YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 95
Pagi ini saya bangun pukul 04.15. Secara refleks segera saya buka Blackberry untuk mencari tahu hasil pertandingan Liga Inggris. Semalam, Chelsea bertanding melawan Manchester City.

Betapa girang hati saya ketika judul berita yang pertama saya lihat tertulis, Chelsea Baru Saja Kalahkan Tim Terbaik di Premier League. Ternyata, tim kesayangan saya menang 2-1, berkat gol Torres pada menit ke-90. Terasa segar sekali bangun tidur pagi ini begitu membaca berita tersebut.

Bergegas saya mandi dan bersiap ke masjid untuk Tahajud sebelum waktu Subuh tiba. Di Hong Kong, waktu Subuh dimulai pukul 5.10.

Selama di Hong Kong, saya tinggal di Australian Guest House. Saya sengaja tidak tinggal di hotel karena alasan mahalnya tarif hotel di Hong Kong. Untuk hotel bintang 3, tarif termurah mencapai Rp2,5 juta per malam, sementara guest house yang saya tempati bertarif Rp1,1 juta per malam.

Australian Guest House berada di Chungking Mantions, Nathan Road, dekat dengan Tsim Sha Tsui East MTR station. Sengaja saya pilih penginapan di sekitar Nathan Road karena tidak jauh dari lokasi pameran lighting yang saya kunjungi. Hanya sekitar 2 kilometer dari Hong Kong Convention and Exhibition Center di Wanchai.

Kondisi kamar di Australian Guest House sempat membuat saya terkagetkaget. Ternyata tidak seperti fotonya di internet. Kamarnya sempit.

Begitu pintu kamar dibuka, hanya berjarak 1,25 meter langsung mentok tempat tidur. Di sebelah kanan pintu masuk langsung ketemu kamar mandi berukuran 1,25 x 1,25 meter. Sedang ukuran tempat tidur 1,2x1,8 meter. Mau tidak mau saya harus menaruh tas dan koper kecil saya di kolong tempat tidur.

Bahkan ketika saya tiba di Hongkong Sabtu malam pukul 23.00 saya harus sholat di atas tempat tidur. Begitulan gambaran seperti apa penginapan saya selama di Hong Kong 3 hari ini. Mewah, bukan

Dalam berbagai hal saya selalu berusaha untuk menikmati dan mensyukuri setiap apa saja yang terjadi pada diri saya. Saya yakin ada pelajaran yang bisa saya petik dari semua itu. Pelajaran yang saya petik, jika akan booking penginapan tidak perlu langsung sekian hari, sesuai lamanya tinggal. Mungkin bisa semalam dulu. Jika nyaman berlanjut, jika tidak bisa, mencari yang lain.

Selesai mandi saya segera turun ke masjid. Letaknya hanya sekitar 1 kilometer dari penginapan. Masjid ini salah satu masjid terbesar di Hong Kong. Terletak di Kowloon. Masjid 3 lantai yang tidak banyak dikunjungi orang. Maklum, hanya sebagian kecil saja Muslim di Hong Kong. Itu pun migran, bukan penduduk asli Hong Kong.

Rupanya saya orang yang pertama datang di masjid. Pintu gerbang masjid masih terkunci. Padahal, jam di tangan saya sudah menunjuk pukul 04.40, hanya 30 menit sebelum waktu Subuh tiba.

282

Sengaja saya tidak balik ke penginapan. Saya tunggu saja dengan berjalan mondar mandir di depan masjid. Tak lama datanglah seorang pria berjubah putih dan berjenggot panjang. Sepertinya orang Pakistan. Rupanya dia juga heran kenapa gerbangnya belum dibuka. Setelah saling bertegur sapa, dia bilang akan menelepon penjaga masjid yang mungkin masih tidur.

Benar juga, tak lama lampu teras masjid dan ruangan di dalamnya menyala. Seorang pria membuka pintu gerbang dan pintu masjid. Segera saya bergegas masuk untuk Tahajud. Nikmat sekali bisa Tahajud di tempat yang baru dan kekusyukan mudah untuk diperoleh.

Sehabis azan, ternyata lama juga menunggu Sang Imam masjid datang. Kesempatan yang baik saya gunakan untuk berzikir dan berdoa. Baru setelah jarum jam menunjuk pukul 05.35 iqomah diperdengarkan.

Rupanya Sang Imam Masjid masih muda. Bacaan murotalnya merdu sekali. Ya Allah, jadi terasa seperti di Masjid Madinah Sholat Subuh pagi ini.

Pada rakaat pertama, imam membaca ayat awal-awal Al-Baqarah. Saya paham makna ayat yang sedang dilantunkan.

Maknanya antara lain bahwa Allah memerintahkan orang beriman untuk menjadikan sabar dan sholat sebagai jalan untuk penolongnya. Dan Allah akan menguji hambanya dengan berbagai kesulitan.

Pada rakaat kedua, imam membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah. Lantunan murotalnya benar- benar membuat saya hanyut. Tidak terasa air mata membasahi mata saya.

Ya Allah, nikmat sekali sholat Subuh pagi ini.

Sudah lama saya tidak merasakan sholat yang bisa terasa nikmat seperti di Hong Kong. Terima kasih, ya Allah.

28 Oktober 2013