LELAKI-LELAKI MERBAHAYA - 88
Betapa kau adalah seorang penyajak walau kau tak pernah menulis atau membacakannya pada sesiapa

Demi sesungguhnya, sajak kegemaranku adalah senyumanmu

Ketika melihat senyumanmu aku jadi buntu mencari kata-kata dan jantungku, langsung berdetak laju

Kekasih, di dadaku kau telah membangunkan rumah yang di dalamnya, dihuni kau dan seluruh cintaku padamu

Dan waktu sering saja mengingatkanku padamu saat di mana mataku pertama kali melihatmu dan di alis senyumanmu aku terpaku kaku.