MALAM MERUNJUNG - 9
serum sehitam malam itu mengalir turun pada kerongkongan raja. Menjalar di nadinya hingga sampai ke jantungnya, lalu diserap ke hatinya. Pada hat i nya, serum itu menemukan jurang yang menganga. Ceruk tak berdasar yang dilahirkan mimpi raja tentang titik-titik pijar yang menghiasi langitnya. Tak ada yang lebih gelap daripada tempat seperti itu. Dan dalam gelap, tak ada yang tahu apa saja yang bisa terjadi. Dalam kekosongan di hati raja, cairan hitam ketakabadian itu terus melayang mengisap semua yang tak abadi. Tubuh tua raja yang mulai letih. Istananya, pelayan-pelayannya yang patuh, rakyatnya yang tengah berbaring dalam cara sebaik-baiknya, serta menara yang dibangun untuk mencapai langit namun tak pernah selesai.

Semuanya terisap ke dalam gelap. Berbaur dengan mimpi-mimpi raja selama ini. Mimpi-mimpi dalam jumlah yang tak sanggup dihitung oleh siapa pun. Mimpi-mimpi yang menghinggapi rakyatnya yang tak pernah mereka ceritakan kepada siapa pun. Semuanya, memadat mampat. Hingga pada satu titik, tak ada lagi tempat bagi cairan itu untuk mengisap. Segalanya pekat.

Saat itulah semuanya meledak. Si utusan yang abadi melihat semua ini. Melihat ledakan ini. Mimpi-mimpi raja yang melayang menjadi titik-titik pijar dalam kegelapan. Mimpi-mimpi yang tak selesai. Membakar diri bermiliar-miliar tahun cahaya, untuk sampai kepada kita.

Karenanya, ketika kau berbaring menatap bintang di langit, kau mendapat ketenangan untuk setiap kegelisahanmu. Di hadapan bintang yang tak terhitung itu, masalah yang kauhadapi tak ada apa-apanya. Kepalamu bisa tetap di tempatnya atau menggelinding esok pagi, tapi di hadapan yang tak terhitung itu, apa artinya Segala hal yang agung, istana yang megah, kegilaan rajamu memenggal setiap perempuan, tak ada apa-apanya.

Dan mereka yang bekerja di luar sana bagimu cuma angka

Demi sebuah mimpi, kata si tukang cerita, menunjuk matahari yang mulai merah. Salah satu mimpi raja yang paling dekat dengan kita. Aku ingin tiba di sana. Jika salah satu dari mereka di luar sana punya kehendak seperti si utusan yang meminum serum keabadian, semua rencana ini akan gagal.

Kau sinting!

Tukang cerita itu terkekeh. Kamu sudah berhasil bertahan sekian malam. Mestinya kamu yang paling tahu. Setiap tokoh dalam cerita yang kamu biarkan berkehendak akan membuat cerita bergulir ke arah lain. Aku telah hidup sangat lama. Bertualang dari satu cerita ke cerita yang lain. Aku tahu apa saja yang bisa dirusak dan diciptakan oleh sebuah kehendak.

Mungkin karena kau terus menyusun cerita yang salah. Di tanganku, Estar tak akan berakhir seperti itu. Begitu cairan hitam itu menjalar turun di tenggorokan Estar, Tukang Cerita, kabut yang menyelubungi negeri itu menguap. Kabut yang telah menutupi pandangan mereka dari bintang yang telah bertaburan di sana jauh lebih dulu dari ingatan siapa pun. Dan titik-titik pijar yang dilihat Estar dalam mimpinya adalah bentuk ingatan tertua yang mencoba mengetuknya. Juga mengetuk pintu hati tiap rakyatnya ketika mereka terlelap.

Jika langit malam mereka menjadi gelap karena kabut, itu artinya langit siang mereka tidak pernah biru. Padahal raja pertama kali mendapat mimpi ini karena ia terpaku pada perubahan warna langitnya. Dari biru ke jingga lalu ke merah lalu ke hitam. Tanpa keindahan seperti itu, dia tak akan menghabiskan waktu berbaring hingga terlelap, bantah si tukang cerita.

Kau mulai lupa, aku sudah bertahan hidup selama sembilan ratus sembilan puluh sembilan malam.

Aku tidak pernah lupa kalau kau juga tukang cerita, Syahrazad. Harum napasmu telah kubaca pada tiap kata yang membawaku kemari. Tinggalah di sini. Kita bisa menghampiri matahari bersama. Mimpi raja yang telah membakar diri bermiliar-miliar tahun. Kita bisa tiba di sana dan memulai dari awal lagi. Semuanya. Segalanya. Jika kau kembali, kau tak pernah tahu apakah ceritamu akan menyelamatkanmu kali ini.

Setidaknya, perempuan setelahku selamat satu malam lagi. Aku tak tahu bagaimana dia akan bertahan hidup. Tapi seribu malam yang kulalui adalah malam yang lama sekali. Kuharap jumlah itu akan membuatnya memikirkan satu cara.

Kau ingat, apa yang terjadi setelah si anak melempar kotak hitam itu ke lautan Sesuatu yang jauh lebih buruk terjadi.