Kakek buyutnya dari pihak ibu, La temmu Page arung La buaja, adalah salah seorang panglima perang terakhir Kera ja an Bone yang bertahan sampai batas akhir (1905) dalam meng hadang invasi Belanda. Cerita tentang tokoh ini diangkat oleh Fredericie, seorang sejarawan Belanda, ke dalam sebuah nov el,SangJenderal(edisiIndonesiaditerbitkanGrafitiPress,1994). Lewat penunjukan Bung Karno, andi Patoppoi, putra La temmu Page dan ayah andi asny, menjadi tokoh Bugis perta ma yang menjadi bupati di Jawa, yaitu di Grobogan, Jawa tengah, 19541958.
Rizal kecil yang akrab disapa Celli sudah harus berpisah d ari ayahnya sejak usia tujuh tahun. ayahnya adalah Walikota Pare pare, yang meninggal karena serangan jantung pada usia 36 tahun.
Sepeninggalayahnya,Rizalbersamakakaknya,AndiAlfianMallarangeng, dan ketiga adiknya berada dalam asuhan ibu dan kakeknya. Melewati pendidikan kanakkanak di tK Katolik
TENTANG PENULIS
Parepare, Rizal kemudian melanjutkan ke jenjang berikutnya di SD dan SMP Frater Makassar. Salah satu kegemaran Rizal di masa kecil dan remaja adalah kegiatan pencinta alam dan mendaki gunung.
Selain belajar dan bermain, masa kecil Rizal dihabiskan dengan berlatih tenis. Karena prestasinya sebagai atlet tenis yu nior, Rizal ditarik masuk ke sekolah khusus atlet nasional, SMaN Ragunan, Jakarta. Prestasinya yang tertinggi dalam olahraga ini adalah juara ke2 pelajar seaSEaN, di Bangkok, thailand, 1981.
Setamat SMa, tahun 1984 Rizal melanjutkan studinya di Fisipol uGM, yogyakarta. Sebagai mahasiswa, Rizal aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, terutama dalam kelompokkelompok diskusi. Di sinilah ia banyak berkenalan dengan tokohtokoh pemikir seperti Soedjatmoko, umar Kayam, Goenawan Mohamad, arief Budiman, y.B. Mangunwijaya, Marsillam Simanjuntak, dan Rahman tolleng. Sesekali ia juga turun gunung, dengan menjadi pemimpin dan peserta demonstrasi mahasiswa, yang waktu itu masih dianggap sangat ris kan karena Soeharto dan rezim Orba sedang berada di puncak kekuasaan.
aktivisme semacam itu yang kemudian membawa Rizal hingga ke Baghdad pada Januari 1991, saat Perang Irak meletus. AtasdoronganProf.HerbertFeith,bersamaTaufikRahzen,iadan para aktivis perdamaian sedunia berkemah di perbatasan KuwaitIrak untuk menentang tindakan Presiden Bush.
Selepas dari Fisipol uGM, Rizal menjadi asisten dosen di al mamaternya, sekaligus menjadi redaktur opini harian Bernas bersama Emha ainun Nadjib, Butet Kertaradjasa, dan Kuskridho Dodi ambardi. harian Bernas waktu itu baru saja diambil alih oleh harian Kompas.
Pada 1992 Rizal memperoleh beasiswa Fulbright untuk melanjutkan pendidikan ke Ohio State university, Columbus, aS. Rizal ke Columbus membawa serta istrinya, Dewi
658 TENTANG PENULIS
tjakrawati, teman seangkatannya di uGM. Di universitas ini Rizal belajar di bawah bimbingan Prof. Bill Liddle.
