YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 89
Hidup ini pilihan. Saya setuju dengan pendapat ini. Setiap waktu juga penuh pilihan. Malam ini kita akan tidur jam berapa, kita bisa memilih. Mau tidur awal atau begadang terlebih dulu hingga larut malam, pilihan ada di tangan kita.

Demikian juga bangun tidur. Mau bangun awal sebelum Subuh agar bisa mengerjakan Sholat Tahajud, boleh. Bangun ketika mendengar azan, boleh. Atau mau bangun, jam berapa saja ketika mata ingin terbuka, juga boleh. Semua pasti ada konsekuensi dan pembedanya.

Setiap hari, bahkan setiap jam atau menitnya, kita tidak terlepas dari yang handphone. Mau main-main handphone untuk bersenang-senang saja, bisa. Mau buka-buka Al-Quran sambil sedikit-sedikit menambah hapalan, juga bisa. Pilihan kembali berada di tangan kita.

Setiap hari kita pasti bekerja, utamanya bagi yang masih berstatus karyawan. Mau kerja normal dari pukul 08.00 pagi hingga 16.00 saja, lalu santai, boleh. Mau kerja untuk perusahaan lebih dari itu, sangat boleh.

Pulang kerja lalu lanjut usaha sendiri entah apa saja, juga terbuka. Apa yang kita pilih akan menentukan akan jadi apa kita 5 atau 10 tahun ke depan.

Sama-sama ada konsekuensi, selagi ada kesempatan, tentu lebih baik memilih hal yang mempunyai peluang membuat kita menjadi lebih baik. Kita akan diberi predikat pemalas atau giat juga tergantung pilihan kita. Sekali salah pilih akan berdampak besar dalam perjalanan besar hidup kita.

Mesti diingat bahwa umur kita, jatah hidup kita, di dunia ini sangatlah singkat. Benar-benar singkat. Tahun adalah kumpulan bulan ke bulan. Bulan adalah gabungan hari ke hari. Dan hari terbagi dari menit dan jam yang kita lewati. Alangkah meruginya kita jika sampai salah pilih.

Sahabat, mari membangun masa depan kita dari sekarang. Keluarga kita, anak-anak kita, masyarakat di sekitar kita menanti hasil karya kita.

25 Mei 2015