sanah PAUD Mambaul Ulum. PAUD yang saya kelola sejak 3 tahun lalu. Sengaja acara tersebut saya dan para bunda yang mengasuh dibuat sesederhana mungkin. Bisa dikatakan sebagai syarat saja, dari pada tidak ada.
Rapat persiapannya pun hanya saya adakan dua kali. Berembuk soal acaranya apa saja, siapa saja yang akan diundang, peralatan apa yang dibutuhkan, apa konsumsinya, dan ujungnya, berapa biaya yang dibutuhkan. Saya kebagian yang terakhir.
Ahad pagi saya sudah siap untuk bersih-bersih dan merapikan tempat acara. Walau mengantuk berat karena habis begadang nonton final Liga Champions, tetap saja saya bersemangat. Ingin jadi tuan rumah yang baik.
Pukul 08.00 tepat, anak-anak sudah berdatangan, ramai. Untuk menunggu undangan yang memang diundang pukul 09.00, pada pukul 08.30 acara dimulai dengan sajian rebana dari santri-santri yang selama ini mengaji di tempat saya.
Tidak seperti biasanya, di mana undangan banyak molornya, Alhamdulillah pukul 09.00, tamu yang hadir sudah mayoritas datang. Jadi, acara bisa segera dimulai dengan menampikan atraksi dari anak-anak PAUD.
Ada gerak dan lagu, hapalan surat-surat pendek, drum band. Semua anak-anak tampil polos, menikmati. Ada yang benar gerakannya, ada juga yang malah tengok kanan dan kiri. Lucu melihatnya.
Dari 100 orang yang diundang, hampir semuanya datang. Mereka adalah wali murid dan tetangga kanan-kiri saya. Para tokoh masyarakat pun hadir.
Di tengah-tengah berlangsungnya acara, tak terasa saya bisa menangis. Terharu. Saya tidak pernah menyangka, saya yang tidak punya basic pendidikan tinggi dan pengetahuan cukup tentang pendidikan kok sekarang punya yayasan.
Program-program di dalamnya pun sudah berjalan. Ada PAUD, pesantren, dan rumah tahfid. Bahkan sebentar lagi akan ada tambahan kegiatan untuk anak yatim. Ya Allah, benar-benar ndak nyangka.
Dengan adanya kegiatan-kegiatan itu rumah saya bertambah ramai. Setiap saat banyak anak yang bermain ke rumah. Setiap pulang kerja di rumah bisa selalu melihat anak-anak yang mengaji. Pagi hari, saya melihat anak-anak PAUD bermain-main, bernyanyi riang gembira.
Impian saya, saya dan tim akan mengurus mereka dengan lebih baik. Dengan memberikan lebih baik pelayanan dan fasilitas belajar, utamanya.
Belajar dan Belajar
263
Kemarin, saya diberi waktu untuk menyampaikan sambutan atas nama Ketua Yayasan. Saya sampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah membantu. Utamanya para bunda dan ustad-ustazah. Selama ini, mereka telah mengasuh anak-anak dan memberikan yang terbaik untuk yayasan.
Semoga semua dibalas dengan pahala, keberkahan hidup di dunia dan akhirat kelak. Semoga dihitung juga sebagai amal jariyah untuk semua yang terlibat. Amin.
11 Juni 2015