(Ibnu Hajar Haytahami)
Abad empat belas telah lewat sejak Rasulullah menyampaikan berita-berita tersebut. Rata-rata rentang kehidupan yang diharapkan jauh lebih panjang pada saat ini daripada waktu lain dalam sejarah paling terkini. Sebuah perbedaan besar dapat dilihat, bahkan antara angka-angka selama permulaan dan akhir abad kedua puluh. Misalnya, diperkirakan bahwa seorang bayi yang dilahirkan pada tahun 1995 akan hidup sekitar 35 tahun lebih lama daripada seorang bayi yang dilahirkan sekitar tahun 1900. Contoh lain yang lebih jelas tentang persoalan ini adalah bahwa pada beberapa tahun lalu hanya segelintir orang yang hidup hingga usia 100 tahun, sedangkan saat ini hal itu menjadi hal yang lebih lumrah.
Dengan perkembangan ini, dokter dapat mendeteksi perbedaan per menit dari suatu dan kemudian menggunakan prosedur perawatan dengan teknik yang berbeda sesuai dengan kebutuhan spesifik individu. Akhirnya, orang-orang yang hidup pada Masa Keemasan tidak akan mengalami penderitaan yang berkepanjangan dan merasa putus asa karena penyakit yang di derita. Setiap orang akan segera menerima bantuan medis yang sesuai, ideal dan bermoral karena tenaga medis didukung teknologi pengobatan modern sesuai dengan tugasnya sangat membantu pasien dan menyelamatkan hidup mereka. Pada Masa Keemasan, peningkatkan kesehatan individu akan diutamakan karena peningkatan kualitas hidup sangat dipentingkan.
Kemajuan di Bidang Pengobatan
Orang yang dibimbing oleh nilai-nilai dari Al-Quran menimbang bahwa kehidupan manusia sangat berharga. Dalam sebuah masyarakat yang beriman, orangorang memberikan perhatian yang besar untuk masalah-masalah yang berhubungan dengan kesehatan manusia. Tanpa memandang status sosial, apakah kaya atau miskin, tua atau muda, akan menerima perlakuan yang layak. Berbagai usaha akan dilakukan untuk menyelamatkan kehidupan seseorang, karena sesuai dengan nilainilai dari Al-Qur'an, mereka menerima imbalan yang besar, yaitu bagi oramg yang berusaha untuk merawat dan menyembuhkan orang yang sakit agar mereka sehat dan pulih seperti sediakala.
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia selu-ruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keteranganketerangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi. (QS. Al-Ma'idah, 5:32)
Sesuai dengan ayat ini, umat Islam di Masa Keemasan akan melakukan upaya serius untuk mengembangkan dan menerapkan strategi peningkatkan kualitas layanan kesehatan untuk semua orang dan untuk memastikan bahwa setiap orang yang sakit menerima perawatan secara optimal.
Kemajuan dalam Perencanaan Tata Kota
Dalam dua puluh abad pertama, penggunaan teknologi mendorong efesiensi di segala bidang. Hari ini teknologi komputer telah membantu merampungkan tugastugas utama dan tugas lainnya yang tidak terkait dengan teknologi sehingga mengurangi tenaga kerja. Berbagai perangkat teknologi, yang dulu hanya imajinasi dalam film fiksi ilmiah, kini telah ada bahkan menjadi bagian dari hidup kita dan mulai menawarkan kenyamanan.
Sistem tata kota yang di desain dengan teknologi komputer mengubah wajah kota menjadi lebih indah, nyaman dan tertib. Sistem komputer membantu menangani kebutuhan darurat, lalu lintas, dan perencanaan tata kota, serta meningkatkan keamanan dan layanan kesehatan. Orang tidak akan menunggu lama untuk mendapatkan layanan publik. Data diri dan semua informasi administratif mengenai orang tersebut sudah tersedia di komputer.
