YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 80
Suatu hari, seorang sahabat menemui Nabi Muhammad SAW. Ia bertanya, Wahai Nabi, amalan apa yang bisa mengantarkanku ke surga kelak

Nabi menjawab, Laa taghdhab, jangan marah.

Orang tersebut mengulanginya lagi dan dijawab serupa oleh Nabi SAW.

Sahabat tersebut tersenyum lantas bertanya kepada diri sendiri, Masa iya, hanya dengan menahan marah bisa mengantarkan diri ke surga

Di sebuah pesantren di Jawa Tengah (maaf tidak saya sebutkan di kota mana), hiduplah seorang kyai sepuh yang karismatis dan ikhlas. Santrinya lebih dari seribu dan semuanya bisa belajar secara gratis, cuma-cuma.

Sore itu, menjelang Magrib, banyak santri yang bermain di dekat masjid. Ada juga yang saling berkejaran satu dengan lainnya. Terjadilah peristiwa dengan tidak sengaja, yakni salah satu santri meludah sembarangan dan mengenai sarung Pak Kyai, pimpinan pesantren. Rupanya sang kyai marah besar atas kejadian tersebut. Dipanggilnya sang santri dan hendak ditempelengnya anak tersebut.

Namun sebelum kesampaian niatnya, aksi tersebut bisa dilerai oleh salah seorang santri senior yang menjadi tangan kanan sang kyai. Rupanya hal itu tidak sanggup menyurutkan amarah sang kyai. Sang Kyai lantas meludahi santri tersebut dan mengenai mukanya.

Tak lama kemudian, terdengarlah azan Magrib. Sepanjang sholat santri tersebut menangis. Selesai sholat dia berdoa, Ya Allah, ampuni kesalahan dan dosa hamba, sehingga membuat kyai marah kepada hamba.

Tidak berselang lama dari peristiwa tersebut, Sang Kyai meninggal dunia. Seluruh penghuni pesantren dan masyarakat sekitar merasa kehilangan atas meninggalnya Sang Kyai. Mereka terpukul dengan kepergian Sang Kyai yang termasuk mendadak tersebut.

Namun, mereka lebih terpukul lagi, karena ada bau yang tidak sedap keluar dari jasad Sang Kyai. Setelah dimandikan, bau busuk tersebut tidak kunjung hilang; malah sebaliknya. Berbagai usaha telah dilakukan oleh para pengasuh pesantren tersebut agar baunya hilang, namun tidak berhasil.

Hal tersebut menjadi pergunjingan dan menjadi tanda tanya besar. Dosa apa yang telah dilakukan oleh kyai mereka, sehingga menerima azab dari Allah

Rupanya santri senior yang dulu pernah melerai sang kyai teringat peristiwa di sore hari itu. Segeralah ia cari santri yang dulu pernah diludahi oleh kyai. Sang santri senior meyakini, tindakan itulah yang mengundang murka Allah. Lama mencari tidak ketemu. Barulah Si Santri ditemukan di makam di mana sang kyai akan dikuburkan. Dia tampak duduk-duduk di bawah pohon tak jauh dari liang lahat yang sedang digali untuk kyainya.

Atas permintaan keluarga dan para pengasuh pesantren, mereka minta santri tersebut memintakan ampun kepada Allah. Atas izin-Nya bau tidak sedap itu pun menghilang, dan segeralah Sang Kyai dikuburkan.

31 Juli 2014