Tanda-tanda perselingkuhan dan pengkhianatan akad syahadah ini tercecer di mana-mana, terlihat jelas oleh setiap orang yang berakal waras. Di antara indikatorindikator itu adalah:
1. Nama aliran dan nama jaringan: Islam Liberal.
Bila kita telusuri, maka Islam Liberal ini adalah bermarga Kristen.
Liberal dijadikan sebagai nama sebuah aliran keagamaan pertama kali dilakukan oleh pendeta Jerman Friedrich Ernst Daniel Schleiermacher (1768-1834). Dia adalah pendiri sekte Kristen Protestan liberal dan sekaligus dijuluki sebagai Bapak Hermeneutika modern[ ].
Pada tahun 1950-an Asaf Ali Asghar Fyzzee
(1899-1981) intelektual muslim India menggulirkan istilah Islam Liberal sebagai reaksi dari kejumudan intelektual
Islam di India [ ].
Pada tahun 1988, Charles Kurzman (Asisten
Profesori Sosiologi pada University of North Carolina, Chapel Hill) mengedit sebuah buku yang berisi tulisan 32 tokoh muslim berjudul Liberal Islam: A Sourcebook (Oxford University Press, New York).
Pada tahun 1999, Paramadina bekerjasama dengan Yayasan Adikarya Ikapi dan The Ford Foundation dalam menerbitkan buku Gagasan Islam Liberal di Indonesia, terjemahan dari karya disertasi Greg Barton, Ph. D dari Departement of Asia Studies and Lenguages, Monash
University, Australia.
Pada bulan Juni 2001, Paramadina dengan Yayasan Adikarya dan The Ford Foundation kembali menerbitkan buku yang berjudul Wacana Islam Liberal, terjemahan dari buku Charles Kurzman (Penerjemahan dilakukan sebelum bulan Juni, pengantar penerbit ditulis pada April 2001) [ ].
Pada waktu yang hampir bersamaan yaitu 8 Maret 2001, lahirlah sebuah organisasi para virus yang bernama Jaringan Islam Liberal (JIL).
Allah berfirman:
Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin. [ ]
2. Pendekatan dalam memahami al-Quran
Protestan Liberal, agar dapat keluar dari kungkungan Bibel, menawarkan cara baca baru yaitu Hermeneutik. Rumus teori Hermeneutik Schliermacher ini didasarkan pada analisis terhadap pengertian tata bahasa dan kondisi sos bud kejiwaan pengarangnya dan kondisi lingkungannya, ini sangat penting untuk memahami makna suatu teks. Oleh karena itu Schliermacher dijuluki sebagai Bapak pendiri Hermeneutika umum / modern.
Wacana Hermeneutik terus dikembangkan oleh para sarjana Barat dan para orientalis Yahudi dan Kristen sampai Islam Liberal menjadikan Hermeneutik sebagai andalan dalam membaca al-Quran.
Maka tidak heran jika di Indonesia terbit puluhan buku tentang Hermeneutik seperti:
1. Bongkar Tafsir: Liberalisasi, Revolusi, Hermeneutik
2.
3. Hermeneutika al-Quran
4.
5. Hermeneutika Transendental
6.
7. al-Quran, Hermeneutika dan Kekuasaan
8.
9. Hermeneutika pembebasan
10.
Buku ini ditulis Ilham B. Saenong. Dalam pengantarnya Prof. Dr. Amin Abdullah, Ketua Majelis Tarjih MD (Rektor IAIN SUKA) menulis: Terlepas dari tafsir-tafsir klasik al-Quran tidak lagi memberi makna dan fungsi yang jelas dalam kehidupan umat Islam, hal. xxv xxvi (Media Dakwah, Juli 2003, h. 24).
Maka tidak heran jika aktivis JIMM pada pertemuannya ke-2 di Malang 18 Nopember 2003 menurunkan tulisan:
1. al-Ruju Ila al-Quran, Dari Kebebalan Foundationalisme menuju Pencerahan Hermeneutik (Zakiyuddin Baidhawi, Ketua)
2.
3. Hermeneutika teoritis dan praktis, Khasanah kritis dan Liberal dalam penafsiran kitab suci al-Quran (Hilman Latief)
4.
5. Kembali ke al-Quran perspektif Hermeneutika pembebasan (M. Hilaly Basya)
6.
