Mungkin inilah hubungan sakit dan sakti;
Dengan mengakrabi rasa sakit
Aku berharap menjadi sakti.
/2/
Mencintaimu membuatku sakti terhadap rasa sakit
Sebagaimana hatiku yang senantiasa lapang
Menerima segala sayatan pisaumu.
/3/
Mestilah kau orang yang mahasakti
Menyakiti dengan mengabaikan
Kemungkinan terhadap rasa sakit.
/4/
Mestilah aku orang yang mahasakit
Membaptis kesaktian dengan sejumlah
Nama kesakitan yang kaujejalkan.
/5/
Dalam kesakitan aku menjadi sakti.
Dalam kesaktian aku menjadi sakit.
Karenamu.
(Naimata, 2012)