aku memikirkanmu, aku mengabaikan lumba-lumba yang melompat
seolah lautan luas di utara pulau sumbawa adalah arena sirkus
dengan lingkaran-lingkaran api imajiner melayanglayang di atasnya
tak ada selembar pun daun yang tersesat di sini, zasneda
tidak seperti aku, yang seringkali tak tahu arah kehidupan masa depan jadi tampak seperti jembatan polak dan aku melompat setinggi-tingginya, lebih tinggi dari apa pun
demi menggapai udara kosong sebelum menelannya bulat-bulat
rasa takut telah menjadi jari yang diombangambingkan di atas nyala lilin
kekhawatiran untuk terbakar lebih sedikit dari
kecemasan mematikan sumbu
sungguh, aku tak merasa ombak itu akan
menenggelamkan kita
meski sejumlah orang mengaku takut naik perahu,
meski sejumlah orang mengaku tidak takut naik pesawat.