Tetapi, propaganda ini tidak dapat menyembunyikan kebenaran. Fakta bahwa teori evolusi merupakan suatu penipuan terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan telah sering dikemukakan dalam dunia ilmu pengetahuan lebih dari 20 sampai 30 tahun lalu. Riset yang dilakukan setelah tahun 1980-an, khususnya, telah menjelaskan bahwa pernyataan Darwinisme betul-betul tidak berdasar, sesuatu yang telah dinyatakan oleh sejumlah besar ilmuwan. Di Amerika Serikat khususnya, banyak ilmuwan dari berbagai bidang ilmu, seperti biologi, biokimia, dan paleontologi mengakui kesalahan Darwinisme dan menggunakan konsep desain yang cerdas untuk menerangkan asal mula kehidupan. Rancangan cerdas ini merupakan penjelasan ilmiah terhadap fakta bahwa Tuhan menciptakan semua makhluk hidup.
Kami telah meneliti kejatuhan teori evolusi dan bukti-bukti penciptaan dalam rincian ilmiah besar pada banyak karya kami, dan tetap terus melakukan hal itu. Memandang pentingnya hal ini, rangkuman mengenai hal tersebut akan dipaparkan di sini.
Kejatuhan Ilmiah Darwinisme
Meskipun doktrin ini bermula sejak zaman Yunani Kuno, teori evolusi ini dilanjutkan secara ekstensif pada abad ke-19. Perkembangan terpenting yang membuat teori ini menjadi topik paling terkenal di dunia sains karena adanya buku karya Charles Darwin yang berjudul The Origin of Species yang diterbitkan pada tahun 1859. Di dalam buku ini, Darwin menolak bahwa spesies yang berbeda di bumi ini diciptakan secara terpisah oleh Tuhan. Menurut Darwin, semua makhluk hidup memiliki nenek moyang yang sama dan mereka dianekaragamkan dalam jangka waktu yang lama melalui perubahan secara berangsur-angsur.
Teori Darwin tidak didasarkan pada penemuan ilmiah yang konkret. Sebagaimana yang ia katakan, teori tersebut hanyalah sebuah asumsi. Terlebih lagi, ia menyatakan dalam bukunya itu di dalam bab Difficulties of the Theory bahwa teori ini telah jatuh di hadapan banyaknya pertanyaan yang kritis.
Darwin menginvestigasi semua kemungkinan dalam penemuan ilmiah baru yang diharapkannya dapat menyelesaikan kesulitan teori ini (Difficulties of the Theory). Tetapi yang terjadi sebaliknya, penemuan-penemuan ilmiah memperluas dimensi kesulitan tersebut.
Kekalahan Darwinisme dalam berhadapan dengan sains dapat dilihat dalam tiga topik mendasar berikut ini.
1. Dengan cara apa pun, teori ini tidak mampu menjelaskan bagaimana kehidupan ini muncul di muka bumi.
2. Tidak ada penemuan ilmiah yang menunjukkan bahwa mekanisme evolusi yang diajukan oleh teori ini memiliki kekuatan untuk berkembang sama sekali.
3. Catatan fosil benar-benar menunjukkan kebalikan dari teori evolusi.
Dalam bagian ini, kita akan mempelajari tiga hal dasar dalam bahasan umum sebagai berikut.
Tahap Pertama yang Tidak Dapat Diatasi: Asal-usul Kehidupan
Teori evolusi menyatakan bahwa semua spesies makhluk hidup berevolusi dari sebuah sel tunggal hidup yang ada di bumi purba 3,8 miliar tahun yang lalu. Bagaimana sebuah sel dapat menghasilkan miliaran spesies hidup yang kompleks dan, jika evolusi itu benar-benar terjadi, mengapa jejaknya tidak terdapat dalam catatan fosil, adalah beberapa pertanyaan yang tak dapat dijawab oleh teori evolusi ini. Bagaimanapun, hal pertama dan utama yang perlu dipertanyakan dari proses evolusi ini adalah bagaimana sel pertama ini bermula
Karena teori evolusi menolak proses penciptaan dan tidak menerima intervensi supranatural apa pun, teori ini tetap menganggap bahwa sel pertama terjadi secara kebetulan karena hukum alam, tanpa perencanaan ataupun pengaturan tertentu.
Menurut teori ini, benda mati mestinya memproduksi sel hidup karena kebetulan semata. Ini adalah pernyataan yang tidak konsisten, bahkan dengan hukum biologi yang paling tidak dapat disangkal.
Kehidupan Berasal dari Kehidupan
Dalam bukunya, Darwin tidak pernah mengacu kepada asal-usul kehidupan. Pada masa Darwin, pemahaman sains yang primitif bersandarkan pada asumsi bahwa makhluk hidup memiliki struktur yang sangat sederhana. Sejak abad pertengahan, teori generatio spontanea (spontaneous generation)teori yang menganggap benda mati muncul bersama-sama untuk membentuk organisme hidupditerima oleh masyarakat luas. Orang percaya bahwa serangga berasal dari makanan basi dan tikus berasal dari gandum. Eksperimen-eksperimen yang menarik dilakukan untuk membuktikan teori ini. Orang meyakini, bila sedikit gandum diletakkan pada sepotong pakaian kotor, tikus akan muncul dari sana.
Demikian pula, belatung yang berkembang biak dalam daging diasumsikan sebagai bukti dari teori tersebut. Akan tetapi, hanya beberapa waktu kemudian, dipahami bahwa belatung tidak muncul dari daging dengan tiba-tiba, tetapi dibawa oleh lalat dalam bentuk larva yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Sejalan dengan saat Darwin menulis The Origin of Species, keyakinan bahwa bakteri muncul dari benda mati diterima luas di dunia sains.
Akan tetapi, lima tahun setelah publikasi buku Darwin, Louis Pasteur mengumumkan hasil penelitian dan eksperimen panjangnya yang membantah teori Generatio Spontanea yang merupakan inti dari teori Darwin. Dalam ceramahnya yang gemilang di Sorbonne pada tahun 1864, Pasteur berkata, Doktrin Generatio Spontanea tidak akan pernah bangkit dari pukulan yang mematikan dari eksperimen sederhana ini.142
Para pembela teori evolusi menolak penemuan Pasteur dalam waktu yang cukup lama. Bagaimanapun, seiring dengan perkembangan sains yang dapat mengurai struktur kompleks sel makhluk hidup, ide bahwa kehidupan muncul secara kebetulan itu menghadapi kebuntuan yang lebih besar lagi.
