menjadi demam atas tubuhku
sampailah kita pada baris-baris ini:
sebuah lagu penghabisan untukmu
bacalah, sebagaimana dulu
kau membaca pernyataan cintaku
sesudah ini mungkin aku akan mengenangmu
sebagai lukisan berpalet amber
tentang jabat tangan yang sebentar
dan kesepian yang tak dapat lumer
sebuah lagu penghabisan
adalah aroma garam pada geladak kapal
lagu penghabisan
adalah dekut burung hantu
yang sesekali gugur
ke dalam kantukku
sesudah ini, jangan lagi cari aku
sebab di ujung senja yang dulu
cakrawala telah patah
dan kudaku lepas dari tambatnya
dan misalkan kelak kau tersesat
saat berjalan-jalan di sabana ingatan
pertajam pandanganmu!
aku adalah penunggang epithumia
yang bergerak di kejauhan itu.
/2012