Kata mereka aku banci
Hanya karena berpenampilan rapi
Kata mereka aku banci
Karena trauma tragedi sodomi, mantan ayah tiri
Dulu
Aku benar-benar percaya, bahwa aku banci
Tapi itu hanya karena aku sedih
Atas apa yang aku alami
Waktu berjalan pergi
Aku tak mau ditinggal sendiri
Tak ingin terbebani mimpi buruk yang menghantui
Tolong, percayalah, bahwa aku bukan banci
Aku selalu ingin kembali pada fitrah yang suci Pernikahan ini akan menjadi sebuah bukti Tapi, bagaimana jika aku benar-benar banci
Mungkinkah kau akan tersakiti
Dudi Yang banciselalu kata-kata itu! Seandainya bisa berteriak marah, aku hanya ingin di panggil Dudi! Tanpa ada embel-embel banci. Bukan salahku, karena takdirlah yang memilihku untuk jadi korban pemerkosaan tanpa peri kemanusiaan itu.
Tak ada yang benar-benar tau, betapa menakutkannya peristiwa itu, itu mimpi paling buruk, yang terus melekat dalam ingatan, tak pernah hilang, selalu menghantui dan seperti monster yang selamanya meneror kehidupanku. Tak ada siapapun di sana, yang menyelamatkanku atau mau memberikan pelukan hangat menenangkannya untuk
mendamaikanku. Aku sendiri, merasa berdosa, kotor, terbuang dan menderita.
Tak peduli apapun yang kulakukan agar mendapat kebanggaan, selalu saja menjadi hal yang menjijikan, karena peristiwa itu kembali mengingatkan, semua tau, mereka menertawakan! Kadang aku muak dengan kenyataan ini, dan bertanya-tanya sampai kapan aku menjadi Dudi si banci, yang selalu dipandang jijik Aku juga manusia, ingin cinta kasih. Seandainya bisa memilih untuk mati! Maka aku takkan berada di sini lagi, terpuruk sedih dalam sepi sendiri.
Akhirnya aku menemukanmu, seorang putri, yang mau memberi kasih, tapi takkan pernah memberi hati, karena aku tau, kamu pernah memberinya, memberinya pada mereka, orang-orang yang salah, tapi tak mengapa, kita sama, selalu memberikannya pada orang yang salah. Siapa suruh jatuh cinta Yeah, itu konsekuensinya. Tapi kita menikah bukan karena cinta, tapi karena terpaksa, untuk hal-hal yang ingin kita ubah. Terima kasihku untukmu, teman hidupku, yang akan bersama selamanya dalam sandiwara gila.
Dudi
Aku menemukan sepucuk surat di atas meja rias, surat dari Dudi, curahan hatinya, aku tau dia menderita, ini akan menjadi sebuah luka dan kita terpaksa terlibat di dalamnya.
HeySapaku ketika Dudi masuk ke kamar, sebentar lagi kami menikah, dan pantangan bagi pria untuk menemui calon pengantin wanita.
Bagaimana perasaanmutanyanya datar.
Aku selalu suka pernikahan. Aku mencoba terdengar bahagia.
Apa ini pernikahan impianmu tanyanya lagi
Yeah, aku suka gaunnya, aku suka konsepnya, aku suka kue pengantinnya! Aku juga suka baju pengiring pengantinnya
Bagaimana dengan mempelaiaku tau ini terdengar tak biasa Bagaimana bisa kamu melakukannya Apa aku membuatmu terpaksa Oh Dara, sejujurnya aku tak ingin membuatmu menderita.Dudi terlihat frustasi.
Dudi, kita udah bicarain ini, okay, aku siap dengan segala konskuensi
Tapi bagaimana kalau aku yang nggak siap Dudi seperti mau menangis, aku memandang matanya yang seperti akan menangis. Kamu tau Pria di balik pintu di depan kamar ini, pria yang menjadi pendampingku Dia kekasihku!kita sepakat, bahwa aku dan dia akantapiaku rasa aku egois Dara, aku rasa tak bisa jadi orang yang bersikap bahwa aku senormal yang diharapkan orang tuaku, memanfaatkanmu untuk status palsu, padahal, semua orang tau, mereka membicarakanku di tepat di belakang punggungku. Untuk apa sandiwara lagi semua sia-sia.Air matanya yang tadinya tergenang kini mengaliri pipinya.
Seorang pria Eropa jangkung, masuk ke kamar, dia tersenyum padaku sekilas, dan mulai berbicara dalam bahasa yang kurasa bahasa Prancis, terdengar seperti orang yang berbicara sambil memainkan dahak di tenggorokannya, kurasa, dia sedang meyakinkan Dudi, aku tak mau berada di sini, menikmati drama asmara di antara mereka. Mereka terlibat pembicaraan serius, aku tak menangkap maksudnya, hanya sedikit mengerti ketika kata Je t'aime berkali-kali di ucapkan.