Upaya tak Berkesudahan di Abad XX
Evolusionis pertama yang membahas asal-usul kehidupan di abad ke-20 adalah biolog Rusia terkenal, Alexander Oparin. Pada tahun 1930-an, ia mencoba membuktikan bahwa sel makhluk hidup dapat berasal dari kebetulan semata. Dalam perkembangannya, kajian ini ternyata berakhir dengan kegagalan dan Oparin harus mengakui hal ini, Sayangnya, asal-usul sel mungkin merupakan masalah yang paling tidak jelas di antara keseluruhan studi evolusi organisme.143
Para evolusionis pengikut Oparin mencoba melakukan eksperimen untuk memecahkan masalah asal-usul kehidupan. Eksperimen yang paling terkenal dilakukan oleh seorang ahli kimia Amerika, Stanley Miller, pada tahun 1953. Dengan mengombinasikan gasgas yang dia kira ada pada atmosfer Bumi purba dalam suatu rangkaian eksperimen dan menambahkan energi pada campuran itu, Miller menyintesiskan beberapa molekul organik (asam amino) yang ada dari dalam struktur protein.
Baru saja beberapa tahun berlalu sebelum terungkap bahwa eksperimenyang kemudian dipresentasikan sebagai sebuah langkah penting atas nama evolusiadalah invalid, atmosfer yang digunakan dalam eksperimen tersebut sangatlah berbeda dari kondisi Bumi sebenarnya.144
Setelah cukup lama berdiam diri, Miller baru mengakui bahwa media yang digunakan dalam eksperimennya tidaklah realistis.145
Semua usaha para evolusionis sepanjang abad ke-20 untuk menjelaskan asal-usul kehidupan berakhir dengan kegagalan. Seorang ahli geokimia bernama Jeffrey Bada dari San Siego Scripps Institute menerima fakta ini dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh majalah Earth pada tahun 1998,
Hari ini, begitu kita meninggalkan abad XX, kita masih menghadapi suatu masalah terbesar yang tidak terpecahkan seperti yang telah kita miliki ketika memasuki abad XX, bagaimana kehidupan berkembang di muka Bumi146
Struktur Kompleks Kehidupan
Alasan utama mengapa teori evolusi berakhir dengan suatu kebuntuan yang besar seperti itu tentang asal kehidupan adalah karena organisme hidup yang dianggap paling sederhana pun mempunyai struktur yang benar-benar rumit. Sel suatu makhluk hidup adalah lebih rumit daripada seluruh produk teknologi yang diproduksi oleh manusia. Dewasa ini, bahkan pada laboratorium yang paling maju pun di dunia, suatu sel kehidupan tidak dapat diproduksi dengan memadukan berbagai materi anorganik sekaligus.
Kondisi yang diperlukan untuk membentuk sebuah sel sangatlah sulit untuk dijelaskan hanya dengan peristiwa kebetulan saja. Peluang protein (dinding pemisah sel) untuk disintesiskan secara kebetulan adalah 1 dalam 10950 untuk sebuah protein rata-rata yang terbuat dari 500 asam amino. Secara matematis, suatu peluang lebih kecil dari 1 atas 1050 praktis tidak mungkin.
Molekul DNA, yang terletak pada nukleus sebuah sel dan yang menyimpan informasi genetika, adalah suatu bank data yang luar biasa. Dikalkulasikan bahwa jika informasi yang terdapat dalam DNA ini dicatat, akan membuat suatu perpustakaan raksasa yang terdiri atas 900 volume ensiklopedi yang masing-masing memiliki 500 halaman.
Suatu dilema yang sangat menarik muncul pada poin ini: DNA hanya dapat bereplikasi dengan bantuan beberapa protein khusus (enzim). Akan tetapi, sintesis dari enzim-enzim ini hanya dapat direalisasikan dengan informasi yang terdapat dalam DNA. Karena keduanya saling tergantung satu dengan yang lainnya, mereka harus eksis pada waktu yang bersamaan untuk melakukan replikasi. Hal ini membawa skenario bahwa kehidupan yang dikembangkan oleh dirinya sendiri hanya akan membawa kebuntuan. Prof. Leslie Orgel, seorang evolusionis yang bereputasi dari Universitas San Diego, California, mengakui kenyataan ini pada bulan September 1994 yang dibahas pada majalah Scientific American.
Adalah sangat tidak mungkin bahwa protein dan asam nukleat, keduanya yang secara struktural sangat kompleks, tumbuh secara spontan di tempat yang sama pada waktu yang sama. Tampaknya tidak mungkin untuk memiliki yang satu tanpa memiliki yang lainnya. Begitu juga dalam pandangan sekilas, seseorang mungkin harus menyimpulkan bahwa kehidupan sesungguhnya tidak pernah berasal dari sarana kimiawi.147
Tidak diragukan, jika tidak mungkin bagi kehidupan untuk berkembang dari penyebab alam, adalah harus diterima bahwa kehidupan telah diciptakan secara supernatural. Fakta ini secara eksplisit telah mementahkan teori evolusi, yang mempunyai tujuan utama untuk menolak proses penciptaan.
Mekanisme Imajiner Evolusi
Poin penting kedua yang menegasikan teori Darwin adalah bahwa kedua konsep yang dikemukakan teori ini sebagai mekanisme evolusioner, pada realitasnya dipahami tidak mempunyai kekuatan evolusioner.
Darwin mendasarkan seluruh pemunculan teori evolusinya pada mekanisme seleksi alam. Tentang mekanisme ini telah jelas tertulis dalam bukunya, The Origin of Species, By Means of Natural Selection.
Seleksi alam berpandangan bahwa makhluk-makhluk hidup yang lebih kuat dan lebih pandai menyesuaikan diri dengan kondisi alam pada habitatnya akan dapat bertahan hidup dengan segala perjuangannya. Contohnya, pada sekelompok rusa yang berada di bawah ancaman serangan binatang buas, mereka yang dapat berlari lebih cepat akan dapat bertahan hidup. Karenanya, sekawanan rusa akan terdiri atas individu-individu yang lebih cepat dan lebih kuat. Akan tetapi, satu hal yang tidak dapat dipertanyakan, mekanisme ini tidak akan menyebabkan rusa-rusa tersebut berkembang dan mentransformasi diri mereka menjadi spesies hidup yang berbeda, misalnya, menjadi kuda.
