DARA GETTING MARRIED - 8
Not everyone wants to be a Hero teriak Dara marah, wajahnya memerah karena menahan air mata.

Not everyone can be balasku kasar, dan meninggalkannya menangis.

Hey, dont try to be a hero, Hero! komen temenku si Firad dengan tampang mengejek

Yeah alrite, then I will try to be a Hypermart or Giant or.. Flea Market!puas loe setengah marah setengah mengejek, aku kesal luar biasa.

Aku baru saja membuat Dara menangis, karena . . .lagi-lagi sikap kasarku yang keterlaluan, yeah Dara memang bukan pacarku lagi, kita baru saja putus entah untuk yang keberapa kalinya dalam semester ini, aku tau sebentar lagi kita akan nyambung lagi seperti yang dulu-dulu, satu sekolah juga tau, kita selalu begitu. Siapa yang tak kesal, jika pacarmu, maksudku mantan pacar, nge-date dengan orang yangsulit dikatakan,bagaimana mungkin Dara bertindak sekonyol itu, meninggalkan aku demi seorang loser kutu buku, anak kelas satu pula! Apa kekuranganku

Aku terlahir menjadi pahlawan, di sekolahpun aku tetap sang pahlawan, pahlawan di lapangan, kapten tim basket sekolah! Dan apa yang paling diinginkan oleh cowok-cowok SMA Aku memilikinya; wajah tampan, prestasi olah raga, dan orang tuaku kaya raya, dan juga karakter seperti tokoh-tokoh dalam teenlit, yang cool dan berani. Sekolah adalah kerajaanku, dan dengan mahkota serta kekuasaanku, aku mendapatkan apapun yang aku inginkan, tapi apa yang terjadi Seorang rakyat jelata sekolah mencuri sang putri dariku, begitu beraninya! Apa kutu buku brengsek itu lupa rasanya ketika matanya kubikin biru

***

Aku datang ke rumahnya, di malam hari, dengan seikat bunga, sekotak coklat dan sebuah boneka beruang, Dara akan memaafkanku, selalu. Aku tau Dara cuma ingin perhatian dariku hanya gara-gara aku sedikit melupakannya akhir-akhir ini, kompetisi basket menyita waktuku.

Sekarang semuanya beres, tak ada lagi si pengganggu, si kutu buku, udah bukan lagi masalah yang menggangu, karena dia sudah dapat pelajaran dariku, dan Dara tak pernah tau.

***

Segala sesuatunya nyaris tak pernah berubah delapan tahun ini, kita putus nyambung kayak biasa dari sejak jaman SMA hingga , tapi entah kenapa hari ini seperti dapat berita duka, undangan pernikahan, okay, kita sedang tidak bicara, karena Dara meminta aku untuk berubah, aku mencoba, bukannya tidak bisa aku hanya perlu waktu yang cukup lama, baru beberapa minggu ini aku masuk rehabilitasi untuk mengubah segalanya demi Dara, kenapa ketika aku berusaha tak ada lagi Dara di sana Aku tau Dara bosan dengan segalanya, makianku, kata-kata kasarku, bahkan pukulanku, mungkin dia akan mendapatkan yang terbaik, dari entah siapa yang menikahinya, tapi takkan pernah ada yang bisa menjadi aku, takkan ada, karena aku yang mencintai Dara, aku mencintai Dara dengan caraku, dengan cara yang tak dapat dimengerti siapapun.

Aku akan pergi menemuinya di hari pernikahannya, takkan bisa buat Dara untuk pergi dariku, jika aku mau, aku mampu, tapi mohon beri aku waktu. Aku ingin berubah jadi seperti yang yang kamu mau, jadi seperti dia yang ada dalam khayalanmu, dalam mimpi tiap malammu, jadi seorang hero, bukannya Hero, pecandu payah yang membuatmu menderita, Untuk kali ini mohon kesempatan sekali lagi, ini penyesalan terdalamku, pleaselet me be your Hero.