dompu sejengkal ingatan
gadis cantik yang masih bisa dilihat mata ghaib mengambang di laut sekitar calabai
rambutnya yang hitam memanjang dimainkan gelombang
begitu pun kata-kata yang disangkutkan di pohon harapan
butir-butir keringat yang mengelereng saat harus berdamai dengan langkah kaki
taklah sanggup membawamu bermimpi
suatu hari kau akan mendaki tambora yang meledak karena cinta ibu dan anaknya
sekalipun kau pergi nanti dari padang puncak satonda
ingatlah, sebuah danau lebih asin dari lautan
atau air mata mana pun
tatkala cinta yang menggelegak
tak sampai hati untuk ditenggak