Oleh karena itu, mekanisme seleksi alam tidaklah mempunyai kekuatan evolusioner. Darwin juga menyadari fakta ini dan menyatakan dalam bukunya, The Origin of
Species.
Seleksi alam tidak dapat melakukan apa pun hingga berbagai variasi yang menguntungkan bisa terjadi.148
Dampak Lamarck
Bila demikian, bagaimana variasi-variasi yang menguntungkan ini dapat terjadi Darwin telah mencoba menjawab pertanyaan ini dari sudut pandang pemahaman primitif sains pada masanya. Menurut seorang ahli biologi Prancis bernama Lamarck, yang hidup sebelum Darwin, makhluk hidup bertahan hidup melalui sifat-sifat yang dimiliki selama hidupnya sampai generasi berikutnya. Sifat-sifat ini, yang berakumulasi dari satu generasi ke generasi berikutnya, menyebabkan terbentuknya spesies-spesies baru. Misalnya, menurut Lamarck, jerapah berkembang dari antelop; seiring dengan perjuangan mereka untuk memakan dedaunan pada pohon yang tinggi, leher mereka memanjang dari generasi ke generasi.
Darwin juga memberikan contoh yang sama, dalam bukunya, The Origin of Species. Ia mengatakan bahwa beberapa beruang yang pergi ke air untuk mencari makanan mentransformasi dirinya menjadi paus setelah beberapa waktu.149
Akan tetapi, hukum-hukum keturunan yang ditemukan oleh Mendel dan diverifikasi oleh ilmu genetika yang berkembang pada abad XX, membongkar seluruh legenda tersebut bahwa sifat-sifat yang dimiliki akan diwariskan pada generasi berikutnya.
Akibatnya, seleksi alam telah gagal menjadi suatu mekanisme evolusioner.
Neo-Darwinisme dan Mutasi
Agar dapat menemukan suatu solusi, para Darwinis mengembangkan Teori Sintetis Modern, atau yang lebih dikenal sebagai Neo-Darwinisme, pada akhir tahun 1930-an. Neo-Darwinisme menambahkan mutasi, yang merupakan berbagai distorsi yang dibentuk dalam gen-gen makhluk hidup karena faktor-faktor eksternal seperti radiasi atau kesalahan-kesalahan replikasi, sebagai penyebab dari beragam variasi yang menguntungkan yang merupakan tambahan bagi mutasi alam.
Dewasa ini, model yang mendukung teori evolusi di dunia adalah Neo-Darwinisme. Menurut teori tersebut, jutaan makhluk hidup yang ada di muka Bumi ini terbentuk sebagai hasil dari suatu proses di mana organ-organ yang sangat kompleks dari organismeorganisme ini, seperti telinga, mata, paru-paru, dan sayap, mengalami mutasi, yaitu kekacauan-kekacauan genetika. Akan tetapi, ada satu fakta saintifik yang sama sekali palsu yang secara keseluruhan meruntuhkan teori ini, yaitu mutasi tidak menyebabkan makhluk hidup berkembang. Sebaliknya, mutasi selalu menyebabkan kerusakan pada makhluk tersebut.
Alasan untuk ini sangatlah sederhana, DNA mempunyai suatu struktur yang kompleks dan pengaruh-pengaruh acak hanya dapat mengakibatkan kerusakan padanya. Seorang ahli genetika Amerika bernama B.G. Ranganathan menerangkan hal ini.
Mutasi merupakan suatu proses yang kecil, acak, dan merusak. Ia jarang terjadi dan kemungkinan yang terbaik adalah bahwa ia tidak akan berpengaruh. Empat karakteristik mutasi ini mengimplikasikan bahwa mutasi tidak dapat mengarah pada suatu perkembangan evolusioner. Suatu perubahan yang acak pada suatu organisme yang sangat khusus adalah tidak berpengaruh atau rusak. Suatu perubahan yang acak dalam suatu pengamatan tidak dapat meningkatkan pengamatan. Hal tersebut kemungkinan besar akan merusaknya atau paling tidak akan tidak memengaruhi. Gempa bumi tidak memperbaiki suatu kota, tetapi menyebabkan kerusakan.150
Tidak mengherankan, tidak ada contoh dari mutasi yang berguna karena yang diobservasi untuk mengembangkan sandi genetika telah diobservasi sejauh ini. Semua mutasi telah terbukti merusak. Karenanya, dipahami bahwa mutasi, yang dipresentasikan sebagai mekanisme evolusioner, sebenarnya adalah suatu peristiwa genetika yang merusak makhluk hidup dan menyebabkan mereka tidak berguna (pengaruh yang paling umum dari mutasi terhadap umat manusia adalah kanker). Tidak diragukan, suatu mekanisme destruktif tidak dapat dikatakan sebagai suatu mekanisme evolusioner. Sebaliknya, seleksi alam tidak dapat melakukan apa pun oleh dirinya sebagaimana hal ini juga diterima oleh Darwin. Fakta ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada mekanisme evolusioner di alam. Karena tidak ada mekanisme evolusioner yang eksis, tidak juga terdapat proses imajiner yang disebut teori evolusi yang telah dikemukakan.
Rekaman Fosil: Tidak Ada Tanda Bentuk Antara
Bukti yang paling jelas bahwa skenario yang dikemukakan oleh teori evolusi tidak mendapatkan tempat adalah catatan fosil.
Menurut teori evolusi, setiap spesies telah tertutup dari pendahulunya. Suatu spesies yang ada sebelumnya telah berubah menjadi sesuatu yang lain dalam satu waktu dan semua spesies menjadi seperti itu dengan cara seperti ini. Menurut teori evolusi, transformasi ini berproses secara bertahap selama berjuta-juta tahun.
Bila hal ini menjadi pembicaraan, spesies lanjutan dalam jumlah yang besar seharusnya telah eksis dan hidup selama periode transformasi yang panjang ini.
Misalnya, beberapa ekor hewan setengah ikan dan setengah reptil seharusnya telah hidup di masa lampau, yang mempunyai beberapa sifat reptil sebagai tambahan terhadap sifat ikan yang telah ada. Atau, seharusnya telah ada beberapa burung reptil, yang memiliki beberapa sifat burung sebagai tambahan terhadap sifat reptil yang telah dimiliki sebelumnya. Karena hal ini akan menjadi sebuah fase transisi, mereka seharusnya adalah makhluk yang tidak mampu melakukan apa pun, defektif, dan lumpuh. Para evolusionis merujuk kepada makhluk-makhluk imajiner ini, yang mereka yakini telah hidup di masa lampau, sebagai bentuk transisi.
