Sebilangan marga berjalan mabuk bergelas campuran anggur Menelanjang setelah gagal untuk mati
Bagaimana lagi untukku khusyuk menyurat syair dengan jari
Meliuk-lentok dakwat dari rumah puisi
Hasilnya sepi
Seperti buih melintas cuping
Seperti sawang yang menjalang di dinding.
Ah, usah disoal adu domba pada dingin keliwon. Jiwamu masih tak terselimut tuk mendandan sanggul sajak nan halus!
Aku telah lemas dalam pemberontakan akal sendiri
Kebas dalam layaran kapal kertas hanya demi mencatat sebaris puisi
Lalu ku berhenti di sini.