MISA ARWAH & PUISI-PUISI LAINNYA - 8
setelah dua puluh puisi

menjadi demam atas tubuhku

sampailah kita pada baris-baris ini:

sebuah lagu penghabisan untukmu

bacalah, sebagaimana dulu

kau membaca pernyataan cintaku

sesudah ini mungkin aku akan mengenangmu

sebagai lukisan berpalet amber

tentang jabat tangan yang sebentar

dan kesepian yang tak dapat lumer

sebuah lagu penghabisan

adalah aroma garam pada geladak kapal

lagu penghabisan

adalah dekut burung hantu

yang sesekali gugur

ke dalam kantukku

sesudah ini, jangan lagi cari aku

sebab di ujung senja yang dulu

cakrawala telah patah

dan kudaku lepas dari tambatnya

dan misalkan kelak kau tersesat

saat berjalan-jalan di sabana ingatan

pertajam pandanganmu!

aku adalah penunggang epithumia

yang bergerak di kejauhan itu.

/2012