YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 83
Sampai di rumah Mas Dodong, saya langsung beristirahat. Siang tadi, sudah BBM-an dengannya, kalau dia masih ada acara di luar, sehingga pulang agak larut. Baru keesokan harinya, sebelum Subuh saya bertemu. Sambil makan sahur kami berbincang. Sejenak sebelum azan Subuh terdengar, kami beranjak menuju ke masjid.

Setelah balik dari masjid, diantar sopirnya Mas Dodong, saya dan Wening berangkat ke Cikarang. Sekitar 45 menit perjalanan sampailah di Pesantren Darul Quran. Di sinilah Wening akan berjuang memulai mewujudkan cita-citanya. Suasana masih sepi. Maklum 45 menit lebih awal dari waktu daftar ulang yang sudah ditetapkan.

Semula, saya pikir proses daftar ulang berlangsung cepat. Tidak lebih dari sejam. Ternyata banyak yang harus dilakukan. Mulai pengumpulan berkas dokumen, pendaftaran laundry, pembukaan BMT, pemeriksaan barang-barang bawaan, sampai akhirnya masuk ke asrama.

Sekilas, saya menilai proses daftar ulang hingga pembagian kamar berjalan lancar, walaupun sehari kemarin, jumlah siswa yang mulai masuk cukup banyak. Bersamaan antara yang SMP dan SMA. Semua tenaga yang melayani adalah siswi Darul Quran sendiri. Mulai kelas 11 sampai kelas 13. Mereka dengan sigap melayani semua orangtua santri yang datang. Saya perkirakan ada sekitar 500-an orang.

Tepat azan dhuhur berkumandang, proses daftar ulang selesai. Segera Wening masuk bergabung dengan teman-teman seasramanya. Tak lupa beberapa foto saya ambil sebelum saya undur diri.

Ya Allah, kembali saya merasa berat meninggalkan Wening. Namun, saya tidak boleh menunjukkan ekspresi itu di depan Wening. Takutnya malah dia akan menangis lagi, seperti ketika perjalanan ke bandara, kemarin.

Selamat berjuang, Anakku. Kamu telah memilih tempat yang tepat untuk merenda masa depanmu. Al-Quran adalah wahana segala ilmu. Al-Quran adalah rezeki. Apabila kau sungguh-sungguh menguasainya maka tidak hanya dunia ini yang akan kau genggam. Akhirat pun akan dengan mudah kaugapai.

Keputusan Wening belajar di pesantren membawa efek yang bagus pada saya dan istri saya. Sejak kemarin, kami bertekad untuk berjuang juga; tak lain untuk mendukung Wening. Istilahnya, orang Jawa mesti ikut prihatin.

Ya, mulai sekarang ibadah kami harus lebih baik. Mulai dari Sholat Tahajud, Dhuha, Puasa Senin Kamis, membaca Al-Quran, sedekah; semua harus meningkat.

Doa kami, mudah-mudahan Wening selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam belajarnya. Amin, Ya Allah.

13 Agustus 2014