Sambil kuliah ia sempat menjadi asisten dosen selama tiga tahun, dan sesekali meluangkan waktu untuk bekerja, baik di perpustakaan maupun menjadi loper koran. Ia memperoleh gelar doktor pada 2000 dalam studi politik, dan setelah itu menjadi pengajar di universitas ini hingga kepulangannya kembali ke Indonesia, Juni 2001.
tiba kembali di Jakarta Rizal bergabung dengan CSIS, dan pada waktu yang hampir bersamaan ia juga diminta oleh Surya Paloh untuk bergabung dalam stasiun televisi yang baru di dir ikannya, Metro tV. Di stasiun tV ini Rizal berperan se ba gai redak tur khusus dan pembawa acara talk-show, yang masih te rus dilakukannya sampai sekarang.
Dua bulan di CSIS, aburizal Bakrie, waktu itu Ketua Kadin, mengajak Rizal untuk mendirikan sebuah think tank tempat berkumpulnya para intelektual dan penulis muda. Ia menyambut baik ajakan ini dan, dengan mengajak kawankawannya, antara lain ulil absharabdalla dan ahmad Sahal (keduanya kini sedang berada di aS untuk menyelesaikan program doktor), mendirikan Freedom Institute.
Sementara melakukan semua itu, Rizal Mallarangeng juga ter libat satu kaki dalam dunia politik dan pemerintahan. Pada ma lam syukuran pengangkatan Megawati sebagai Presiden RI menggantikan Gus Dur, 23 Juli 2001, Taufiq Kiemas, suamiMegawati, menelepon Rizal dari kediamannya di Jalan teuku Umar,Menteng.TaufikKiemas,yangdikenalRizalsejakmasihmen jadi aktivis mahasiswa di uGM, mengajak Rizal untuk mem bantu Presiden Megawati dari dekat.
Dalam banyak perjalanan Presiden Megawati ke man can egara, Rizal sering diminta ikut untuk membantu menuliskan pidato presiden serta memberikan berbagai pertimbangan manak ala dibutuhkan.
TENTANG PENULIS
Setelah Pemilu 2004 dan Susilo Bambang yudhoyono terpilih sebagai presiden, aburizal Bakrie diangkat sebagai Menko Perekonomian, dan setahun kemudian Menko Kesra. Salah seorang tokoh terkaya Indonesia ini mengajak Rizal masuk ke du nia pemerintahan, sebagai staf khusus, suatu posisi yang setara dengan jabatan eselon I.
Dalam posisi ini Rizal juga ditemani oleh sahabatsa ha batnya. Mereka tergabung dalam suatu tim yang langsung berada di bawah Menko: Dr Chatib Basri, Dr Mohammad Ikhsan, Dr Raden Pardede, Lin Che Wei, Dr Raksaka Mahi, Dr Bayu Khrisnamurti, dan Mahendra Siregar Ma. tim ahli inilah yang ikut aktif membantu Pemerintah RI dalam melakukan negosiasi berbagai kasus penting, seperti Blok Cepu (Exxon), Cemex, hingga ke perumusan kebijakan subsidi BBM dan penyiapan per encanaan pembangunan infrastruktur.
Selain itu, sebagai staf khusus Menko Kesra, Rizal terlibat aktif menyelesaikan berbagai kasus dan bencana yang terjadi di berbagai daerah. Ia menjadi Ketua tim Interdep Pemerintah RI dalam menyelesaikan kasus kelaparan di yahukimo, Papua, penyelesaianpercepatanpembangunanpascakonfliksosialdiPoso, Sulawesi tengah, serta menjadi Wakil Ketua Delegasi RI dalam Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Bali.
Pada Februari 2008, bersama adiknya, Choel Mallarangeng dan kawankawan dekatnya, Rizal Mallarangeng mendirikan Fox Indonesia, se buah lembaga konsultasi politik profesional yang pertama di Indonesia.
Rizal dikaruniai dua anak, Guntur (15) dan Surya Mallarangeng (5). Kini, selain melakukan berbagai kegiatan di Ja karta, waktu Rizal cukup banyak dilewatkan di Rawaleuga, Bogor, di kebunnya di ketinggian 1.100 meter di lembah Gunung Salak, berkebun jamur tiram Putih, merawat kambing Boer, dan bertanam sayurmayur.