Berkat teknologi tahan gempa, bangunan akan dapat bertahan meski diguncang gempa bumi yang hebat. Saat ini satu guncangan gempa yang hebat akan membuat seisi kota menjadi puing-puing. Pada Masa Keemasan, sistem konstruksi yang hari ini berkembang dengan izin Allah akan menemukan cara untuk membuat bangunan yang tahan gempa. Dengan cara ini, teknologi akan menjamin keamanan masyarakat dan membuat lebih mudah bagi mereka untuk mengatasi situasi sulit yang tidak terduga.
Karena perubahan dalam sumber-sumber energi, setiap kota akan memiliki unit energi mandiri. Pemanfaatan energi alternatif akan ditingkatkan. Pemanfaatan energi matahari, angin dan air di optimalkan untuk menghasilkan listrik dan panas. Sumber energi ini akan memenuhi semua kebutuhan manusia dan mengurangi ketergantungan pasokan energi dari daerah lain. Kota pesisir mereka akan memperoleh energi dari air atau angin, sehingga dampak buruk terhadap lingkungan bisa di tekan.
Di perkotaan berbagai jenis tanaman pangan akan dibudidayakan melalui teknik hidroponik (membudidayakan tanaman tanpa media tanah) dan aquaponik (membudidayakan tanaman dengan media air).
Selain itu, akan ada perubahan besar di jalan-jalan kota. Membersihkan dan merawat jalan, mendesain tampilan, semua memanfaan teknologi komputer dan penghijauan kota akan menjadi sebuah program kebijakan. Banjir, pencemaran lingkungan, dan kesemrawutan yang terjadi hari ini adalah karena orang jauh dari ajaran nilai moral Al-Quran. Ketika orang mengikuti ajaran Al-Quran, mereka berusaha menciptakan sebuah suasana lingkungan yang sama seperti di Surga. Mereka selalu berpikir tentang bagaimana meningkatkan kinerja dan lingkungan mereka menjadi lebih baik sebagai rasa syukur kepada Allah atas karunia keindahan yang menentramkan jiwa. Sebagai balasannya, mereka menerima lebih banyak lagi sebagaimana Allah menjanjikan untuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim, 14:7)
Dalam ayat lain, Allah memperingatkan keluarga Imran, yang tinggal di kota yang sangat indah:
"Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan
(Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun". (QS. As-Saba, 34:15)
Karya Seni pada Masa Keemasan
Pada masa keemasan, bertambahnya karunia yang berlimpah, kekayaan, keindahan dan karya seni, akan menandai seluruh segi kehidupan. Orang akan selalu menemukan keindahan dimanapun dia berada, seperti keindahan sikap dan perilaku yang ditampilkan, keindahan di lingkungan rumah, di kebun, dekorasi rumah, pakaian, musik, hiburan, karya seni, lukisan dan ucapan, semua menjadi lebih indah. Akhirnya, orang akan merasakan semua keindahan yang disebutkan Allah dalam Al Qur'an. Dalam satu ayat, Allah menyatakan bahwa orang-orang yang beriman akan diberi kehidupan yang indah di dunia ini:
Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-Nahl, 16:96-97)
Al-Quran memberikan gambaran bahwa lingkungan orang-orang yang mematuhi perintah Allah akan menjadi lingkungan yang damai. Allah juga memberikan kabar gembira dengan memberikan penghargaan kepada mereka yang berbuat kebajikan dengan memberikan kehidupan yang lebih baik di dunia ini dan kehidupan tak terbatas di akhirat kelak.
Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (Surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (Surga) dan tambahannya.
Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan.
Mereka itulah penghuni Surga, mereka kekal di dalamnya. (QS. Yunus, 10:2526)
Karya Seni Masyrakat dalam Masyarakat Qurani
Kita bisa menggambarkan kehidupannya sehari-hari di bidang dunia seni, geliat ekonomi, dan kehidupan sosial yang ada pada Masa Keemasan, karena AlQuran memberi resep tentang sebuah pemahaman bahwasanya kehidupan ini terdiri dari sesuatu yang instan. Pemahaman ini didasarkan dengan melakukan sesuatu yang baik maka seseorang akan merasakan keberkahan dari sisi Allah dan mengambil dari yang terbaik dengan cara yang paling tepat dan yang paling masuk akal. Pemahaman dan kebijaksanaan yang ditawarkan Al-Quran ini akan menyebabkan pencapaian yang menakjubkan, pemahaman yang unggul dari sebuah seni untuk berkembang.
