YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 81
Beberapa waktu lalu saya menulis status di BBM saya, Kalau kau ketik namamu di Google, akan muncul apakah di sana

Rupanya, kalimat singkat tersebut mendapat respons bagus dari beberapa orang yang membacanya.

Mereka lantas mengirim BBM ke saya.

Ada yang menulis, Ya, Mas. Kok terasa lucu dan aneh, ya. Hari gini kita tidak dikenal sama Google.

Ada juga yang menulis begini, Wah statusnya menohok Pak W. Saya jadi malu. Mau belajar menulis, ah.

Mungkin masih banyak lagi ungkapan-ungkapan lain yang senada dengan BBM-BBM tadi. Mereka sekadar membaca, lalu membatinnya.

Tapi, intinya kena.

Itulah kekuatan sebuah tulisan. Ia mampu mempengaruhi orang lain. Tulisan bisa menggerakkan orang yang tadinya diam jadi berdiri dan

236

akhirnya melangkah; yang tadinya pasif lantas menjadi aktif; yang sebelumnya malas jadi rajin; dan seterusnya.

Hati-hati. Bisa juga sebaliknya. Maka saya mengajak untuk belajar menulis yang baik-baik.

Di era sekarang, hampir setiap orang memiliki handphone, bahkan smartphone. Hampir setiap orang mengenal internet dan sosial media dengan berbagai pilihan. Manfaat apa yang bisa kita petik dengan semua itu Juga manfaat apa yang bisa kita berikan kepada orang lain

Dari sekian media sosial dan dunia chat, yang paling familier buat saya adalah BBM. Alasannya, praktis. Saya amati, penggunaan BBM saat ini masih kurang optimal, bahkan hanya sebagai sarana chat. Sebenarnya, kalau dimanfaatkan, terutama untuk saling berbagi informasi dan sharing motivasi akan sangat efektif. Orang dengan mudah membuka dan mengaksesnya.

Keinginan sharing dari tiap orang sebenarnya sudah ada. Namun sayang, terkadang sekadar sharing foto. Sekarang sedang di mana dan melakukan kegiatan apa. Maksudnya jelas sudah baik. Mereka juga ingin berbagi bahwa mereka sekarang sedang happy bersama teman, keluarga, dan seterusnya.

Sudah jauh lebih baik daripada malah sharing foto dan status galau. Isinya hanya tulisan yang bernada mengeluh dan meratap. Begini-begini kok ya dibagi ke orang lain.

Ajakan saya, ayo semua belajar menulis. Apa saja. Bisa berupa artikel, gagasan-gagasan, atau apa pun itu. Jika orang lain membacanya, dia akan mendapat manfaat. Syukur-syukur punya blog atau website, sehingga yang tadi saya tulis di awal, ketika kita menulis nama kita, akan dengan mudah bisa diketemukan.

Belajar dan Belajar

Dan itu akan seterusnya ada, sampai anak dan cucu kita kelak. Mereka dengan mudah akan mengenal siapakah diri kita dan apa yang telah kita lakukan, ketika kita hidup sebentar di dunia ini.

Siap, Bro

07 Agustus 2014