Saat senja menjadi dinding pesona di matamu
Dan sajakku seperti banjir di lapang dadamu, kekasih
Nikmati metafora pada tulisan-tulisanku yang tua
Kita dendangkan perlahan ke awan
Terbang diwar-war camar berkumpulan
Ali, kudup bunga menjadi sahabat catatanku,
Senyummu menjadi sumbu tatkala gelap merajai dakwatku
Kita akan segera pulang, kekasih
Menyaksi waktu yang tidak pernah gagal bertemu Pada ruang tamu mini, Dan cinta yang selalu terhuni.
(Buat Kekasih, Ali, Bunga)