Jika hewan-hewan seperti itu benar-benar telah ada sebelumnya, seharusnya jumlah mereka pastilah sangat besar, jutaan, bahkan miliaran hewan, dan varietasnya juga pastilah banyak. Yang lebih penting, peninggalan dari makhluk-makhluk yang aneh ini pun seharusnya ada dalam catatan fosil. Dalam The Origin of Species, Darwin telah menerangkan,
Jika teori saya ini benar, sekian banyak varietas lanjutan, yang berhubungan paling dekat dengan semua spesies pada kelompok yang sama, harusnya dipastikan pernah ada.... Konsekuensinya, bukti dari keberadaan mereka dapat ditemukan hanya di antara peninggalan-peninggalan fosil.151
Harapan Darwin Hancur
Meskipun para evolusionis telah berusaha sekuat tenaga untuk menemukan fosilfosil sejak pertengahan abad XIX di seluruh dunia, tidak ada satu bentuk transisi pun yang diketemukan. Semua fosil yang telah ditemukan di Bumi menunjukkan bahwa bertentangan dengan harapan para evolusioniskehidupan muncul di muka Bumi dalam satu masa dan penuh dengan perhitungan.
Seorang palaentologis yang berasal dari Inggris, Derek V. Ager, mengakui fakta ini, meskipun dia adalah seorang evolusionis.
Poin yang hadir bila kita menguji catatan fosil secara mendetail, baik dalam level susunan maupun spesies, kita menemukansecara berulang-ulanghal tersebut bukanlah suatu evolusi yang gradual, melainkan ledakan sekejap dari satu kumpulan dengan mengorbankan yang lainnya.152
Hal ini berarti, dalam catatan fosil, semua spesies tiba-tiba muncul sebagai bentuk yang sempurna, tanpa melalui bentuk transisi sebelumnya. Hal ini bertentangan dengan asumsi-asumsi yang dikemukakan oleh Darwin. Ini pun merupakan suatu bukti yang sangat kuat bahwa makhluk hidup itu diciptakan. Satu-satunya keterangan yang memungkinkan tentang suatu spesies hidup yang muncul tiba-tiba dan sangat lengkap detail-detailnya tanpa adanya nenek moyang evolusioner, ialah kenyataan bahwa makhluk hidup ini diciptakan. Fakta ini diakui juga oleh seorang ahli biologi evolusionis yang terkenal luas, Douglas Futuyma,
Proses penciptaan dan evolusi, di antara keduanya, menyebabkan adanya keterangan yang mungkin bagi asal-muasal makhluk hidup, baik yang muncul di permukaan bumi dengan bentuk yang sempurna maupun tidak. Jika tidak, mereka seharusnya berkembang dari spesies yang ada sebelumnya dengan beberapa proses modifikasi. Jika mereka telah muncul dalam bentuk yang sempurna, mereka pastilah diciptakan oleh suatu kecerdasan yang hanya dimiliki oleh Yang Mahakuasa.153
Fosil-fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup muncul dalam struktur yang tersusun sempurna dan terencana di muka Bumi. Hal ini berarti asal-muasal makhluk hidup (the origin of species) adalah bertolak belakang dengan dugaan Darwin; bukan evolusi, tetapi penciptaan.
Dongeng Evolusi Manusia
Bahasan yang paling sering diangkat oleh para pendukung teori evolusi adalah tentang asal-muasal manusia. Para pengikut Darwin mengklaim bahwa manusia modern sekarang ini adalah hasil perkembangan dari beberapa macam makhluk seperti kera. Selama terjadinya proses evolusi ini, yang diperkirakan telah dimulai sejak 4--5 juta tahun yang lalu, para evolusionis mengklaim bahwa telah ada beberapa bentuk transisi antara manusia modern dan para nenek moyangnya. Menurut skenario imajiner yang lengkap ini, empat kategori dasar disusun:
1. Australopithecus,
2. Homo habilis,
3. Homo erectus, 4. Homo sapiens.
Para evolusionis menyebut bahwa yang dikatakan sebagai nenek moyang pertama manusia adalah makhluk seperti kera Australopithecus yang berarti Kera Afrika Selatan. Makhluk-makhluk hidup ini sebenarnya tidak pernah ada, tetapi spesies kera tualah yang pernah ada. Sebuah riset yang ekstensif dilakukan terhadap beragam sampel Australopithecus oleh dua orang ahli anatomi terkenal yang berasal dari Inggris dan Amerika, Lord Solly Zuckerman dan Prof. Charles Oxnard, menunjukkan bahwa semua itu merupakan fosil spesies kera biasa yang telah punah dan hampir tidak ada kemiripannya dengan manusia.154
Para evolusionis mengklasifikasi tahap dari proses evolusi manusia selanjutnya sebagai homo yang berarti manusia. Dalam klaim para evolusionis, makhluk hidup dalam serial Homo jauh lebih cepat perkembangannya daripada Australopithecus. Evolusionis merencanakan skema fantastis dengan cara menyusun fosil-fosil yang beragam dari dalam tatanan yang tertentu. Skema ini merupakan suatu imajinasi sebab tidak pernah dibuktikan bahwa ada sebuah hubungan evolusi antara kelompok-kelompok yang berbeda tersebut. Ernst Mayr, salah seorang pembela utama teori evolusi pada abad XX, mengakui fakta ini dengan menyatakan bahwa rantai yang mencapai sejauh Homo sapiens sebenarnya hilang.155
Dengan garis besar rantai hubungan seperti Australopithecus Homo habilis Homo erectus Homo sapiens, para evolusionis mengimplikasikan bahwa setiap spesies ini memiliki satu nenek moyang dengan yang lainnya. Akan tetapi, penemuan terakhir dari para palaentologis mengemukakan bahwa Australopithecus, Homo habilis, dan Homo erectus hidup di bagian dunia yang berbeda pada waktu yang bersamaan.156
Selain itu, suatu golongan tertentu dari manusia yang diklasifikasikan sebagai Homo erectus terus hidup hingga masa yang sangat modern. Homo sapiens neandarthalensis dan Homo sapiens sapiens (manusia modern) eksis secara bersamaan pada wilayah yang sama.157
Situasi yang transparan ini mengindikasikan ketidakvalidan dari klaim bahwa mereka merupakan nenek moyang antara satu dan yang lainnya. Seorang palaentologis dari Universitas Harvard, Stephen Jay Gould, menerangkan tentang kebuntuan dari teori evolusi ini, meskipun dia sendiri adalah seorang evolusionis,
Apa yang menjadi tangga bagi kami jika ada tiga spesies manusia yang eksis secara bersamaan di kurun yang sama (Australopithecus africanus, robus australopithecines, dan Homo habilis), tidak ada satu pun yang dengan jelas merupakan hasil perubahan dari yang lainnya Selain itu, tidak satu pun dari ketiganya yang berperan dalam proses evolusi selama mereka hidup di muka Bumi.158
Singkatnya, skenario dari evolusi manusia, yang dipandang terjadi dengan bantuan beragam gambaran dari beberapa makhluk setengah kera, setengah manusia yang muncul di media-media dan buku-buku pelajaran, sejujurnya merupakan suatu propaganda yang disengaja dan tak lain hanyalah suatu dongeng tanpa adanya dasar saintifik.
