Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih - 9
sekalipun kau sampai nanti di padang puncak satonda ingatlah, perjalanan ke sumatera masih begitu jauh

dompu sejengkal ingatan

gadis cantik yang masih bisa dilihat mata ghaib mengambang di laut sekitar calabai

rambutnya yang hitam memanjang dimainkan gelombang

begitu pun kata-kata yang disangkutkan di pohon harapan

butir-butir keringat yang mengelereng saat harus berdamai dengan langkah kaki

taklah sanggup membawamu bermimpi

suatu hari kau akan mendaki tambora yang meledak karena cinta ibu dan anaknya

sekalipun kau pergi nanti dari padang puncak satonda

ingatlah, sebuah danau lebih asin dari lautan

atau air mata mana pun

tatkala cinta yang menggelegak

tak sampai hati untuk ditenggak