Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih - 8
sejumlah orang mengaku takut naik perahu, zasneda padahal hanya ombak akhir agustus yang merdeka dan berdaulat, mengirim pesan kilat pada jam-jam yang sibuk dada mereka akan dibuat bergetar hebat

aku memikirkanmu, aku mengabaikan lumba-lumba yang melompat

seolah lautan luas di utara pulau sumbawa adalah arena sirkus

dengan lingkaran-lingkaran api imajiner melayanglayang di atasnya

tak ada selembar pun daun yang tersesat di sini, zasneda

tidak seperti aku, yang seringkali tak tahu arah kehidupan masa depan jadi tampak seperti jembatan polak dan aku melompat setinggi-tingginya, lebih tinggi dari apa pun

demi menggapai udara kosong sebelum menelannya bulat-bulat

rasa takut telah menjadi jari yang diombangambingkan di atas nyala lilin

kekhawatiran untuk terbakar lebih sedikit dari

kecemasan mematikan sumbu

sungguh, aku tak merasa ombak itu akan

menenggelamkan kita

meski sejumlah orang mengaku takut naik perahu,

meski sejumlah orang mengaku tidak takut naik pesawat.