Lord Solly Zuckerman, salah seorang saintis paling terkemuka dan terkenal di Inggris, yang telah melakukan riset tentang bahasan ini selama bertahun-tahun dan secara khusus telah mengkaji fosil-fosil Australopithecus selama lima belas tahun, akhirnya menyimpulkan, meskipun dia sendiri adalah seorang evolusionis, bahwa sebenarnya tidak ada silsilah keluarga dari kera yang mempunyai kemiripan dengan manusia.
Zuckerman juga membuat suatu spektrum sains yang menarik. Dia membuat suatu spektrum sains yang terdiri atas mereka yang dia anggap saintifik hingga mereka yang tidak saintifik. Menurut spektrum Zuckerman, yang paling saintifikberdasarkan pada data-data konkret--dalam bidang sains adalah kimia dan fisika. Setelah keduanya adalah ilmu biologi, kemudian ilmu sosial. Di akhir spektrum, yang dianggap sebagai yang paling tidak saintifik adalah persepsi ekstrasensorikonsep-konsep seperti telepati dan indera keenamdan yang terakhir adalah evolusi manusia. Zuckerman menerangkan alasannya.
Kami kemudian berpaling pada susunan kebenaran yang objektif kepada bidang ilmu biologi pra-asumsi, seperti persepsi ekstrasensori atau interpretasi sejarah fosil manusia, yang membuat keyakinan (para evolusionis) terhadap sesuatu adalah mungkindan pada saat yang sama secara berapi-api meyakini (dalam masalah evolusi) sesuatu yang dapat diyakini secara kontradiktif.159
Riwayat evolusi manusia tidak menghasilkan apa pun kecuali interpretasiinterpretasi yang didasari praduga tentang beberapa fosil yang digali oleh orang-orang tertentu, yang secara membabi buta mengikuti teori mereka.
Formula Darwinian!
Selain semua bukti teknis yang telah kita bahas sejauh ini, sekarang mari kita teliti takhayul semacam apa yang dimiliki ahli evolusi dengan contoh sesederhana mungkin yang bahkan bisa dimengerti anak-anak.
Teori evolusi menyatakan bahwa kehidupan terbentuk secara kebetulan. Menurut pernyataan ini atom-atom tak bernyawa dan tak sadar berkumpul untuk membentuk sel dan kemudian mereka membentuk makhluk hidup lain, termasuk manusia. Mari kita pikirkan hal itu. Ketika kita mengumpulkan elemen-elemen yang membentuk makhluk hidup seperti karbon, fosfor, nitrogen, dan potasium, hanya tumpukanlah yang terbentuk. Tak peduli proses apa pun yang dilakukan, tumpukan atom ini bahkan tidak bisa membentuk makhluk hidup yang paling sederhana. Jika Anda mau, mari kita lakukan eksperimen terhadap masalah ini dan mari kita teliti atas nama ahli evolusi apa yang mereka benar-benar nyatakan tanpa menyebutkan dengan nyaring nama formula Darwinian:
Biarkan para ahli evolusi meletakkan banyak material yang ada pada komposisi makhluk hidup seperti fosfor, nitrogen, karbon, oksigen, besi, dan magnesium ke dalam barel yang besar. Lagi pula, biarkan mereka tambahkan ke dalam barel ini material apa pun yang tidak terdapat pada kondisi normal, tetapi yang mereka anggap penting. Biarkan mereka tambahkan ke dalam campuran ini asam amino sebanyak yang mereka mau--yang tidak memiliki kemungkinan untuk terbentuk pada kondisi alami--dan sebanyak mungkin protein--yang pada setiapnya memiliki probabilitas pembentukan 10-950--seperti yang mereka mau. Biarkan mereka paparkan campuran ini ke dalam panas dan kelembapan seperti yang mereka mau. Biarkan mereka aduk campuran ini dengan alat berteknologi paling canggih. Biarkan mereka tempatkan ilmuwan yang paling terkemuka di samping barel tersebut. Biarkan para ahli menunggu secara bergantian di samping barel ini selama miliaran bahkan triliunan tahun. Biarkan mereka bebas menggunakan apa pun jenis kondisi yang mereka yakini penting untuk pembentukan manusia. Apa pun yang mereka lakukan, mereka tidak dapat menghasilkan seorang manusia pun dari barel ini, kata seorang profesor yang meneliti struktur sel di bawah mikroskop elektron. Mereka tidak dapat menciptakan jerapah, singa, lebah, burung kenari, kuda, lumba-lumba, mawar, anggrek, lili, anyelir, pisang, jeruk, apel kurma, tomat. Melon, semangka, buah ara, zaitun, anggur, persik, burung, kupu-kupu beraneka warna, atau jutaan makhluk hidup lainnya yang seperti itu. Tentu saja, mereka tidak bisa membentuk bahkan satu sel saja dari makhluk hidup tersebut.
Pendeknya, atom-atom yang tak sadar itu tidak bisa membentuk sel dengan mengumpulkannya. Mereka tidak bisa mengambil suatu keputusan baru dan membagi sel-sel tersebut menjadi dua, kemudian mengambil keputusan lainnya dan menciptakan profesor-profesor yang pertama kali menemukan mikroskop elektron dan kemudian meneliti struktur sel mereka sendiri di bawah mikroskop itu. Materi merupakan suatu tumpukan yang tak memiliki kesadaran dan tak bernyawa serta menjadi hidup dengan kemampuan Tuhan menghidupkannya.
