masjid.
Ketika sudah kembali ke Tanah Air, masihkah semangat itu menggebu-gebu
Tanda seseorang berhasil Puasa Ramadhan-nya apabila amal ibadahnya selepas Ramadhan lebih baik dibanding sebelum Ramadhan tiba.
Termasukkah kita
30 Juli 2014