Ketika aku hendak meninggalkan mereka berdua , tangan si bule jangkung menahanku, dan Dudi mulai bicara.
Dara ini Remon
Nice to meet you bisiknya dengan suara berat.
Aku memberinya senyum ceria
Dara, maaf
Untuk apa
Sepertinya kita tak bisa melanjutkan dramanya
Jadi
Udah waktunya untuk berhenti nipu diri, cukup aku yang terus menipu diri, aku nggak mau kamu juga ikut sepertiku, jadi penipu bodoh!
Ini bukan nipu, ini cuma simbiosis mutualisme, kita saling menguntungkan, kamu dan Remon bisa tetap sama-sama aku baik-baik aja, aku cuma perlu seorang ayah untuk Bells, Bells perlu keluarga Di, dia perlu Papa, aku tau rasanya jadi anak tanpa keluarga sempurna
Cintamu sempurna untuk Bells, ketika Bells dewasa dan mengerti tentang semua aku tak ingin dia kecewa, jadi sebaiknya kita hentikan rencana kita, Please, maafkan aku.
Nggak ada yang perlu dimaafin, aku mengerti. Sorry Dara, rasanya kamu akan sedikit kecewa, aku menenangkan diri, aku tak patah hati, hanya sedikit sedih, bagaimana menghadapi orang-orang diluar sana bagaimana mengatakannya bagaimana janjiku pada Jelly untuk memberi kado kelahiran sebuah keluarga sempurna untuk Bells
Sepertinya Dudi tau apa yang kupikirkan, dia menenangkanku, memberiku sebuah pelukan hangat, dan dia mencium keningku, rasanya seperti sebuah ciuman dari seorang kakak, Remon tersenyum padaku, dan kejadian romantis terjadi, Remon melamar Dudi! Tepat di depanku, Remon berlutut dan memasangkan cincin di jari manisnya, harusnya itu adegan yang sangat manis, tapi tak lama, berubah menjadi menjijikan ketika mereka mulai berciuman,yaaaakkkkkkssss! bukan maksudku untukku mengatakan jijik, hanya aku tak terbiasa melihat pemandangan ini. Aku memberikan mereka senyum kecutku, hatiku nelangsa, akhirnya si Dudi bahagia, meninggalkanku yang sedikit kecewa, bukan karena batal menikahinya, hanya
saja....
Dara, kami akan menikah di Prancis! Aku bisa merasakan euphoria kebahagiaan dalam diri Dudi, well, aku tau banyak yang akan marah, tapi aku bahagia, aku akan mengumumkan pembatalan pernikahan kita di depan semua orang dan akan mengumumkan pertunanganku. Kata Dudi girang lalu Dudi dan Remon keluar, tinggal aku sendiri, rasanya seperti dihinggapi sepi, aku berjalan mendekati boks bayi Bells, memandanginya yang sedang tertidur pulas, alangkah damainya dan tak terbebani derita dunia.
Hey duniaaku tak jadi menikah! kataku pada diri sendiri, aku mengambil Bells dari tempat tidurnya, dan membawanya ke tengah pesta yang telah berubah entah menjadi apa, ahhh semoga aku tak tampak merana.
Kulewati pintu dan menuju taman belakang tempat seharusnya aku mengikat janji, kupandangi semua orang, mencoba mengerti arti tatapannya, apakah mereka iba Aku menegakkan kepala, tapi tak pernah kusangka, karena kulihat mereka di sana, tampak berbeda dari semua, dalam pesona yang pernah membuatku jatuh cintatak tau harus bagaimana, tapisemoga ini hanya mimpi, aku tak sanggup jika membiarkan ini terjadi. Mohon Tuhan, untuk kali ini saja, beri aku kekuatan untuk menghadapi semuanya, ketika kisah lalu memaksa untuk datang lagi ketika mereka yang kupikir telah pergi malah datang lagi untuk menjadi janji hati bagaimana bisa aku memilih
*Karena ada tujuh cowok yang ingin happy ending dengan Dara, dan aku tak bisa menentukan siapakah yang paling tepat untuk Dara, maka dengan amat suka cita aku akan membuat kisah happy ending untuk setiap orang, hahaha ini bakalan jadi cerita yang aneh, tapiakan lebih baik jika semua bahagia dengan cara yang berbeda.
Kalau kamu suka Win untuk happy ending dengan Dara, lompat ke halaman 36
Kalau kamu suka Phillo untuk happy ending dengan Dara, lompat ke halaman 40
Kalau kamu suka Damar untuk happy ending dengan Dara, lompat ke halaman 45
Kalau kamu suka Arghie untuk happy ending dengan Dara, lompat ke halaman 50
Kalau kamu suka Garin untuk happy ending dengan Dara, lompat ke halaman 56
Kalau kamu suka Kiky untuk happy ending dengan Dara, lompat ke halaman 62
Kalau kamu suka Hero untuk happy ending dengan Dara, lompat ke halaman 71