Teori evolusi yang menyatakan hal sebaliknya merupakan kekeliruan total yang benar-benar bertentangan dengan akal. Memikirkan pernyataan para ahli evolusi ini, meskipun hanya sedikit, menyingkap realitas ini, seperti contoh-contoh tersebut.
Teknologi yang Terdapat pada Mata dan Telinga
Bahasan lainnya yang tetap tidak terjawab oleh teori evolusi adalah kualitas persepsi istimewa yang dimiliki oleh mata dan telinga.
Sebelum melanjutkan kepada bahasan tentang mata, marilah kita jawab suatu pertanyaan tentang bagaimana kita melihat. Sinar-sinar terang yang berasal dari suatu objek jatuh secara berseberangan pada retina mata. Di sini, sinar-sinar terang ini ditransmisikan ke dalam sinyal elektrik oleh sel-sel dan mereka mencapai satu titik tipis di belakang otak yang disebut pusat penglihatan. Sinyal-sinyal elektrik ini dipersepsikan dalam pusat otak ini sebagai suatu gambaran setelah melalui serangkaian proses. Dengan latar belakang teknis ini, marilah kita berpikir.
Otak diisolasi dari cahaya. Hal ini berarti di dalam otak itu benar-benar gelap dan cahaya tidak mencapai lokasi di mana otak terletak. Tempat yang disebut pusat penglihatan adalah suatu tempat yang benar-benar gelap yang tidak ada sedikit pun cahaya pernah mencapainya; mungkin ini adalah tempat yang paling gelap yang pernah Anda tahu. Akan tetapi, Anda mengobservasi suatu dunia yang terang dan berkilauan pada kegelapan yang gulita.
Gambaran yang dibentuk pada mata sangatlah tajam dan bahkan berbeda dengan teknologi abad XX yang belum pernah dapat mencapainya. Misalnya, perhatikanlah buku yang Anda baca, tangan yang dengannya Anda menggenggam buku, kemudian angkatlah kepala Anda dan lihatlah sekeliling Anda. Pernahkah Anda melihat suatu gambaran yang tajam dan terang sedemikian halnya juga di tempat yang lain Bahkan, layar televisi yang paling canggih pun yang diproduksi oleh produser televisi terbesar di dunia tidak dapat menyediakan suatu gambaran yang tajam seperti itu bagi Anda. Ini adalah gambaran tiga dimensi, berwarna, dan sangat tajam. Selama lebih dari seratus tahun, beribu-ribu insinyur telah mencoba untuk mencapai ketajaman seperti ini. Pabrik, tempat yang besar, telah didirikan, berbagai riset telah dilakukan, rencana dan desain telah dibuat untuk tujuan ini. Perhatikanlah juga layar televisi dan buku yang dipegang oleh tangan Anda. Anda akan melihat bahwa ada suatu perbedaan yang sangat besar dalam ketajaman dan perbedaan. Selain itu, layar televisi hanya menunjukkan gambaran dua dimensi kepada Anda, sedangkan dengan mata, Anda melihat suatu perspektif tiga dimensi yang mempunyai kedalaman.
Selama bertahun-tahun, 10 dari beribu-ribu insinyur telah mencoba membuat televisi tiga dimensi dan mencapai kemampuan yang berkualitas sama dengan mata. Ya, mereka telah membuat sistem televisi tiga dimensi, tetapi tidak mungkin untuk melihatnya tanpa menyimpannya dalam kaca. Selain itu, hal tersebut hanyalah suatu tiga dimensi artifisial. Latar belakangnya lebih kabur, latar depannya tampak seperti permukaan kertas. Benda tersebut tidak pernah mampu menghasilkan satu daya lihat yang tajam dan terang seperti yang dilakukan oleh mata. Baik pada kamera maupun televisi, ada suatu kualitas gambar yang hilang.
Para evolusionis mengklaim bahwa mekanisme yang menghasilkan gambaran yang tajam dan terang ini telah terbentuk secara kebetulan. Sekarang, jika seseorang mengatakan kepada Anda bahwa gambar pada televisi di kamar Anda terbentuk sebagai hasil yang disengaja, yang dilakukan oleh semua atom yang datang bersamaan dan menyusun peralatan yang menghasilkan suatu gambaran, apa pendapat Anda Bagaimana atomatom tersebut dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan manusia
Jika suatu alat menghasilkan suatu gambaran yang lebih primitif daripada mata yang tidak dapat dibentuk dengan kebetulan, sangatlah jelas bahwa mata dan gambaran yang dilihat oleh mata tidak dapat dibentuk dengan kebetulan pula. Situasi yang sama juga berlaku pada telinga. Bagian luar telinga menangkap suara yang ada dengan menggunakan daun telinga dan mengarahkan suara itu ke bagian tengah telinga; bagian tengah telinga mentransmisikan getaran-getaran suara dengan mengintensifkan suara itu; telinga bagian dalam mengirimkan getaran-getaran ini ke otak dengan menerjemahkan suara itu ke dalam sinyal-sinyal elektrik. Sebagaimana mata, proses pendengaran berakhir di pusat pendengaran yang ada di dalam otak.
Situasi yang terjadi pada mata juga berlaku sama bagi telinga, yaitu otak diisolasi dari suara seperti halnya terisolasi dari cahaya: otak tidak memperbolehkan sedikit pun suara masuk. Oleh karena itu, tidak masalah bagaimana ributnya kondisi di luar, bagian dalam otak tetap benar-benar sunyi. Walaupun demikian, cahaya yang paling tajam dipersepsikan dalam otak. Dalam otak Anda yang terisolasi dari suara, Anda mampu menyimak simponi dari suatu orkestra dan mendengarkan semua suara di tempat yang ramai. Akan tetapi, jika level suara dalam otak Anda diukur dengan suatu alat yang peka pada satu waktu, akan terlihat bahwa kesunyian yang benar-benar hening akan muncul di sana.
