MEMORIA - 89
/1/

Mungkin inilah hubungan sakit dan sakti;

Dengan mengakrabi rasa sakit

Aku berharap menjadi sakti.

/2/

Mencintaimu membuatku sakti terhadap rasa sakit

Sebagaimana hatiku yang senantiasa lapang

Menerima segala sayatan pisaumu.

/3/

Mestilah kau orang yang mahasakti

Menyakiti dengan mengabaikan

Kemungkinan terhadap rasa sakit.

/4/

Mestilah aku orang yang mahasakit

Membaptis kesaktian dengan sejumlah

Nama kesakitan yang kaujejalkan.

/5/

Dalam kesakitan aku menjadi sakti.

Dalam kesaktian aku menjadi sakit.

Karenamu.

(Naimata, 2012)