Sementara koordinator JIL, Ulil menyebut bahwa tafsir al-Quran selama ini adalah tekstualis ini adalah Bibliolatri (Huxley) atau Watsaniyyah menurut Fahmi Huwaidi Jika tidak dibongkar maka lingkaran setan pemahaman keagamaan yang al-Kitabiyyah atau
Skipturalistik tidak bisa diatasi [ ].
3. Teologi Inklusif - Pluralis
Ulil mengatakan: Semua agama sama, semua agama menuju jalan kebenaran. Jadi Islam bukan yang paling benar. Pemahaman serupa terjadi di Kristen selama berabad-abad. Tidak ada jalan keselamatan di luar Gereja. Baru pada tahun 1965 M. Gereja katolik di Vatikan merevisi paham ini, sedangkan Islam yang berusia 1.423 tahun dari Hijrah Nabi, belum memiliki kedewasaan yang sama seperti Katolik[ ]. Coba perhatikan: nama ikut Protestan, kedewasaan ikut Katolik
Paramadina menulis buku FLA membangun
masyarakat inklusif pluralis
4. Mendukung Kristenisasi
a. Pendeta Dr. Josias L. Lengkong, M. Div, M.Th, Ph.D menulis buku Jihad Kristen Adakah kesamaan jihad Islam dan jihad Kristen (2003). Di dalamnya Lengkong mengajak umat Islam untuk memahami alQuran dengan prinsip umum Hermeneutik, umat Islam dan Kristen perlu menyatukan persepsi untuk menggalang potensi yang ada dalam semangat jihad membentuk wadah . yang bisa disebut jihad Pancasila jihad Nusantara.
b.
Kitab ini diberi kata pengantar oleh Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif Putra Sumpur Kudus Sumbar, dia mengatakan: Saya menganjurkan baik umat Kristen maupun umat Islam untuk membaca buku ini demi memperluas wawasan kita terhadap kekayaan ajaran dan budaya yang terdapat di dalam al-Kitab dan al-Quran[ ]. Hanya dengan cara inilah masa depan kita sebagai bangsa dapat diselamatkan[ ].
PM Israel Jitzak Shamir, di pembukaan Konferensi Madrid menuntut orang Arab menghapus kata Jihad[ ].
c. Sebelumnya Pendeta Bambang Noorsena, pendiri
d.
KOS: Kanisah Ortodok Syiria menulis buku Menuju Dialog Teologi Kristen Islam. Pada hal. 167 dicantumkan Qonun al-Iman al-Muqaddas (syahadat iman) KOS:
.
...
Diberi kata penutup oleh Prof. Dr. KH. Said Aqiel Siradj MA: Dari ketiga macam tauhid di atas (Tauhid
Rububiyyah, Uluhiyyah dan Tauhid Asma wa Sifat) maka Tauhid KOS tidak memiliki perbedaan yang berarti dengan Islam[ ].
c. Tahun 2000, pendeta Wienete Sairin M.Th., pernah jadi Sekretaris Umum Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menulis buku dengan judul Tempat dan Peran Yesus di Hari Kiamat menurut Ajaran Islam. Di dalamnya dinyatakan bahwa ayat-ayat al-
Quran tentang kematian Yesus sangat kontradiktif sekali.
Buku ini diberi pengantar Prof. Dawam Raharjo, mengatakan:
Buku ini cukup mewakili pandangan Islam.
Buku ini cukup fair bagi orang Islam.
Trinitas itu memberi makna yang fungsionalis dalam kehidupan konkrit umat Kristen, keyakinan bahwa Yesus itu anak Allah atau penjelmaan Tuhan dalam diri seorang manusia memang sulit dipahami oleh orang Islam. Hal ini dikarenakan orang Islam tidak hidup dalam tradisi keyakinan ini[ ].
d. Natalan 25 Desember adalah bidah Kristen, yang pada hakekatnya adalah menyembah Dewa matahari.
MUI dengan penuh amanah telah memutuskan fatwa haram bagi umat Islam menghadiri Natal dan mengucapkan selamat Natal.
Tapi orang-orang sekuler dan liberal malah membolehkan / menghalalkan. Mereka adalah: Dr. Alwi Shihab, Mr. Moeslim Abd. Rahman, Gus Dur, M.
Quraisy Syihab,TIM Penulis buku FLA (Nur Kholis
Majid, Kautsar Azhari Noer, Komaruddin Hidayat, Masdar F. Masudi, Zainun Kamal, Zuhairi Misrawi, Budhy Munawar Rahman, Ahmad Gaus AF dan
Munim A. Sirry).