Sebagaimana halnya dengan imajinasi, berpuluh-puluh tahun usaha telah dilakukan dalam rangka untuk menghasilkan dan mereproduksi suara yang benar-benar asli. Hasil dari usaha-usaha ini adalah rekaman suara, sistem rekaman yang teliti dan murni, dan sistem untuk menangkap suara. Walaupun semua teknologi ini dan beribu-ribu insinyur serta para ahli telah bekerja pada usaha ini, tidak sedikit pun suara didapatkan yang mempunyai persamaan dalam ketajaman dan kejernihan dengan suara yang dipersepsikan oleh telinga. Pikirkanlah tentang sistem HI-FI yang berkualitas paling tinggi yang dihasilkan oleh perusahaan terbesar dalam industri musik. Bahkan pada alat-alat ini, ketika suara direkam, beberapa suara ada yang hilang; atau ketika Anda menyalakan HI-FI, Anda selalu mendengar suara mendesis sebelum musik mulai. Akan tetapi, suara yang dihasilkan oleh teknologi yang terdapat pada manusia sangat tajam dan jernih. Telinga seorang manusia tidak pernah mempersepsikan satu suara dengan dibarengi suara mendesis atau udara sebagaimana yang terjadi pada HI-FI, telinga mempersepsikan suara secara nyata, tajam, dan jernih. Ini adalah cara yang telah berlaku sejak awal penciptaan manusia.
Sejauh ini, tidak ada alat perekam gambar atau perekam suara yang diproduksi oleh manusia yang sensitif dan berhasil mempersepsikan data-data sensori sebagaimana yang dilakukan oleh mata dan telinga.
Akan tetapi, sejauh penglihatan dan pendengaran dipusatkan, sejauh itu pula fakta yang lebih besar terbentang di balik semua itu.
Bagaimana Otak Memiliki Kesadaran Melihat dan Mendengar
Siapakah yang melihat dunia yang memikat dalam otaknya, menyimak simponi dan kicauan burung, serta mencium bunga mawar
Stimulus yang berasal dari mata, telinga, dan hidung seorang manusia melakukan perjalanan menuju otak sebagai syaraf kimia-elektro yang bergerak. Dalam buku-buku biologi, psikologi, dan biokimia, Anda menemukan berbagai detail tentang bagaimana gambaran ini terbentuk dalam otak. Akan tetapi, Anda tidak akan pernah sampai pada fakta yang paling penting tentang bahasan ini: siapakah yang mempersepsikan syaraf-syaraf kimia-elektro ini untuk bergerak sebagai gambaran, suara, bau-bauan, dan peristiwa-peristiwa sensori lainnya dalam otak Ada satu kesadaran dalam otak yang mempersepsikan semua ini tanpa merasa memerlukan mata, telinga, dan hidung. Kepunyaan siapakah kesadaran ini Tidak diragukan lagi bahwa kesadaran ini bukanlah kepunyaan urat syaraf, lempengan lemak, dan syaraf-syaraf yang menyusun otak. Inilah yang menyebabkan mengapa para Darwinis-Materialis, yang meyakini bahwa segala sesuatu tersusun dari benda atau materi, tidak dapat memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini.
Kesadaran ini adalah ruh yang diciptakan oleh Allah. Ruh tidaklah membutuhkan mata untuk melihat objek, tidak juga membutuhkan telinga untuk mendengarkan suara. Selain itu, dia tidak juga membutuhkan otak untuk berpikir.
Setiap orang yang membaca fakta eksplisit dan saintifik ini seharusnya merenungkan kekuasaan Allah, merasa takut kepada-Nya, dan bertawakal kepada-Nya. Dia Yang Menguasai seluruh alam di tempat yang gelap gulita dari setiap sentimeter kubik dalam bentuk tiga dimensi, berwarna, berbayang-bayang, dan benderang.
Suatu Keyakinan Materialis
Informasi yang telah kita presentasikan sejauh ini menunjukkan bahwa teori evolusi adalah suatu klaim yang terbukti tidak sesuai dengan temuan-temuan saintifik. Klaim teori tentang asal kehidupan tersebut adalah tidak konsisten dengan sains, mekanisme evolusionernya tidak mempunyai kekuatan evolusioner, dan fosil-fosil menunjukkan bahwa bentuk-bentuk transisi yang dimiliki oleh teori tersebut tidak pernah eksis. Oleh karena itu, jelaslah bahwa teori evolusi seharusnya disingkirkan sebagai suatu ide yang tidak saintifik. Ini adalah seperti ide bahwa alam semesta itu berpusat pada bumi, yang telah dikeluarkan dari agenda sains sepanjang sejarah.
Walaupun demikian, teori evolusi tetap dipertahankan dalam agenda sains. Beberapa orang telah mencoba untuk mempresentasikan kritiknya terhadap teori tersebut bahkan dianggap sebagai suatu serangan terhadap sains. Mengapa
Alasannya adalah teori evolusi merupakan suatu keyakinan dogmatis yang sangat diperlukan bagi beberapa kalangan. Kalangan ini secara membabi-buta mengikuti filosofi dan mengadopsi Darwinisme karena hanya keterangan materialis yang dapat mengemukakan karya-karya alam.
Yang cukup menarik, mereka juga mengakui fakta ini dari waktu ke waktu. Seorang ahli genetika terkenal dan seorang evolusionis yang termasyhur, Richard C. Lewontin, dari Harvard University, mengakui bahwa dia adalah seorang materialis yang pertama dan utama dan kemudian adalah seorang saintis.
Bukanlah metode dan institusi sains yang menyebabkan kita menerima suatu keterangan materialis tentang fenomena dunia, tetapi sebaliknya, yang memaksa kami memprioritaskan untuk mengikuti materialisme adalah karena untuk menciptakan suatu alat investigasi dan serangkaian konsep yang menghasilkan keteranganketerangan material, tidak peduli bagaimana mencegah intuisi, tidak peduli bagaimana membingungkannya terhadap sesuatu yang tidak dikenal. Selain itu, materialisme adalah mutlak sehingga kami tidak dapat membiarkan Kaki Tuhan berada di ambang pintu.160
Ini adalah pernyataan eksplisit bahwa Darwinisme adalah satu dogma yang tetap dipertahankan hidup hanya demi para pengikut filosofi materialis. Dogma ini menerangkan bahwa tidak ada sesuatu pun yang menjaga materi. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa benda mati dan ketidaksadaran telah menciptakan kehidupan. Ia bersikukuh bahwa jutaan spesies makhluk hidup, misalnya, burung, ikan, jerapah, harimau, serangga, pohon, bunga, ikan paus, dan manusia ada sebagai hasil dari interaksi antarbenda, seperti turunnya hujan, cahaya petir, dan sebagainya berasal dari benda mati. Ini merupakan suatu konsep yang bertentangan, baik dengan akal maupun sains. Akan tetapi, para Darwinis terus mempertahankannya hanya karena tidak dapat membiarkan Kaki Tuhan berada di ambang pintu.