Pada hari ini, mereka yang terjun di dunia seni hanya untuk tujuan materi, sebuah profesi yang akan mendatangkan popularitas dan gaya hidup mewah. Waktu mereka dihabiskan bukan untuk menghasilkan karya seni yang bernilai tinggi tapi hanya semata-mata untuk mendapatkan uang. Rasa kesenian mereka didasarkan pada keuntungan atau popularitas bukan dari inspirasi dari dalam diri sendiri. Untuk alasan ini, mereka tidak melakukan upaya serius dan merasa tidak perlu mengembangkan wawasan untuk menghasilkan karya seni, keinginan mereka hanyalah untuk segera mendapatkan materi. Seorang seniman sejati mampu untuk berpikir secara bebas dan mendalam sehingga menghasilkan karya seni yang unik dan memberi inspirasi.
Sementara itu, seorang seniman yang memiliki komitmen dan idealisme yang tinggi seringkali mendapati usahanya tidak mampu untuk mendukung keuangannya. Hasil karyanya kadang tidak sesuai dengan permintaan pasar. Saat ini dari pada menghargai karya seni yang penuh makna, mutu dan estetika, banyak karya seni yang hadir tanpa citarasa, kualitas dan tanpa makna tetapi justru sangat di minati generasi muda.
Masa Keemasan akan menghilangkan pandangan yang demikian, munculnya karya seni yang tidak bermoral karena kepentingan materi akan lenyap dan akan digantikan keberlimpahan bagi semua orang. Negara menjamin kebebasan para kreator seni untuk berekspresi dan mempersembahkan karya terbaik mereka dalam situasi yang kondusif. Orang-orang akan menyadari bahwa seni adalah salah satu bentuk pengabdian yang indah dan akhirnya semua jenis karya seni akan mendapatkan tempat di hati masyarakat. Terinspirasi karena memperhatikan keindahan ciptaan Allah, seorang seniman akan menghasilkan karya yang menakjubkan. Nilai-nilai Al-Quran dan kepekaan jiwa akan medorong seseorang kepada hasil kreasi seni yang orisinil.
Alasan lain kemajuan di bidang seni adalah dorongan fitrah yang suci untuk membebaskan diri dari kecenderungan yang begitu popular saat ini, sikap hedonism, mengejar kesenangan sementara tanpa makna. Kecenderungan yang mendorong masyarakat secara tidak sadar untuk bersikap apatis, pesimis dan mudah putus asa. Filsafat materialisme paling bertanggungjawab atas kecenderungan ini. Pola pikir dan sikap negatif ini menyebar luas ke tengah-tengah masyarakat karena dikemas dengan bungkus karya seni. Mereka biasa disebut selebritis. Karya mereka mengarah kepada sikap yang pesimis, putus asa kadang anarkis. Mereka mengangkat tema tentang kebencian, sakit hati, putus asa, putus cinta, kematian, kesepian hidup, merasa tidak berguna atau ke-hampaan jiwa. Keadaan ini adalah konsekuensi alami dari ketiadaan iman dalam diri manusia.Pada Masa Keemasan, semua tekanan psikologis dan kegersangan jiwa ini akan musnah, dan manusia akan mengalami kegembiraan, kebahagiaan, dan jaminan keamanan yang sempurna dari sebuah nilai Al-Quran. Akhirnya, transformasi seni ke dalam suatu usaha yang menggambarkan keindahan karya cipta akan menggantikan kecenderungan seni yang bertujuan hanya kepada kesenangan tanpa makna.