angin melepas rindu.
dan tahun-tahun sedingin senyuman kotamu.
aku berjalan dari malam ke malam
ketika waktu jatuh
di sisa hujan yang menetes
dari atap-atap rumah yang berlubang
dari hatiku yang berlubang.
pohon-pohon tumbuh di jalan
serupa kenangan yang membesarkanku
dari mulut-mulut kotor dan suci
dari kebohongan-kebohongan indah
dari kejujuran yang menyakitkan
sebab dunia memaksaku untuk berbohong.
anjing-anjing malam bercinta di kepalaku
merobek sebagian hatiku
yang bocor dan banyak tambalan.
o, langit yang menangis
o, bulan yang bersedih
o, serigala yang lapar
menjerit di kotamu yang lapar
tak ada tempat bagi mulut-mulut yang lapar
dan ia mencakarku habis-habisan
dari malam ke malam.