Meski terjerembab dalam tiap perjalanan dan kebahagiaan
Pada ketika aku sarungkan Jack Purcell
Hingga detiknya ku titipkan sajak ini,
Aku masih gagal melipat kemas penat dan keringat
Masa dan wang yang dikias pada dengkuranmu tiap malam
Andai saja kau tahu,
Nyawamu adalah dakwat segala puisi yang ku tenun
Dan keberadaanmu adalah kehendak yang jelas
Barangkali satu hari nanti
aku perlu memperlihatkan doa yang diamini Pada sekilas rona di pipi ini Dan sekotak rumah mini.
(Buat abang)