Siapa pun yang tidak melihat asal makhluk hidup dengan prasangka materialis akan melihat kebenaran yang hakiki ini, semua makhluk hidup adalah mahakarya dari Sang Pencipta, Yang Mahakuasa, Mahabijaksana, dan Maha Mengetahui. Sang Maha Pencipta itu adalah Allah, Yang telah menciptakan seluruh alam semesta dari ketidakadaan, mendesainnya dengan bentuk yang paling sempurna, dan membentuk semua makhluk hidup.
Teori Evolusi:
Mantera Paling Manjur di Dunia
Perlu diperjelas bahwa setiap orang yang terbebas dari fitnah dan pengaruh ideologi tertentu yang memakai alasan-alasan logika akan memahami dengan baik bahwa kepercayaan teori evolusi, yang telah membawa pemikiran takhayul ke dalam masyarakat tanpa pengetahuan sains ataupun peradaban, sangatlah tidak mungkin terjadi.
Sebagaimana telah dijelaskan di atas, mereka yang percaya pada teori evolusi mengira bahwa beberapa atom dan molekul yang ditempatkan ke dalam sebuah tong raksasa akan dapat menghasilkan profesor, mahasiswa, ilmuwan seperti Einstein dan Galileo, artis seperti Humphrey Bogart, Frank Sinatra, dan Pavarotti, seperti juga seekor antelope, pohon lemon, dan bunga anyelir. Terlebih lagi, para ilmuwan dan profesor yang percaya pada teori ini tidak mungkin orang-orang yang tidak terpelajar.
Itu sebabnya, menjadi sangat dibenarkan untuk mengatakan bahwa teori evolusi adalah sebagai mantra yang paling kuat dalam sejarah manusia. Belum pernah ada kepercayaan atau ide lain yang mampu menghilangkan kekuatan berpikir orang, membuat mereka tidak dapat berpikir dengan cerdas dan tidak logis, serta menyembunyikan kebenaran seperti telah terbutakan. Kenyataan ini bahkan lebih parah dan tidak terbayangkan bila dibandingkan dengan orang-orang Mesir yang menyembah Dewa Matahari (Ra), penyembahan tiang totem di sebagian wilayah Afrika, kaum Saba yang menyembah Matahari, kaum Nabi Ibrahim (a.s.) yang memuja berhala yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri, atau umat Musa a.s. yang menyembah sapi emas.
Kenyataannya, situasi ini tidak ada alasannya, sebagaimana ditunjukkan Allah dalam Al-Quran. Ia menunjukkan dalam banyak ayat bahwa pikiran beberapa orang akan ditutup dan mereka tidak dapat melihat kebenaran. Berikut ini beberapa ayatayat tersebut.
Sesungguhnya, orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS. 2: 6--7)
... mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orangorang yang lalai. (QS. 7: 179)
Dan seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintupintu) langit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, Sesungguhnya, pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orangorang yang kena sihir. (QS. 15: 14-15)
Kata-kata tidak dapat menggambarkan betapa mengejutkannya hal ini. Mantra ini membawa banyak orang ke dalam biusan sihir, menjauhkan manusia dari kebenaran, dan teori ini tak tergoyahkan selama 150 tahun. Dapat dimengerti bahwa seseorang atau beberapa orang dapat memercayai skenario yang mustahil, bodoh, dan tidak masuk akal. Bagaimanapun juga, sihir adalah satu-satunya penjelasan yang memungkinkan bagi orang-orang di seluruh dunia untuk memercayai bahwa atom-atom yang tidak hidup dan tidak memiliki kesadaran memutuskan untuk bergabung dan membentuk sebuah alam semesta yang dilengkapi tata fungsi, pengaturan, dan kesadaran yang sempurna. Planet Bumi dengan semua bentuknya yang sempurna bagi kehidupan serta makhluk hidup yang penuh dengan sistem-sistem yang kompleks dan tak terhitung.
Kenyataannya, Allah menunjukkan di dalam Al-Quran tentang sebuah kisah Nabi Musa a.s. dan Firaun bahwa sebagian orang yang mendukung filsafat ateis sebenarnya memengaruhi orang lain dengan sihir. Ketika Musa a.s. melakukannya, ia memerintahkan mereka untuk menunjukkan kemampuan mereka dulu. Ayat tersebut dilanjutkan,
Musa menjawab, Lemparkanlah (lebih dahulu)! Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangakan sihir yang besar (menakjubkan). (QS. 7: 116)
Sebagaimana telah kita lihat, tukang sihir Firaun dapat menipu setiap orang kecuali Musa a.s. dan mereka yang percaya kepadanya. Bagaimanapun, bukti-bukti yang diajukan oleh Musa a.s. mematahkan mantra atau menelan apa yang telah mereka palsukan, sebagaimana ayat,
Dan Kami wahyukan kepada Musa, Lemparkanlah tongkatmu! Maka sekonyongkonyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu, nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. (QS. 7: 117--118)
Sebagaimana kita lihat dalam ayat tersebut, ketika disadari bahwa apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang sebelumnya telah mempraktikkan mantra pada orang lain, itu hanyalah ilusi semata. Mereka kehilangan semua kepercayaan. Sekarang ini pun, mereka yang berada di bawah pengaruh mantra sihir yang sama percaya pada pernyataan yang menggelikan ini, di bawah kedok sains yang menjijikkan. Mereka mengorbankan hidup mereka untuk membela dan melayaninya. Mereka juga akan dipermalukan ketika kebenaran yang nyata terungkap dan mantra sihir tersebut terhapus. Kenyataannya, Malcolm Muggeridge, seorang filsuf dan penulis Inggris, mengakui bahwa ia mengkhawatirkan hal itu.
Saya sendiri yakin bahwa teori evolusi, khususnya dalam tingkatan aplikasi, akan menjadi salah satu lelucon terbesar dalam buku-buku sejarah masa yang akan datang.
Keturunan kita akan heran betapa aneh dan meragukannya sebuah hipotesis dapat diterima dengan mudahnya.161
Masa depan itu tidak jauh. Sebaliknya, orang-orang akan melihat dengan segera bahwa ketidaksengajaan bukanlah Tuhan dan masa depan akan melihat teori evolusi sebagai tipuan terburuk dan mantra sihir yang paling mengerikan di dunia. Mantra tersebut telah mulai terangkat dengan cepat dari bahu orang-orang di seluruh dunia. Banyak orang yang melihat wajah teori evolusi yang sebenarnya akan tertegun takjub bagaimana mereka dapat tertipu olehnya.
Mereka berkata, Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. (QS. 2: 32)