Saban malam yang penyair bawa pulang hanyalah perasaan resah dan juga air mata
Jika menurut para buruh siang bukanlah waktu untuk merindu kerana semua orang di kota sibuk menjadi hamba
Begitu juga ibu-ibu di rumah sibuk memasak dan mengemas sehingga siang berlalu pergi mereka masih tak berhenti
Dan ternyata malam ini penyair sekali lagi pulang lewat malam dari semalaman memetik rindu dari pohon-pohon pilu.