5. Paradigma berpikir
a. Tentang agama /evolusi agama[ ]
b.
Ulil di Kompas 18 Nopember 2002 mengatakan: Saya meletakkan Islam pertama-tama sebagai sebuah organisasi yang hidup, sebuah agama yang berkembang sesuai dengan denyut nadi perkembangan manusia.
Gagasan ini disebutnya sebagai Graduality / wahyu progresif, ini berakar pada filsafat evolusi masyarakat. (agama = fenomena sosial).
1. Bermula dari Charles Robert Darwin yang pada Nopember 1859 menerbitkan buku The Origin of Species . teori evolusi Darwin yang menggunakan pendekatan biologis ini telah mempengaruhi para sosiolog Barat. Jadi ilmu alam (biologi) jadi dasar ilmu sosial.
2.
3. Auguste Comte dengan teori Positivismenya: Agama itu bermula dari agama pagan, kemudian
4.
Monotheis.
5. Herbert Spencer = agama bermula dari mimpi manusia tentang adanya spirit di dunia kemudian dimodifikasi menjadi kepercayaan kepada kekuatan nenek moyang, kemudian muncul Tuhan-Tuhan.
6.
7. Emile Durkheim
8.
9. Max Weber
10.
Jadi Islam juga berevolusi supaya tidak ahistoris, tidak arkhaik (membeku dan memfosil). Jadi Islam progresif adalah Islam Liberal.
c. Tentang al-Quran
d.
e. Kebebasan individu dalam menafsiri agama
f.
g. Skularisme
h.
i. HAM, Gender, dll
j.
6. Keanggotaan
1. Djohan Effendi (Deakin University Australia = anggota resmi aliran sesat Ahmadiyyah di Yogyakarta. Pada masa Soeharto ia memimpim rombongan ke Israel bersama Gus Dur, dan dia juga penyunting buku Catatan Harian Ahmad Wahib (1981) ketika di Depag dan di Sekneg jaman Presiden Gus Dur, dia melindungi aliran-aliran sesat termasuk LDII (Bahaya aliran 78).
2.
3. Dr. Kautsar Azhari Noer, anggota Asosiasi Pecinta ibn Arabi Internasional (Tauhid ibn Arabi Tertinggi jika bukan satu-satunya Tauhid yang benar).
4.
5. Jalaluddin Rahmat, Yayasan Muthahar Bandung.
6.
(Syiah).
7. Haidar Baqir (Dirut Penerbit Mizan, Bandung (dikenal Syiah))
8.
9. Gus Dur, dikenal sebagai anggota Laskar Kristus dan Institut Simon Peres Israel!
10.
7. Pendidikan
1. Ahmad Wahib (Quran bukan wahyu tapi produk budaya, Bidah harus diperbanyak, Islamnya gabungan dari Nasionalis, Katolik, Budha, Protestan, Komunis dan Humanis. Karl Marx dan Frederich Engels Penghuni surga tingkat pertama.
2.
3. Dia kuliah di UGM / FIPIA Yogyakarta, terus ke
4.
Perguruan tinggi Nasrani Sekolah Tinggi Teologi dan Filsafat Driarkara di Jakarta.
5. Ulil Abshar tadinya di LIPIA, tahun terakhir rapor merah- ke STTF Driarkara Jakarta berguru kepada Frans Magnis Suseno.
6.
7. Ismet Natsir, penyunting buku Ahmad Wahib: Alumni Kampus Katolik STTF Driarkara Jakarta
8.
9. Profesor dan Doktor Jebolan Barat (Nur Kholis, Syafii Maarif, Kautsar Azhari Noer. dll)[ ].
10.
8. Pendanaan:
- The Ford Foundation
-
- The Asia Foundation yang berkedudukan di Amerika
-
Serikat. Dr. Utang Ranuwijaya (Wakil Ketua Komisi Pengkajian MUI) menyebutnya sebagai Yayasan yang berhati belang.
9. Pembelaan:
10.
FLA ditulis untuk membela Syiah, Mutazilah, dan orang-orang kafir yang menurut mereka- telah diperlakukan secara diskriminatif oleh Islam dan oleh ulama Islam[ ].
11. Fasilitas 11. Perlindungan
12.
12. Dll.
Demikianlah makalah yang belum rampung dan amat singkat ini semoga bermanfaat. Amien.