Sebenarnya, saya sudah bisa menjenguk anak saya minggu lalu, tepatnya tanggal 13 September. Namun, karena tanggal tersebut saya masih ada tugas ke Shanghai, barulah sekarang ini bisa terlaksana.
Dengan pesawat, saya, istri, dan dua anak saya, Fathimah dan Duratu, berangkat ke Jakarta via Bandara Halim. Seperti biasa, saya langsung menuju rumah sahabat saya, Mas Dodong, di bilangan Tebet. Setelah menginap semalam di sana, barulah paginya saya meluncur ke Cikarang.
Alhamdulillah, saya dipertemukan Allah dengan orang sebaik Mas Dodong. Untuk keperluan selama menjenguk anak saya, dia sudah menyediakan mobil dan sopirnya. Dari Tebet ke Cikarang hanya butuh waktu sekitar 35 menit. Tiba di pesantren, saya harus mengisi formulir yang telah disediakan. Barulah petugas memanggilkan anak saya.
Khusus Hari Ahad, orangtua santri diberi kesempatan menjenguk anaknya sampai sore. Namun, karena sorenya harus pulang ke Solo, saya hanya bisa sampai pukul 03.00 sore.
Alhamdulillah, Wening sehat dan banyak bercerita tentang kegiatan dan kesehariannya di pesantren. Sempat saya tanyakan pula soal makan dan program laundry. Dia jawab, tidak ada masalah dengan makan. Namun, soal laundry ada sedikit kendala. Karena santrinya banyak dan kemampuan laundry terbatas, untuk 1 stel seragam memakan waktu 3 hari. Sebagai gantinya, dia harus mencuci sendiri. Saya pesankan kepada Wening, jika semua dijalankan dengan ikhlas maka akan ringanlah semua pekerjaan itu.
Ada satu hal yang sempat membuat saya kaget, terharu, dan menangis bahagia. Saat ini Wening melakukan puasa selama 40 hari. Puasa Hajat, namanya. Kemarin baru dapat 11 hari. Dia punya hajat agar diberi kemudahan dalam belajar Al-Quran, khususnya untuk menghapalnya.
Tidak cukup puasa saja. Setiap hari, dia bangun pukul 02.00 dini hari. Padahal, aturan dari pesantren, baru pukul 03.30 semua santri diwajibkan bangun.
Ya Allah, anakku begitu kerasnya dalam berjuang mempelajari QuranMu.
Ketika saya bertanya, Ngapain saja kamu bangun jam segitu, Ning
Wening menjawab, dia mengerjakan Sholat Tahajud dan banyak membaca Al-Quran. Tak kurang dari 10 juz yang Wening baca setiap harinya. Ya Allah, banyak banget. Padahal, saya butuh waktu sekitar 45 menit untuk bisa menuntaskan 1 juz.
Belajar dan Belajar
Wening juga bercerita kalau saat ini sudah hapal 4 surat pilihan, yakni Yasin, Mulk, Waqiah, dan Ar-Rahman. Subhanallah, cepat banget.
245
Dengan menangis, Wening mengatakan bahwa hapalan 4 surat pilihan tersebut dia hadiahkan kepada saya dan istri.
Ya Allah, terharu banget saya mendengarnya. Anak saya sekarang benar-benar berjuang untuk mempelajari Al-Quran.
Sehatkan dan berilah kemudahan kepada Wening, ya Allah. Wujudkan cita-citanya yang ingin jadi hafizah dan kuliah di Madinah. Amin.
01 Oktober 2014