Semua bisa saya dapatkan dengan mudah dari internet. Tidak ketinggalan, informasi tempat-tempat wisata yang bisa saya kunjungi selama di sana juga sudah saya kantongi.
Untuk keperluan pribadi, saya hanya siapkan beberapa lembar baju saja. Maklum saya hanya 3 hari di Hong Kong. Uang saku pun demikian. Saya hanya menyiapkan secukupnya untuk keperluan makan dan transpor. Untuk biaya penginapan dan tiket sudah saya bereskan beberapa hari sebelum keberangkatan.
Bagi kawan-kawan yang sudah terbiasa travelling ke luar negeri, pasti juga melakukan hal serupa seperti yang saya lakukan. Persiapan sedemi kian matang dan rapinya, sehingga diharapkan perjalanan nantinya
284
tidak menemui kesulitan berarti. Apa jadinya kalau membeli tiket pesawat secara mendadak Bisa saja kehabisan tiket. Kalau pun dapat, harga mungkin jauh lebih mahal. Demikian juga penginapan.
Berkaca dari persiapan menjelang travelling ini, saya mencoba mengambil pelajaran darinya. Sudahkan kita serius dan matang menyiapkan semua kebutuhan untuk perjalanan kita yang teramat jauh dan tak akan kembali nanti
Setiap kita akan melakukan perjalanan tidak hanya ke luar negeri, tapi ke luar dunia ini menuju ke dunia yang lain. Ya, kita semua akan melanjutkan perjalanan ke alam Akhirat. Sebelum sampai di sana, kita akan transit terlebih dulu di alam kubur.
Coba kita bandingkan transit kita ketika pergi ke luar negeri dengan transit kita kelak di alam kubur. Sudah pasti berbeda jauh. Dari segi waktu, transit di bandara paling lama hanya dalam hitungan jam. Di alam kubur kita bisa menghabiskan waktu di sana selama ratusan, ribuan, bahkan jutaan tahun. Kita tidak tahu kapan Hari Kiamat akan tiba. Selama itu pula, kita akan transit di alam kubur.
Ketika transit di bandara kita bisa menunggu jadwal perjalanan berikut nya dengan duduk santai, makan minum, membaca buku, bahkan tidur. Di alam kubur, kita sudah ada balasan atas apa yang telah kita lakukan di dunia ini. Semakin baik dan banyak bekal yang kita siapkan, semakin nyamanlah kita di waktu transit. Semakin banyak dosa yang kita perbuat maka makin beratlah di sana.
Maka tepat pesan yang dikatakan Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. tentang kematian, Siapa yang masuk kubur tanpa bekal, seperti halnya melintasi laut tanpa perahu.
Kalau kita mau simak dengan saksama, Al-Quran sudah memberikan petunjuk jelas terkait bekal yang harus kita siapkan. Paling tidak ada tiga hal, yakni takwa, amal saleh, dan tobat sebelum ajal menjemput.
Selama transit saja sudah sedemikian berat, apalagi nanti ketika kita dibangkitkan dari kubur, dikumpulkan di Padang Mahsyar, amal kita dihisab, lantas ditimbang Sudahkah kita pelajari secara saksama tahapan demi tahapan yang akan kita lalui kelak
Astagfirullah.
Saat ini kita masih teramat santai. Sama sekali belum serius mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya. Padahal, tiket perjalanan panjang itu sudah diterbitkan. Kita saja yang tidak diberitahu-Nya, kapan harus segera berangkat.
Ya Allah, ampuni kami. Beri kami kemudahan untuk berbuat baik dan terimalah tobat kami.
05 November 2013