Sandiwara dan Perang - 8
DJARAK

Oleh: D. DJOJOKOESOEMO

PEMAIN:

PAK TEMBAK.........................orang jang mengerti tentang goena dan paedahnja djarak. PAK BOPENG..orang tolol tetapi berlagak pintar. mBOK BOPENG.................bini PAK BOPENG.

Pak Tembak : Kang Bopeng, djarak saja soedah besar-besar malahan soedah berboeah

Pak Bopeng : Saja poenjapoen begitoe. Nanti kalau boeahnja soedah toea maoe lekas-lekas saja djoeal dengan harga mahal.

Pak Tembak : Maoe didjoeal berapa kang Bopeng

Pak Bopeng : Saja sendiri beloem tahoe. Tetapi tentoe lebih mahal dari orang lain.

Pak Tembak : Maoe didjoeal sama siapa

Pak Bopeng : Ah kepada pemerintah, engkau kan soedah tahoe.

Pak Tembak : Nah kalau soedah tahoe kepada pemerintah mengapa djarak kang Bopeng maoe didjoeal mahal. Masa pemerintah maoe ditjatoet.

Pak Bopeng : Lo, aneh engkau itoe, kan soedah biasa orang djoealan itoe, mentjari hasil sebanjakbanjaknja.

Pak Tembak : Betoel itoe. Tetapi harganja soedah ditetapkan. Barangkali kang Bopeng tidak tahoe apa goenanja djarak itoe.

Pak Bopeng : Sebetoelnja memang beloem tahoe. Boeat apa si

Pak Tembak : Bidji djarak itoe mengandoeng minjak.

Pak Bopeng : Nah kalau begitoe saja maoe bikin minjak sendiri. Djadi tidak perloe minjak kelapa.

Pak Tembak : Eekang Bopeng memangperoetnja sendiri sadja jang dipikirkan. Kang Bopeng tahoe bagaimana membikinnja

Pak Bopeng : Ah gampang sadja, direboes sadja seperti katjang, nanti minjaknja keloear sendiri.

Pak Tembak : Tahoe betoel kang Bopeng. Apa soedah pernah bikin minjak djarak

Pak Bopeng : Tentoe soedah. Kalau beloem, masakan saja tahoe.

Pak Tembak : Oh, kalau begitoe kang Bopeng bohong

Pak Bopeng : Ha, bohong

Pak Tembak : Boekan tadi kang Bopeng bilang tidak tahoe kalau bidji djarak itoe mengandoeng minjak

Pak Bopeng : Ah tahoe, saja tahoe

Pak Tembak : Nah, kalau tahoe, saja maoe tanja. Boeat apa minjak djarak itoe.

Pak Bopeng : Tentoe sadja boeat menggoreng

Pak Tembak : Menggoreng apa

Pak Bopeng : Ha, menggoreng Tentoe sadja menggoreng singkong, oebi, pisang.

Pak Tembak : (tertawa), Ha, Hapak Bopeng, pak Bopeng memang pak Bopeng tahoe semoea.

Pak Bopeng : Tentoe. Orang jang soedah toea itoe haroes tahoe semoea. Sebab soedah banjak makan

garam. Berapa kali saja soedah lihat terang boelan.

Pak Tembak : Berapa kali

Pak Bopeng : Ah,loepa tidak sadja hitoeng.

Pak Tembak : Ha, ha, loepaDjadi kang bilang kalau minjak dajrak bisa boeat menggoreng oebi

Pak Bopeng : Tentoe sadja itoe kan minjak.

Pak Tembak : Mengapa minjak bensin tidak bisa boeat menggoreng

Pak Bopeng : Itoe kan lain

Pak Tembak : Nah,minjak djarak djoega lain; tidak bisa boeat menggoreng.

Pak Bopeng : Betoel itoe Kalau begitoe boeat apa saja menanam djarak Roegi saja

Pak Tembak : Mengapa roegi Bidjinja kan maoe dibeli sama pemerintah

Pak Bopeng : Pemerintah boeat apa Apa maoe menggoreng oebi

Pak Tembak : Tadi saja soedah bilang, kalau minjak djarak itoe tidak bisa boeat menggoreng.

Pak Bopeng : Lantas boeat apa

Pak Tembak : Begini bang Bopeng. Bidji djarak itoe dibawa kepabrik. Disana bidji dimasoekkan kedalam mesin, lantas digiling. Minjak jang keloear dapat didjadikan minjak lintjir boeat kapal oedara.

Pak Bopeng : Osaja kira boeat menggoreng. Djadi boeat semir kapal oedara Mengapa tidak pakai semir sepatoe sadja

Pak Tembak : Kang Bopeng, jang disemir itoe boekan kapalnja, tetapi mesinnja. Djadi semir sepatoe tidak bisa dipakai.

Pak Bopeng : Oentoeng saja tidak djadi menggoreng dengan minjak itoe, kalau soedahwah peroet saja nanti disemir djadi litjin sekali.

Pak Tembak : Ja, malahan teroes keloear lagi tidak maoe mengaso diperoet.

Pak Bopeng : Tetapi lantas boeat saja djarak itoe tidak ada goenanja

Pak Tembak : Tentoe sadja ada. Boekan djarak itoe maoe dibeli oleh Pemerintah

Pak Bopeng : Ja, tapi pohon djarak saja tjoema sedikit.

Pak Tembak : Tanam sadja jang banjak. Lebih banjak kang Bopeng menanam lebih banjak jang didjoeal, berarti banjak oentoeng.

Pak Bopeng : Hmkalau begitoe sawah saja maoe saja tanami djarak sadja. Biar oentoeng saja besar.

Pak Tembak : Itoe salah, kang Bopeng.

Pak Bopeng : Losalah mengapa

Pak Tembak : Menanam padi tidak koerang penting. Nanti kalau semoea sawah dan ladang ditanami djarak, apa jang akan dimakan Kita semoea memboetoehkan padi boekan

Pak Bopeng : Betoel engkau.

Pak Tembak : Kapal terbang itoe tidak sadja perloe minjak, tetapi djoega perloe jang mengemoedikannja. Ini perloe beras. Boeat keperloean sopir kapal maboer dan tentera lain maka pemerintah beli padi dari orang tani.

Pak Bopeng : Kalau begitoe kita orang tani penting sekali.

Pak Tembak : Dari itoe orang tani selaloe dilindoengi oleh pemerintah. Beras itoe djoega boeat romusha atau pekerdja jang bekerdja dibengkel, dipelaboehan, jang ditambang, jang bikin djalan sepoer dan ditempat lain.

Pak Bopeng : Pekerdja bikin djalan sepoer apa hoeboengannja dengan kita

Pak Tembak : Banjak. Tjoba pikir sadja kalau tidak ada sepoer, beras kita dikirimkan dengan apa

Kang Tembak sendiri kalau pergi djaoeh naik apa, naik sepoer. Djadi pak Tembak haroes berterima kasih kepada pekerdja-pekerdja sepoer djoega.

Pak Bopeng : O, begitoe. Djadi kita semoea ini tolong-

menolong satoe sama lain, walaupoen djaraknja besar. Bapak saja doeloe selaloe bilang kalau gotong-rojong itoe bagoes.

Pak Tembak : Memang bapak kang Bopeng tidak salah.

ADEGAN II mBok Bopeng datang, peroetnja ditahan-tahan.

mBok Bopeng : Adoeh kang Bopeng tolonglah sajaadoeh saja sakit.

Pak Bopeng : Peroetmoe mengapa Kebanjakan roedjak mBok Bopeng : Djarak

Pak Bopeng : Djarak, mengapa djarak Ada pohon djarak djatoeh diatas peroetmoe

mBok Bopeng : Saja makan djarak.

Pak Bopeng : Berapa bidji

mBok Bopeng : Se-sekerandjang

Pak Tembak : Lo, engakau makan djarak dan kerandjang

Tentoe sadja sakit makan kerandjang.

mBok Bopeng : Saja tidak makan kerandjang. Adoeh peroet

Pak Tembak : Makan djarak satoe kerandjang Tentoe sadja, Kang Bopeng. Tadi saja bilang kalau djarak itoe berisi minjak jang tidak boleh dimakan.

Pak Bopeng : Betoel, Tembak. Saja sekarang pertjaja. mBok Bopeng : Adoeh kang Bagaimana inisakit. Pak Tembak : Baiknja pergi dokter sadja. Lain kali djangan makan djarak. Djarak itoe ditanam banjakbanjak tidak oentoek dimakan, tetapi oentoek diserahkan kepada pemerintah.

Pak Bopeng : Mari kita keroemah pak Loerah minta soerat pergi toean Dokter. [Sic!]

Sumber: Panggoeng Giat Gembira; Lakon Sandiwara dan Leloetjon Djilid I, 1945: 26-28.